Pemain muda Bayern Munich Alphonso Davies adalah bakat menarik yang ingin dilihat Marcel Desailly bermain di Premier League atau LaLiga.

Davies, 19, menjalani musim 2019-20 yang luar biasa bersama Bayern, menjadikan dirinya sebagai salah satu bek kiri terbaik di Eropa saat klub memastikan treble winners (Bundesliga, DFB-Pokal, dan Liga Champions).

Itu menutup perjalanan yang luar biasa dari dilahirkan di sebuah kamp pengungsi di Ghana setelah orang tuanya melarikan diri dari Liberia selama perang saudara di negara itu.

Davies pindah ke Kanada bersama keluarganya dan memperoleh kewarganegaraan pada 2017, dengan Desailly, yang lahir di Ghana tetapi mengangkat Piala Dunia bersama Prancis pada 1998, mengatakan karir bintang Bayern itu menunjukkan “keajaiban bisa terjadi”.

Dan meskipun pemain internasional Kanada itu memiliki kontrak dengan Bayern hingga 2025, Desailly ingin melihatnya menguji dirinya sendiri di Inggris atau Spanyol.

“Ya, ini perjalanan yang panjang, tapi itu salah satu hal hebat tentang olahraga. Itu bisa mengubah hidup dan keajaiban bisa terjadi,” kata Desailly.

“Hanya sedikit yang akan mencapai apa yang dia lakukan di Lisbon, tetapi ini adalah inspirasi yang luar biasa bagi semua orang muda di mana pun mereka berada untuk memberi mereka harapan dan memberi mereka impian akan hal-hal yang lebih baik di masa depan.

“Pengalaman saya tidak persis sama dengan Alphonso, tapi seperti dia, itu dimulai sebagai seorang anak kecil di Ghana. Dia pergi ke Kanada, saya pergi ke Prancis. Sepakbola mengubah hidup kami.

“Penampilan Alphonso di Liga Champions untuk Bayern luar biasa bagi seseorang yang baru berusia 19 tahun. Bundesliga beruntung memiliki dia. Dia adalah bakat yang sangat menarik, saya ingin melihatnya bermain di EPL atau LaLiga.”

Desailly sangat senang bisa bekerja dengan Laureus Sport for Good untuk mencoba membantu anak-anak muda yang kurang beruntung di Ghana.

Dia berkata: “Di Ghana, negara asal saya, Laureus membantu sebuah panti asuhan di mana kami membangun beberapa infrastruktur olahraga dan Anda dapat melihat bahwa ini membuka pikiran anak-anak.

“Sebagian besar anak-anak mengalami syok karena prostitusi, kekerasan dan masalah yang mereka miliki dan tiba-tiba olahraga memungkinkan mereka untuk lebih terbuka dan kami dapat memahami kebutuhan mereka.”