David Villa ingin dikenang sebagai pria yang rendah hati ketika dia mengakhiri karirnya yang indah sebagai pesepakbola.

Pria 37 tahun itu akan pensiun pada Januari setelah semusim berseragam Vissel Kobe di J-League.

Mantan striker Barcelona itu mengakhiri waktunya sebagai pemain pencetak rekor Spanyol di pertandingan internasional dan domestik untuk dua tim paling dominan di era baru-baru ini.

Namun, meskipun ada masa-masa menjadi oenaub bintang yang didominasi oleh Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, pemenang Piala Dunia itu senang dengan apa yang dihasilkannya.

Villa mengatakan kepada kantor berita PA: “Anda bisa sukses atau tidak, Anda bisa memiliki lebih banyak piala atau kurang piala, tetapi yang paling penting adalah memberikan segalanya kepada klub.

“Saya ingin orang-orang mengingat saya seperti itu, seorang pemain yang rendah hati, yang selalu memberikan segalanya di dalam dan di luar lapangan, seorang pria yang mencoba membantu semua klub tempat ia bermain dan memberi segalanya untuk olahraga ini.

“Saya selalu merasakan cinta dari banyak orang, jurnalis dan sepakbola dunia. Saya tidak membandingkan diri saya dengan pemain lain.

“Saya sangat senang dengan cinta yang diberikan semua orang kepada saya. Saya tidak lebih bahagia atau kurang bahagia karena orang lebih mencintai pemain lain daripada saya.

“Saya membuat keputusan untuk pensiun setelah banyak memikirkannya, berbicara dengan orang-orang di sekitar saya, yang mengenal saya dengan sangat baik. Ini bukan keputusan yang mudah tetapi itu adalah keputusan yang tepat untuk saat ini.

“Saya merasa baik, saya akan memberikan segalanya untuk Vissel Kobe dalam satu setengah bulan ke depan dan kemudian saya siap untuk langkah selanjutnya dalam hidup dan karir saya.”

Villa pergi dari Valencia ke Barcelona dan Atletico Madrid sebelum menghabiskan empat musim bersama New York City FC, mencetak 80 gol dalam 124 pertandingan di kompetisi MLS.

Dia memenangkan LaLiga dengan Barca sebanyak dua kali, dan sekali dengan Atletico sementara juga mencetak gol dalam kemenangan Barca  melawan Manchester United di final Liga Champions 2011.

Villa menjaringkan 59 gol dalam 98 penampilan untuk tim nasional Spanyol, memenangkan Piala Dunia 2010 dan Euro 2008, di mana ia mencetak 4 gol.

Generasi Spanyol tahun 2019 mencapai kejuaraan Eropa tahun depan setelah bermain imbang 1-1 dengan Swedia pada bulan Oktober.

Luis Enrique kembali sebagai pelatih, lima bulan setelah mengundurkan diri dari peran itu karena alasan pribadi.

Enrique mengundurkan diri pada Juni ketika putrinya yang berusia sembilan tahun Xana sakit parah karena kanker tulang dan kemudian meninggal pada bulan Agustus, dengan Robert Moreno mengambil alih kepelatihan.

Ini adalah turnamen pertama mereka sejak bencana Piala Dunia tahun lalu ketika Julen Lopetegui dipecat dua hari sebelum pertandingan pertama mereka setelah diumumkan sebagai pelatih Real Madrid.

Spanyol, di bawah asuhan Fernando Hierro, kalah adu penalti dengan tuan rumah Rusia di babak 16 besar dan Villa yakin itu menjadi pelajaran untuk negaranya.

“Itu adalah situasi yang buruk untuk federasi kami, tim kami, semuanya, saya tidak bisa mengatakan banyak karena saya tidak ada di sana tetapi jelas tim tidak siap di Piala Dunia terakhir,” David Villa menjelaskan.