Category Archives: Serie A (Liga Itali)

Prediksi Serie A: Napoli vs Fiorentina

Napoli vs Fiorentina

Setelah kalah dari Juventus dan melepaskan posisi puncak klasemen Serie A, Napoli akan menjamu Fiorentina yang sedang mencari cara ke zona Eropa.

Napoli tersingkir dari kompetisi Liga Champions ketika kalah dari Feyenoord pada pertengahan pekan, yang terjadi setelah mereka menyerahkan posisi teratas klasemen Serie A ke Juventus. Tampaknya ini adalah masalah klasik yang dialami tim asuhan Sarri, tapi dapatkah mereka bangkit pada Minggu malam ?

Klub berjuluk Partenopei itu berakhir dalam posisi yang sangat mirip dengan musim lalu, saat mereka juga memulai musim dengan rekor mengesankank kemudian kehilangan Arkadiusz Milik karena cedera dan itu membuat mereka kesulitan dalam jangka waktu cukup lama. Sementara Napoli adalah salah satu tim yang terbilang konsisten dan tampil brilian, masalah cedera selalu jadi mimpi buruk setia musim dan akhirnya selalu gagal memenangkan Scudetto.

Napoli berada dalam situasi yang sama kali ini, dengan Faouzi Ghoulam terpaksa absen untuk sebagian besar musim ini. Bek kiri itu adalah pemain kunci yang bisa membuat pertahanan Napoli sangat mengesankan dan karena cedera, pemain lain telah menggantikan posisinya. Kemudian juga Dries Mertens yang diplot sebagai striker utama, hanya mencetak 1 gol dalam 7 pertandingan terakhir, bahkan gagal mencetak gol di 4 pertandingan Serie A.

Sementara Partenopei cenderung diunggulkan, kehilangan Lorenzo Insigne karena cedera adalah masalah besar bagi tim yang dimiliki Laurentiis tersebut. Terutama karena pemain Italia itu adalah playmaker yang sangat diandalkan.

Sedangkan bagi Fiorentina yang bertandang ke San Paolo, tampaknya tidak memiliki masalah cedera serius dan bisa menampilkan skuad penuh malam nanti. Tetapi masalah mentalitas masih hinggap di klub berjuluk La Viola tersebut dan diatas kertas, dari segi pemain maupun strategi, Napoli masih lebih diunggulkan.

 

Head to Head

  • 21/05/17 Napoli 4 – 1 Fiorentina
  • 25/01/17 Napoli 1 – 0 Fiorentina
  • 23/12/16 Fiorentina 3 – 3 Napoli
  • 01/03/16 Fiorentina 1 – 1 Napoli
  • 18/10/17 Napoli 2 – 1 Fiorentina

 

Lima pertandingan terakhir Napoli

  • 07/12/17 Feyenoord 2 – 1 Napoli
  • 02/12/17 Napoli 0- 1 Juventus
  • 26/11/17 Napoli 1 – 0 Udinese
  • 22/11/217 Napoli 3 – 0 Shakhtar Donetsk
  • 19/11/17 Napoli 2 – 1 AC Milan

 

Lima pertandingan terakhir Fiorentina

  • 03/12/17 Fiorentina 3 – 0 Sassuolo
  • 27/11/17 Fiorentina 1 – 1 Lazio
  • 19/11/17 Fiorentina 1 – 1 Spal 2013
  • 05/11/17 Fiorentina 2 – 4 AS Roma
  • 29/10/17 Fiorentina 1 – 2 Crotone

 

Napoli(4-4-2): Pepe Reina, Raul Albiol, Mário Rui, Kalidou Koulibaly, E.Hysaj, M arek Hamšík, Allan, Jorginho, Dries Mertens, José Callejón, Lorenzo Insigne

Fiorentina(3-4-3): M.Sportiello, Davide Astori, V.Laurini, C.Biraghi, G.Pezzella, M.Badelj, J.Veretout, M.Benassi, C.Théréau, Giovani Simeone, Federico Chiesa

Prediksi Serie A: Juventus vs Inter Milan

Juventus vs Inter Milan

Serie A akan menghadirkan Derby d’Italia akhir pekan ini, dimana Juventus akan menjamu Inter Milan yang sedang memuncaki klasemen.

