Category Archives: MMA (Mixed Martial Arts)

Ada Banyak Manfaat Di Balik Latihan MMA

Seni bela diri campuran atau mixed martial arts kini banyak menjadi pilihan untuk dipelajari. Mixed martial arts atau MMA memang memiliki beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan kebanyakan disiplin seni bela diri. MMA merupakan campuran dari beberapa seni bela diri yang mengarah pada manfaat praktis dan fungsi pragmatis. Fleksibilitas dan keragaman terkait teknik bertarung dalam MMA juga menjadi daya tarik tersendiri. Sebagai sebuah cara bertarung pragmatis; MMA lebih mengutamakan hasil terkait keberhasilan melumpuhkan lawan dibandingkan aspek – aspek lain seperti keindahan gerakan ataupun filosofi di balik seni bela diri yang dipelajari dan dilatih. Latihan MMA ternyata memberi banyak pengaruh positif bagi mereka yang mempelajarinya. Setidaknya itulah yang diutarakan oleh beberapa petarung MMA yang kini sukses dalam berbagai turnamen.

Berlatih MMA Memberi Manfaat Bagi Kesehatan Fisik

Layaknya sebuah latihan olahraga berupa seni bela diri; latihan MMA memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh mereka yang berlatih. Latihan seni bela diri campuran merupakan perpaduan antara latihan fisik, ketahanan tubuh, teknik bertarung hingga pilihan strategi sebagai bagian dari upaya mengalahkan lawan. Latihan fisik dan ketahanan tubuh secara khusus memberi manfaat besar bagi tingkat kesehatan. Latihan teratur dan terukur di bawah bimbingan instruktur berpengalaman dan memiliki dasar ilmu latihan mixed martial arts akan memberi banyak manfaat dalam meningkatkan kualitas kesehatan seseorang.

Sedangkan latihan MMA terkait mengasah teknik bertarung juga memberi banyak manfaat bagi kesehatan fisik seseorang. Manfaat lain yang didapat tentu saja berupa kemampuan membela diri ketika dihadapkan pada situasi yang mengharuskan seseorang membela dirinya dari serangan lawan. Perkembangan zaman dan kondisi lingkungan yang kurang baik memang menuntut setiap orang memiliki kemampuan membela diri. Mixed martial arts sebagai sebuah seni bela diri prakmatis tentu sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Ada banyak teknik bertarung yang praktis dan taktis untuk menahan serangan hingga melumpuhkan lawan. Berlatih seni bela diri campuran bisa sangat bermanfaat bagi siapapun untuk memperoleh kemampuan membela diri; mulai dari anak – anak hingga mereka yang telah lanjut usia tanpa membedakan gender atau jenis kelamin.

Manfaat Berlatih MMA Bagi Kesehatan Psikis

Siapapun yang mengikuti latihan MMA di sebuah gym, dojo, sasana atau apapun sebutannya juga akan memperoleh banyak manfaat di luar manfaat kesehatan fisik. Berlatih MMA di sebuah tempat pemusatan latihan akan memberi kesempatan bagi siapapun untuk memiliki kehidupan sosial. Ada banyak kesempatan berinteraksi dengan banyak orang ketika berlatih MMA bersama – sama di bawah bimbingan seorang instruktur. Sebuah situasi yang tentu sangat bermanfaat bagi kesehatan psikis seseorang. Banyak orang yang sebelumnya menutup diri atau kurang percaya diri untuk bertemu orang lain memperoleh manfaat psikis dan sosial dari kegiatan berlatih MMA bersama – sama. Bertemu dengan banyak orang dengan minat yang sama bisa menjadi awal yang baik untuk memiliki kehidupan sosial yang sehat. Terlebih lagi mereka yang memutuskan berlatih MMA tentulah memiliki kepedulian pada kesehatan tubuh.

