Clarence Seedorf yakin Cristiano Ronaldo bisa menyamai rekor juara Liga Champions bersama tiga tim berbeda.

Seedorf memenangkan Liga Champions pertamanya bersama Ajax pada musim 1994/95, sebagai bagian dari tim berbakat Ajax yang mengirimkan gelombang kejutan ke seluruh Eropa. Ia kemudian bergabung dengan Real Madrid pada musim panas 1996, dan mengangkat trofi itu lagi pada musim 1997/98.

Seedorf juga memenangkan Liga Champions dua kali bersama AC Milan – pada musim 2002/03 dan 2006/07. Pelatih asal Belanda itu yakin Ronaldo yang sejauh ini telah memenangi trofi bersama dua klub berbeda bisa menyamai prestasinya.

Ronaldo memenangkan Liga Champions pertamanya bersama Manchester United pada musim 2007/08. Dia kemudian mengangkat trofi dalam jersey Real Madrid, memenangkan kompetisi klub Eropa utama sebanyak 4 kali selama 9 tahun di Bernabeu.

Ronaldo pindah ke Juventus pada musim panas 2018, tetapi sejauh ini gagal melaju ke babak perempatfinal kompetisi. Namun, pelatih asal Belanda itu yakin dengan Ronaldo yang memimpin lini depan, Juventus pada akhirnya akan memenangkan Liga Champions.

Seedorf tampaknya tidak terlalu peduli tentang prospek berbagi pencapaian uniknya dengan Ronaldo. Berbicara kepada Goal, pelatih asal Belanda itu menegaskan bahwa dia akan senang melihat pemain Portugal itu menyamai rekornya.

Dia berkata: “Akan sangat menyenangkan memiliki Cristiano Ronaldo menyamai rekor saya. Kita bisa saja berbicara tentang seseorang yang berbeda, bukan? Jadi, menurut saya itu bukan hal yang buruk.”

Mantan pemain Ajax ini senang menjadi pemain pertama yang mencapai prestasi tersebut dan yakin rekor harus dipecahkan. Dia juga mengungkapkan bahwa dia memiliki harapan yang tinggi dari Ronaldo di Juventus, dan memuji striker asal Portugal tersebut atas konsistensinya.

Dia berkata: “Saya akan selalu menjadi yang pertama dan itu tidak akan berubah, dan rekor ada di sana untuk disamai dan dipecahkan, dan Juventus pasti bisa selalu menjadi pesaing Liga Champions. Seperti yang saya katakan sebelumnya, Cristiano mempertahankan motivasinya dan miliknya. Mengapa tidak?”