Untuk akhir pekan kedua berturut-turut, pertandingan besar Serie A akan menampilkan sang juara bertahan dan pemimpin klasemen Serie A. Juventus menang 1-0 atas Napoli akhir pekan lalu untuk tetap masuk dalam perburuan gelar, namun pemenang terbaik pekan lalu adalah Inter, yang berhasil melompati Partenopei dan pindah ke posisi teratas. Sekarang mereka menghadapi Juve di Derby d’Italia, tapi bisakah mereka sukses dan menghindari nasib buruk seperti Npaoli ?

Tim asuhan Allegri bermain negatif saat unggul atas Napoli dan itu adalah kemenangan klasik dari tim seperti Juventus. Hal tersebut ditambah klub berjuluk Bianconeri itu berhasil meraih kemenangan di pertengahan pekan, mengklaim kemenangan di Yunani untuk masuk ke babak 16 besar Liga Champions.

Keberhasilan atau kegagalan musim Juve sejauh ini bisa saja tergantung hasil akhir melawan Inter. Mereka melawan tim yang tak terkalahkan dan mendapat manfaat dari absen di sepakbola Eropa musim ini. Satu kekhawatiran untuk Inter adalah Icardi terlalu diandalkan dalam hal mencetak gol, dan dia sering menjadi penyelamat saat tim asuhan Spalletti mandek di menit-menit terakhir pertandingan.

Tetapi hal semacam itu bukan masalah baru bagi Inter, karena mereka punya 3 pertandingan tandang tanpa mencetak gol. Sedangkan Juve telah memenangkan 7 dari 9 pertandingan terakhir mereka di kandang.

Tim asuhan Allegri bahkan memenangkan 6 dari 7 pertandingan terakhir di Serie A, sementara mereka telah menang 41 dari 43 pertandingan terakhir di liga. Mengingat rekor tersebut, Juve yang bertindak sebagai tuan rumah bisa diuntungkan.

 

Head to Head

  • 06/02/17 Juventus 1 – 0 Inter Milan
  • 18/09/16 Inter Milan 2 – 1 Juventus
  • 03/03/16 Inter Milan 3 – 0 P Juventus
  • 29/02/16 Juventus 2 – 0 Inter Milan
  • 28/01/16 Juventus 3 – 0 Inter Milan

 

Lima pertandingan terakhir Juventus

  • 19/11/17 Sampdoria 3 – 2 Juventus
  • 23/11/17 Juventus 0 – 0 Barcelona
  • 27/11/17 Juventus 3 – 0 Crotone
  • 02/12/17 Napoli 0 – 1 Juventus
  • 06/12/17 Olympiakos 0 – 2 Juventus

 

Lima pertandingan terakhir Inter Milan

  • 31/10/17 Hellas Verona 1 – 2 Inter Milan
  • 05/11/17 Inter Milan 1 – 1 Torino
  • 20/11/17 Inter Milan 2 – 0 Atalanta
  • 26/11/17 Cagliari 1 – 3 Inter Milan
  • 03/12/17 Inter Milan 5 – 0 Chievo

 

Juventus (4-3-3): Szczesny, Sandro, Chiellini, Benatia, De Sciglio, Pjanic, Khedira, Marchisio, Mandzukic, Higuain, Dybala

Inter Milan (4-2-3-1): Handanovic, Santon, Miranda, Skriniar, D’Ambrosio, Vecino, Gagliardini, Perisic, Valero, Candreva, Icardi

Prediksi Serie A: Inter Milan vs Chievo Verona

Inter vs Chievo

Klasemen papan atas Serie A semakin panas, setelah Napoli kalah dari Juventus, Inter Milan akan menjamu Chievo di Giuseppe Meazza.

Inter Milan berpeluang memenangkan pertandingan pada Minggu malam, dengan empat dari enam besar akan saling berhadapan dan itu termasuk pertandingan hari Jumat antara Napoli dan Juventus, yang bisa jadi keuntungan sendiri bagi tim asuhan Spalletti. Namun apakah Nerazzuri sanggup menutup celah dari dua klub yang ada di atasnya ?

Inter secara mengejutkan menjadi salah satu kandidat juara liga musim ini, menyusul awal yang mengesankan. Terakhir kali mereka tidak mampu mencapai zona Eropa dan telah memiliki 3 pelatih antara bulan Agustus sampe bulan Mei tahun ini. Namun, yang akhirnya bisa membuat perbedaan adalah Spalletti. Tanpa turnamen Eropa dan masalah Cedera, Inter benar-benar menjadi tim yang berbeda dibandingkan musim lalu.

Peluang juara bagi Inter telah didorong oleh performa Mauro Icardi yang sudah memiliki 15 gol di liga. Striker asal Argentina itu juga bermain konsisten di Giuseppe Meazza, mencetak 10 gol dalam 7 pertandingan.