Mengikuti latihan MMA juga memiliki manfaat lain bagi kesehatan psikis seseorang. Korban tindak kekerasan atau korban bullying seringkali menjadi rendah diri atau memiliki kepercayaan diri yang rendah karena merasa tidak memiliki kemampuan membela diri. Berlatih MMA dapat menjadi solusi terbaik untuk memiliki bekal yang cukup untuk membela diri dari tindak kekerasan. Selain kemampuan teknis untuk mengatasi serangan tindak kekerasan; berlatih MMA juga akan meningkatkan rasa percaya diri seseorang.

Conor McGregor Masih Membuka Kemungkinan Bertarung Di Atas Ring Tinju

Salah satu daya tarik dari MMA atau mixed martial arts adalah keterlibatan banyak disiplin seni bela diri dan cabang olahraga pertarungan di dalamnya. Banyak petarung MMA yang memiliki latar belakang disiplin seni bela diri tertentu ataupun sebelumnya menjadi atlet cabang olahraga pertarungan seperti tinju. Beberapa petarung MMA terkenal saat ini memiliki latar belakang sebagai petinju; Conor McGregor merupakan salah satunya. McGregor yang kini merupakan pemegang gelar dunia UFC kelas Lightweight masih tercatat sebagai seorang petinju profesional. Petarung asal Irlandia tersebut bahkan sempat kembali bertarung di atas ring sebagai petinju profesional ketika masih berstatus sebagai juara dunia UFC kelas Lightweigt.

Conor McGregor Mencatat Kekalahan Di Pertarungan Pertama Sebagai Petinju Profesional

Kembalinya seorang juara dunia MMA bertarung sebagai petinju profesional menjadi salah satu daya tarik pertarungan antara Conor McGregor melawan Floyf Mayweather Jr yang digelar pada bulan Agustus lalu. Meski berstatus sebagai juara dunia UFC; McGregor menjadi pihak yang tidak diunggulkan pada pertarungan sebagai petinju profesional tersebut. Sebuah situasi yang kemudian terbukti di ronde 10 setelah ia dinyatakan kalah TKO oleh Mayweather Jr. McGregor juga sempat beberapa kali mendapat peringatan dari wasit karena refleknya sebagai petarung MMA dan melanggar peraturan tinju.

Meski dinilai mendapat perolehan nilai lebih banyak di 3 ronde pertama; namun stamina McGregor yang terbiasa bertarung di pertarungan MMA 3 ronde memang sepertinya tidak siap untuk bertarung hingga 12 ronde. Meski menelan kekalahan pada pertarungan pertamanya di atas ring tinju profesional; namun Conor McGregor mengaku siap untuk kembali naik ke atas ring untuk melawan petinju lain. McGregor memang dikenal mempelajari cabang olahraga tersebut sebelum memutuskan menjadi petarung MMA. Petarung asal Irlandia tersebut memiliki gaya bertinju Southpaw atau kidal.

Beberapa Petinju Yang Mungkin Akan Dilawan Conor McGregor

Kembali ke atas ring tinju disebut – sebut sebagai keinginan seorang Conor McGregor. Pernyataan tersebut bahkan ia utarakan langsung di atas ring usai dinyatakan kalah TKO oleh Floyd Mayweather Jr. Beberapa petinju telah disebut – sebut memiliki potensi bertarung melawan McGregor dalam waktu mendatang. Bahkan pertarungan McGregor vs Mayweather jilid dua juga disebut – sebut masih berpotensi besar terjadi meski Mayweather telah menyatakan diri pensiun usai kemenangan atas juara UFC tersebut. Seorang Paulie Malignaggi juga disebut – sebut berpotensi menjadi lawan McGregor sebagai petinju profesional. Malignaggi merupakan petinju veteran yang telah pensiun dan sempat berlatih bersama McGregor. Hanya saja terjadi hal kurang mengenakkan antara keduanya yang membuat Malignaggi enggan berlatih kembali bersama McGregor. Ia dikabarkan dipukul KO oleh McGregor; sebuah kabar yang disangkal oleh sang petinju.

