Rodri menegaskan sejarah Manchester City baru-baru ini sebagai pemenang Premier League secara berturut-turut berarti mereka tidak menganggap perburuan gelar juara sudah dekat.

Kekalahan 3-1 pada Minggu malma melawan Liverpool membuat City tertinggal 9 poin di belakang skuad asuhan Jurgen Klopp dan mereka sekarang lebih dekat dengan Sheffield United yang berada di posisi kelima daripada di puncak.

Namun, City menemukan diri mereka dalam situasi yang sama pada akhir Desember ketika mereka berada 10 poin di belakang Liverpool dengan pertandingan di tangan.

Dalam dua pertandingan – termasuk kemenangan krusial atas Merseysiders di Etihad Stadium – keuntungan telah dipangkas menjadi 4 poin dan kemenangan beruntun dalam 14 pertandingan liga terakhir yang menyisihkan saingan gelar mereka satu poin.

Dari itulah Rodri yakin mereka masih memiliki harapan.

“Kami jauh dari mereka sekarang, tetapi masih ada sebagian besar musim tersisa. Kami tidak akan menyerah,” kata pemain internasional Spanyol itu.

“Kami adalah juara saat ini dan kami tidak akan membuatnya mudah bagi siapa pun. Sama sekali tidak (Premier League berakhir).

“Tim ini telah menunjukkannya berkali-kali sebelumnya. Tim ini telah memenangkan Premier League dua musim berturut-turut dan itu bukan kebetulan.

“Tim ini telah mendapatkan rasa hormat karena dipertimbangkan untuk perburuan gelar.

“Musim lalu, tim tertinggal 7 poin dan bisa jadi 10 jika kalah (pertandingan mereka ada di tangan), dan mereka berhasil memenangkan liga pada akhirnya.

“Kami berada di bulan November. Masih banyak yang tersisa. Mereka (Liverpool) sangat kuat saat ini dan mereka memiliki segalanya (berjalan) dengan benar. Mari kita lihat apa yang terjadi di masa depan.”

City benar-benar bermain dengan baik di Anfield, mendominasi 20 menit awal tetapi melihat tertinggal 2-0.

Lawan mereka jauh lebih klinis daripada mereka dan itu adalah area yang menurut Rodri perlu ditingkatkan.

“Kami telah mencoba segalanya untuk menang tetapi mereka lebih klinis di depan gawang. Itulah rangkumannya,” tambahnya. “Saya tidak berpikir mereka jauh lebih baik dari kita tetapi mereka telah mencetak peluang yang mereka miliki. Saya pikir kita tidak pernah menyerah.

“Jelas, ketika kamu kalah, kamu tidak bahagia. Kami harus memperbaiki beberapa hal, kami harus lebih klinis di dalam kotak.

“Mereka lebih klinis daripada kita, saya pikir itu adalah faktor kunci. Saya pikir kami secara keseluruhan jauh lebih baik, kami menciptakan lebih banyak peluang daripada mereka, tetapi mereka tiba di gawang kami tiga kali dan mencetak tiga gol.”