Marcelino mengatakan dia “sangat yakin” bahwa memenangkan Copa del Rey musim lalu memicu pemecatannya sebagai pelatih Valencia minggu ini.

Pria asal Spanyol, yang menghabiskan dua musim bersama Los Che, diberhentikan pada hari Rabu meskipun memenangkan Copa del Rey dan mengamankan sepakbola Liga Champions musim lalu.

Berbicara untuk pertama kalinya sejak diberhentikan, Marcelino mengatakan pada konferensi pers: “Saya benar-benar yakin bahwa yang memicu (pemecatan) ini adalah Copa. Selama musim, kami menerima pesan langsung dari orang-orang tertentu bahwa kami harus menolak Copa (untuk berkonsentrasi pada La Liga).

“Tetapi para penggemar ingin memperjuangkannya. Para pemain juga dan begitu juga staf pelatih. Siapa yang akan mengatakan kepada saya bahwa ini akan memicu situasi?”

Valencia mengalahkan Barcelona 2-1 di Seville pada 26 Mei untuk mengangkat Copa sementara mereka finish keempat di La Liga meskipun awal yang lambat untuk musim 2018-19.

“Kami tidak pernah menerima pesan ucapan selamat dari pemilik klub (Peter Lim) setelah memenangkan Copa,” kata Marcelino.

“Ketika saya pergi ke Singapura pada 19 Juli, dia hanya memberi selamat kepada saya untuk kualifikasi Liga Champions dan bukan untuk Copa. Anda dapat membayangkan betapa terkejutnya saya.”

Marcelino dikabarkan memiliki hubungan yang buruk dengan Lim atas perbedaan mengenai kebijakan transfer musim panas. Namun, mantan pelatih Villarreal itu mengau masih kesal atas keputusan klub untuk memecatnya dan menunjuk Albert Celades sebagai penggantinya.

“Saya ragu ketika mereka memberi tahu saya,” kata pria 54 tahun itu. “Saya merasa tak berdaya. “Saya tidak pernah melihat diri saya keluar dan itu mengejutkan. Ketika saya bertemu dengan pemilik klub pada 19 Juli, dia mengatakan kepada saya secara langsung bahwa dia memiliki kepercayaan penuh pada pekerjaan kami.

“Setelah komentar itu, bagaimana saya bisa berpikir bahwa saya akan dipecat pada 10 September? Saya sedih tapi berterima kasih atas pesan dukungan yang saya terima. Saya membawa serta kasih sayang dan rasa hormat dari para pemain dan orang-orang yang bekerja dengan saya di sini.”