Nama Amir Khan juga disebut – sebut sebagai petinju yang berpeluang besar memperoleh kesempatan bertarung melawan Conor McGregor di atas ring kotak dan bukan segi enam. Sebelum pertarungan McGregor melawan Mayweather; Khan mengatakan bahwa olahraga tinjuakan berakhir jika McGregor memenangkan pertarungan tersebut. Khan juga sempat mengatakan bahwa ia akan pergi ke Irlandia dan melawan McGregor di negara tersebut jika petarung MMA tersebut mengalahkan Mayweather. Meski kemudian McGregor kalah; Khan dikabarkan masih tertarik untuk bertarung melawan McGregor sebagai petinju profesional. Amir Khan kini dikabarkan tengah kembali berlatih di San Francisco, Amerika Serikat. Petinju lain yang juga berpeluang melawan McGregor adalah Kell Brook. Petinju tersebut dikabarkan ingin melawan petinju terbaik di kelas welterweight setelah sempat mencoba bertarung di kelas middleweight dan dikalahkan Gennady Golovkin.

Adu Banding antara Boxing dan MMA

Sedikit yang meragukan kemampuan bertarung Conor McGregor, dan paling banyak malah mempertanyakan apakah ia bisa bertinju. Walau terlatih sebagai seorang petinju, MMA merupakan jenis seni bela diri yang sangat berbeda dibandingkan tinju yang terbatasi oleh serangkaian aturan ketat. Bagaimanapun sulit membyangkan ketika McGregor harus bertinju melawan seorang Mayweather.

Kelemahan adalah Kekuatan

Tapi justru ada sisi lain yang dilihat oleh Andre Ward. Ia merupakan salah satu petinju kelas ringan terbaik di dunia. Sosok seperti McGregor malah bisa sangat berbahaya justru karena kelemahannya sendiri. Yakni kurangnya kemampuan pengalaman bertinju. Hal itulah yang membuatnya semakin berbahaya di ring, apalagi jika bertarung di ajang MMA. Misal ditandingkan dengan sosok seperti Mayweather, McGregor memang sangat mencolok kelemahannya. Tetapi lawannya akan kesulitan memahami karakteristik bertinjunya.

Dari situlah kita barangkali bisa mulai memahami bagaimana sesungguhnya pertarungan MMA dilangsungkan. Kemampuan dasar dari seorang petarung barangkali tidak terlalu kerap dipakai. Atau seperti contoh di atas, beberapa kekurangan dari seorang petarung di bidang aslinya malah menciptakan banyak faktor yang menguntungkan. Seperti yang ditunjukkan oleh McGregor. Di atas ring tinju konvensional, kemampuannya boleh dipertanyakan. Pengetahuan teoritis tentang bertinjun bisa sangat jauh dibandingkan dengan lawan-lawannya. Namun saat ia berlaga di ajang MMA, situasi akan berbeda. Kelemahan yang menyebabkannya dianggap miring justru dapat berkembang dengan sendirinya di ruang bertarung MMA.

Kondisi Ruang Bertarung

Satu hal lagi yang membedakan antara tinju dan MMA yaitu ruang di mana para petarung berlaga.Wakil Presiden UFC Performance Institute, Duncan French, menyatakan bahwa faktor ruang bertarung mempengaruhi taktik dan penerapan jurus. Ruang bertarung MMA yang berbenuk oktagon tidak memiliki sudut-sudut tajam seperti ring tinju biasa. Menurutnya, dari perspektif yang sangat taktis, petinju dengan mudahnya tersudutkan oleh lawan dengan kondisi sangat menyulitkan. Sementara itu, petinju yang menekan lawannya ke arah sudut memiliki kedudukan yang sangat strategis. Kondisi itu saling berkaitan dan banyak petinju yang harus mengatasi kesulitannya saat dalam kondisi tersudutkan.

Bentuk ring tinju dengan tali-talinya dapat dimanfaatkan sebagai pantulan petinju untuk menghindari serangan bertubi-tubi. Setiap petinju punya peluang menghindari pukulan demi pukulan dengan memanfaatkan tali-tali pembatas di empat sudut ring tinju. Kondisi itulah yang juga membedakan dari MMA. Ruang pertarungan MMA berbentuk oktagon dengan luas yang bisa menguras tenaga. Karena petarung harus mencari posisi ideal jika hendak menyudutkan lawan. Satu-satunya jalan tercepat ialah dengan mengunci lawan ke atas lantai.

Petinju di atas ring pun menghadapi konsekuensi sama. Harus memiliki kebugaran dan kalkukasi pukulan yang tak akan menguras tenaga sia-sia. Pendekatan yang dilakukan dari dua jenis pertarungan itu memang sangat berkebalikan.

Durasi

Durasi pertarungan pun sangat mempengaruhi. Pertandingan MMA terdiri dari lima menit kali lima ronde. Sedangkan tinju sebagaimana kita tahu terdiri dari 12 ronde dengan masing-masing durasi 3 menit. Yang terbiasa bertarung ala MMA dan harus menghadapi petinju di ring konvensional akan butuh waktu penyesuaian. Petarung di ring tinju pun tak boleh menggunakan kaki atau teknik lain kecuali kedua tangan yang mengenakan sarung tinju.

Dari situ ketemulah perbedaan dasar antara tinju dan MMA. Yaitu rasio effort-to-pause. Bagaimana masing-masing petarungnya mampu mengatur jeda dan secara cepat melakukan serangan yang taktis ke lawannya. Dengan batasan durasi di masing-masing jenis pertarungan itulah kemampuan tersebut harus diterapkan.

Perdebatan Kelayakan Aikido di MMA

Di antara berbagai seni bela diri yang dipertarungkan di ajang MMA, cabang Aikido paling kerap dipertanyakan kelayakannya. Bahkan sampai beberapa kali muncul tema perbicangan bahwa seni bela diri ini dilarang di MMA. Apa benar begitu? Faktanya tidak. Aikido tidaklah dilarang di MMA.

Kurang Efektif

Aikido sampai dianggap tak dibutuhkan di MMA bukan karena sifatnya yang berbahaya. Namun ada alasan yang mengemukakan bahwa cabang seni bela diri ini malah kurang efektif. Jauh lebih banyak teknik efektif dari seni bela diri daripada membuang waktu mempelajari jurus-jurus Aikido. Mungkin benar bahwa ada sejumlah gerakan yang dapat dipakai di MMA. Namun orang yang paham barangkali malah akan lebih memilih cabang seni bela diri lain seperti gulat dan jiu-jitsu.

Seni Bela Diri Bertahan

Dibandingkan cabang seni bela diri pada umumnya, Aikido didasarkan pada kebutuhan mempertahankan diri. Sementara itu MMA difokuskan untuk serangan-serangan dan secepat mungkin melumpuhkan lawan. Aikido dipelajari untuk membela diri yang berarti sifatnya pasif. Bukan sebuah teknik yang bersifat inisiatif menyerang atau agresif. Kondisi itulah yang menyebabkan wajar kalau Aikido kerap diabaikan dalam MMA.

Tetapi kalau disebut sebagai cabang seni bela diri yang kurang efektif, itu tidak tepat. Tergantung pada atlit yang menguasai teori dan praktik pertarungan Aikido. Selain itu adalah faktor kecepatan yang mesti dikuasai dengan benar oleh petarung Aikido. Ia hanya perlu memahami kapan dan bagaimana menerapkannya.

Tidak Melanggar Aturan MMA

Berdasar semua penjelasan di atas sebenarnya sudah jelas bahwa Aikido tidak pernah dibanned atau dilarang di MMA. Karena semua peraturan pertarungan Aikido tak bertentangan dengan MMA. Yang penting adalah di MMA tidak diperbolehkan petarung menggigit, menyerang mata, dan aksi-aksi kotor lainnya. Alasan yang dikemukakan dari penjelasan ini adalah bagaimana Aikido sesungguhnya sebuah seni bela diri yang sangat bagus. Hanya saja kondisi di MMA tidak memungkinnnya untuk dipertandingkan.

Perbedaan Aikido dan MMA

Jadi, perbedaan antara Aikido dan MMA ini bisa kita lihat dari sudut pandangnya. Merujuk dari arti bahasanya, Aikido terdiri dari tiga suku kata. Makna Ai adalah Cinta, Ki adalah Energi, dan Do adalah cara. Singkatnya, seni bela diri ini merupakan cara dari pelakunya untuk mempertahankan diri dengan upaya tidak menyakiti lawan.

Sungguh hal yang sangat berbeda dengan MMA yang rata-rata adalah agresif dan sifatnya terkesan brutal. Bertarung sampai melumpuhkan lawan dan pada titik yang barangkali bisa berakibat fatal. Kondisi itulah yang sebisa mungkin dihindari oleh petarung Aikido karena bertentangan dengan filosofi dasarnya.

Kalau mau mengulik lebih mendalam lagi, Aikio sebetulnya merupakan konsep. Yaitu konsep untuk mempertahankan diri dari serangan lawan yang membahayakan. Sementara MMA adalah olahraga. Jadi, tidak mungkin pula menempatkan dua hal ini sebagai hal bertentangan. Meski demikian cabang bela diri Aikido pun bisa digunakan dalam beberapa penerapan teknik MMA. Banyak pula petarung MMA yang memiliki dasar-dasar Aikido yang jika dipakai secara tepat bisa menundukkan lawan.

Terlepas dari persilangan pendapat dan kontroversi mengenai seni bela diri ini, banyak peminatnya yang berharap dapat menyaksikannya di ajang MMA. Lagipula MMA adalah pertarungan yang fair dan masih dilakukan di batas yang wajar. Memang benar bahwa Aikido bisa dilakukan dengan memakai senjata yang tentu berlawanan dengan aturan MMA. Tapi jika diterapkan di MMA pun wajib mematuhinya.

Garry Tonon Resmi Bergabung ke MMA

Petarung Brazilian Jiu-jitsu kenamaan Gary Tonon akhirnya resmi bergabung ke MMA. Rumor yang selama ini membayangi rencana kepindahannya menjadi kenyataan ketika petarung veteran ADCC membeberkan ke publik bahwa ia sudah menandatangani kesepakatan dengan promosi nomor satu MMA di Asia, One FC.

Cerita panjang promosi ini melibatkan para petarung elit One FC seperti jawara Roger Gracie dan Ben Askren. Jadi, kehadiran Tonon pun sebetulnya tak terlalu mengejutkan. Bahkan di awal musim panas ini, Tonon sukses menundukkan petarung kelas 1, Shinya Aoki dalam sebuah pertarungan gulat satu-satunya di kandang One FC.

Tantangan Baru Tonon

Tonon mengakui kalau ia merasa senang bergabung di One FC. Ia merasa kalau momen ini merupakan salah satu rangkaian dari evolusi karirnya. Semua yang ia harapkan dari dunia Jiu-jitsu sudah tercapai. Dan kali ini adalah waktu tepat untuk menyonsong tantangan baru.

Sebelumnya ia memang sudah sering mengungkapkan rencana debutnya di MMA. Saking seringnya ia menyatakan minat itu namun tak kunjung terlaksana, sebagian pihak menganggapnya skeptis. Terutama barisan penggemar Brazilian Jiu-jitsu yang merasa bahwa ia tak perlu pindah ke ajang pertarungan bebas itu. Lagipula Tonon sudah terlanjur dianggap sebagai petarung paling populer di cabang bela diri itu dan telah menghasilkan banyak profit melalui ajang Jiu-jitsu profesional. Fakta tersebut tak bisa dipungkiri karena di tahun 2016 ia termasuk dalam jajarang petarung profesional dengan jumlah pendapatan tertinggi. Oleh sebab itu, wajar jika kepindahannya ke MMA dipertanyakan sementara profit yang sudah ia capai sangat memuaskan.

Pencurian Para Petarung

Para penggemar di komunitas Brazilian Jiu-jitsu juga sudah sering mengalami bagaimana MMA telah sering mencuri petarung mereka. Nama-nama yang telah pindah ke MMA antara lain adalah Antonio Rodrigo Nogueira, Demian Maia, Jacare Souza, Vitor Belfort, BJ Penn, Gilbert Burns, dan yang paling terakhir ialah Mackenzie Dern. Daftar itu akan terus bertambah mengingat cabang bela diri ini punya basis penggemar yang sangat besar di dunia. Sejumlah nama pun terus merangkak naik ke tangga popularitas. Sebagian di antaranya sukses merebut gelar kejuaraan dunia. Tapi sisanya bahkan belum sempat mencicipi ajang tersebut dan terlanjur pindah ke MMA.

Para petarung Jiu-jitsu tak punya jalan lain untuk menghasilkan nafkah. Pihak sponsor bahkan nyaris tak ada yang berminat menjalin kerjasama. Sementara ajang pertarungan bela diri ini tergolong sangat kecil bahkan di negara asalnya, Brasil. Tak mengherankan jika ajang MMA menjadi semacam batu loncatan dari para petarungnya. Dibukanya rute yang lebih singkat dan praktis untuk memperkenalkan nama mereka ke publik yang lebih menyukai tontonan pertarungan bersifat populer.

Namun situasi bergeser di tahun ini. Kabarnya, sponsor di MMA mulai menyurut. Sementara Brazilian Jiu-jitsu nampaknya mulai menemukan konsep yang ideal untuk membayar para petarungnya. Salah satu bukti konkritnya terjadi ketika Fight to Win Pro akan membayar sejumlah 1 juta Dollar ke para atlitnya tahun ini. Hal semacam ini tak mungkin dibayangkan para petarung Jiu-jitsu sekitar satu dekade silam.

Anggapan bahwa MMA merupakan seni bela diri yang terkesan bar-bar dan kasar tak mungkin ditepis. Barangkali alasan itulah yang membuat kepindahan para petarung profesional tak diterima oleh sebagian penggemarnya. Namun tak bisa ditolak juga kenyataan perihal popularitas MMA di dunia. Kepindahan seorang bintang pun semestinya membuka referensi yang segar bagi para peminat bela diri dari berbagai belahan dunia.

Kemenangan-kemenangan Dahsyat Muay Thai di MMA

Ada alasan khusus mengapa penggemar MMA lebih menyukai Muay Thai sebagai jawaranya bela diri di kejuaraan. Seni bela diri ini dianggap memiliki efek kekuatan luar biasa, efisiensi maksimum, dengan gerakan-gerakan tanpa basa-basi yang membuktikan efektivitasnya saat diterapkan petarung di kandang MMA. Seni bela diri ini punya basis fans yang besar termasuk di ajang kejuaraan MMA. Sejumlah nama-nama tenar para petarung MMA pun rata-rata mengandalkan teknik seni bela diri ini. Sebut saja beberapa nama seperti Joanna Jedrzejcyk, Jose Aldo, Edson Barboza, dan sebagainya. Rangkaian penaklukan lawan oleh nama-nama yang disebutkan tadi dihasilkan melalui penerapan teknik bela diri Muay Thai yang dashyat dan sangat efektif. Nah, di bawah ini adalah para petarung yang sudah membuktikan jurus-jurus dashyat Muay Thai di MMA.

Jurus Efektif Anderson Silva

Petarung MMA ini mampu menggunakan teknik Muay Thai secara efektif dengan serangan lutut yang nyaris sulit ditandingi. Serangannya yang masih diingat sampai sekarang adalah momen debutnya melawan Rich Franklin. Waktu itu, Franklin merupakan salah satu sosok petarung terbaik di UFC. Namun ketika berhadapan dengan Silva, ia harus mengakui keunggulan petarung pendatang baru itu. Ia nyaris tak mampu bergerak setelah keduanya bertubi-tubi saling mengerahkan berbagai jurus tapi diakhiri dengan posisi kuncian Silva. Saat itulah Silva mulai membangun reputasinya sebagai petarung Muay Thai yang berhasil melancarkan jurus-jurus efektif menghadapi lawannya.

Tendangan Mematikan Donald Cerrone

Petarung kelas ringan ini diakui kemampuan jurus Muay Thai-nya. Kabarnya, sebelum resmi bergabung dengan MMA Profesional, ia merupakan salah satu atlit Muay Thai dengan catatan rekor tak terkalahkan selama 28 pertarungan. Dari catatan tersebut, 18 laga dimenangkannya secara KO hanya di babak awal. Sewaktu menghadapi Matt Brown, jurus-jurus terbaik Muay Thai dipertontonkan. Tendangan demi tendangan diarahkan sampai membuat Brown kebingungan. Berbagai level berbeda dari semua teknik tendangan Muay Thai ia gunakan bertubi-tubi selama berlaga. Pertarungan itu akhirnya ditutup oleh jurus serangan tendangan yang mendarat ke kepala Brown tepat di awal babak ke-tiga.

Jurus Siku Berputar Jon Jones

Para penggemar setia UFC pasti tak akan melupakan momen keren yang dilakukan Jon Jones saat menghadapi Stephen Bonnar di ajang UFC 94. Pergerakan jurus yang sangat susah dilupakan itu ialah melemparkan siku berputar ke arah lawannya. Setiap pakar dan praktisi Muay Thai mengakui bahwa teknik tersebut butuh ketrampilan dan waktu panjang untuk melatihnya. Padahal waktu itu baru laga ke-dua yang dijalani oleh Jon Jones. Sementara lawannya saat itu merupakan petarung veteran di laga UFC. Gerakan itu dilakukan setelah melancarkan tendangan dorongan, dilanjutkan serangan mendadak sikunya yang terputar ke belakang. Jurus itu akhirnya mementalkan Bonnar ke lantai.

Rekor Singkat Jose Aldo

Aldo mencatatkan rekor mengesankan  melalui kemenangan KO tercepat melawan Cub Swanson. Hanya dalam waktu 8 detik ia berhasil menundukan Swanson sekaligus mencatatkan dalam sejarah MMA sebagai kemenangan tercepat. Rekor itu pula yang membuktikan kemampuan Muay Thai Aldo yang diakui para pengamat dan penggemar seni bela diri ini. Pertarungan langsung dimulai ketika dua orang ini saling menyentuhkan sarung tangan. Aldo melemparkan dirinya dengan posisi lutut tertekuk ke arah pelipis Swanson. Lawannya tersungkur seketika tanpa perlawanan sewaktu Aldo melancarkan beberapa pukulan kecil yang akhirnya dihentikan oleh wasit. Serangan itu aslinya hendak dihindari oleh Swanson namun sayangnya ia terlambat dan malah terkena pelipisnya.

Taekwondo Mewarnai Banyak Gaya Bertarung Petarung MMA

Beberapa disiplin seni bela diri berhasil meraih sukses di ajang pertarungan seni bela diri campuran atau mixed martial arts. Bertarung di ajang MMA menjadi tantangan tersendiri bagi petarung dari disiplin seni bela diri tertentu. Pertemuan petarung yang menggunakan teknik dan gaya bertarung berbeda membuat ajang pertarungan MMA menjadi sangat menarik. Petarung dengan dasar beberapa disiplin seni bela diri seringkali memiliki peluang lebih besar meraih sukses di ajang MMA. Di antara beberapa petarung MMA populer; terdapat beberapa petarung yang memiliki dasar disiplin seni bela diri Taekwondo. Sedangkan beberapa yang lain memiliki dasar disiplin seni bela diri lain; namun sering menampilkan teknik bertarung yang menjadi bagian dari teknik seni bela diri tersebut.

Beberapa Petarung Dari Disiplin Seni Bela Diri Lain Yang Dipengaruhi Teknik Taekwondo

Pertarungan dalam ajang MMA pada dasarnya dibagi menjadi dua jenis; yaitu pertarungan dengan berdiri dan pertarungan di atas lantai. Teknik Taekwondo bisa menjadi semacam repertoar yang efektif bagi petarung ketika melakukan pertarungan berdiri. Teknik pukulan dan tendangan dalam disiplin seni bela diri tersebut bisa menjadi senjata mematikan untuk memukul KO lawan.

  • Seorang Denis Siver memiliki dasar disiplin seni bela diri Karate; namun petarung MMA tersebut seringkali memperlihatkan gaya dan teknik bertarung yang berasal dari seni bela diri TKD. Siver sering memperlihatkan teknik tendangan depan memutar yang dipastikan bukan dari latihan Karate yang ia jalani. Sedangkan ciri khas yang dimiliki Siver berupa tendangan belakang memutar yang merupakan ciri khas teknik tendangan TKD.
  • Uriah Hall merupakan ptarung lain yang memiliki dasar seni bela diri lain; namun melibatkan teknik bertarung Taekwondo ketika berada di atas ring pertarungan MMA. Hall berlatih Kyokushin Karate sebelum terlibat dalam pertarungan MMA. Aliran Karate tersebut memiliki banyak teknik bertarung yang menarik; namun kebanyakan petarung dengan dasar Kyokushin Karate lebih sering bertarung dengan gaya serangan cepat yang kadang terkesan brutal dibandingkan dengan mengeluarkan teknik – teknik serangan lain. Sementara Hall memiliki gaya bertarung yang dinamis; terutama dalam pertarungan berdiri dengan jarak renggang. Gaya bertarung tersebut memperlihatkan pengaruh Taekwondo pada seorang Uriah Hall. Bukti lain yang melekat pada diri Hall adalah teknik tendangan hook terbalik yang memiliki kekuatan sangat besar; sebuah teknik yang bukan berasal dari latihan Kyokushin Karate.

Petarung MMA Dengan Latar Belakang Taekwondo

Berbeda dengan Uriah Hall dan Denis Siver yang memasukkan unsur Taekwondo ke dalam teknik bertarung yang dipraktekkan di atas ring MMA. Beberapa petarung berikut ini secara khusus mempelajari TKD dan beberapa di antaranya memang merupakan atlet dari cabang seni bela diri tersebut.

  • Anderson Silva merupakan atlet tingkat 5 sabuk hitam Taekwondo gaya Olimpiade. Meski juga belajar Muay Thai dan menjadikan disiplin tersebut sebaga dasar gaya bertarungnya; beberapa teknik TKD seperti tendangan snap masih sering ia perlihatkan ketika berada di atas ring.
  • Edson Barboza menjadi petarung MMA lain yang merupakan atlet Taekwondo. Ia merupakan atlet bersabuk hitam dan menggunakan banyak teknik TKD di atas ring MMA. Barboza dikenal dengan tendangan yang cepat dan keras. Kemenangan KO atas Terry Etim ia raih dengan sebuah tendangan putar terbalik yang merupakan kemenangan KO dengan teknik tersebut di ajang UFC.
  • Berbeda dengan kedua petarung tadi; seorang Conor McGregor yang ingin memperbaiki teknik tendangannya secara khusus belajar Taekwondo. Beberapa teknik tendangan TKD kini melengkapi repertoar teknik bertarung McGregor ketika berada di atas ring MMA. Ia terlihat sering memperlihatkan tendangan samping, tendangan switch, tendangan depan snap hingga tendangan putar dengan jangkauan yang jauh.
« Older Entries