Di sisi lain, Chievo kebobolan cukup banyak musim ini, dan hanya Crotone yang telah kebobolan gol lebih banyak, sementara Icardi adalah salah satu striker paling berbahaya di liga, maka dia bisa kembali mencatatkan namanya di papan skor.

Sementara Icardi adalah pencetak gol terbanyak Inter, dia telah memberikan kontribusi 53% dari gol Nerazzurri di liga. Selain Icardi, Spalletti tidak punya stok penyerang yang benar-benar mapan dan bisa diandalkan.

Sedangkan bagi tim tamu, mereka hanya mencetak gol dalam 14% pertandingan tandang dan Minggu ini bisa menjadi salah satu mimpi buruk bagi tim yang menang kalah 2 kali, imbang 2 kali dan menang sekali dalam 5 pertandingan terakhir.

Melihat situasi tersebut, maka Inter cukup jelas dijadikan favorit untuk memenangkan pertandingan ini dengan selisih lebih dari satu gol.

 

Head to Head

  • 15/01/17 Inter Milan 3 – 1 Chievo Verona
  • 22/08/16 Chievo Verona 2 – 0 Inter Milan
  • 04/02/16 Inter Milan 1 – 0 Chievo Verona
  • 20/09/15 Chievo Verona 0 – 1 Inter Milan
  • 03/05/15 Inter Milan 0 – 0 Chievo Verona

 

Lima pertandingan terakhir Inter Milan

  • 25/10/17 Inter Milan 3 – 2 Sampdoria
  • 31/10/17 Hellas Verona 1 – 2 Inter Milan
  • 05/11/17 Inter Milan 1 – 1 Torino
  • 20/11/17 Inter Milan 2 – 0 Atalanta
  • 26/11/17 Cagliari 1 – 3 Inter Milan

 

Lima pertandingan terakhir Chievo Verona

  • 26/10/17 Chievo Verona 1 – 4 AC Milan
  • 29/10/17 Sampdoria 4 – 1 Chievo Verona
  • 05/11/17 Chievo Verona 0 – 0 Napoli
  • 19/11/17 Torino 1 – 1 Chievo Verona
  • 26/11/17 Chievo Verona 2 – 1 SPAL

 

Inter Milan (4-3-3): Samir Handanovic, Danilo D’Ambrosio, Milan Skriniar, Miranda, Davide Santon, Matias Vecino, Roberto Gagliardini, Antonio Candreva, Borja Valero, Ivan Perisic, Mauro Icardi

Chievo Verona (4-4-2): Stefano Sorrentino, Massimo Gobbi, Bostjan Cesar, Nenad Tomovic, Fabrizio Cacciatore, Perparim Hetemaj, Samuel Bastien, Lucas Nahuel Castro, Valter Birsa, Riccardo Meggiorini, Roberto Inglese

Prediksi Serie A: Benevento vs AC Milan

Benevento vs AC Milan

Terpuruk di klasemen Serie A, Benevento harus menjamu AC Milan yang sedang mencari bentuk terbaik di bawah kepelatihan Gattuso.

AC Milan memulai pertandingan tanpa Vincenzo Montella akhir pekan ini, setelah dewan Rossoneri akhirnya mengambil keputusan untuk memecat mantan pemain depan Italia tersebut. Gennaro Gattuso telah dibawa untuk menggantikannya, dengan klub tersebut menargetkan untuk kembali ke Liga Champions setelah menginvestasikan lebih dari € 200 juta untuk membeli pemain baru di musim panas. Meskipun begitu, mereka mengalami kemunduran di bawah kepemimpinan Montella dengan 11 poin yang memisahkan Milan dan empat besar klasemen, sehingga Gattuso punya tiga besar untuk mempertahankan posisinya.

Mungkin tidak akan pernah ada sambutan yang lebih baik untuk pekerjaan baru daripada bertemu dengan Benevento. Sementara setiap pelatih baru akan memilih pertandingan kandang untuk mendapatkan kepercayaan diri, tetapi perjalanan ke Benevento bisa memiliki hasil yang berbeda. Penyihir dari Selatan itu mengalami 14 pertandingan awal musim ini, sebuah rekor terburuk dari lima liga besar Eropa sehingga Milan difavortikan pada pertandingan Minggu malam nanti.

Mengingat bahwa Milan telah menjadi tim yang tidak konsisten, mereka seharusnya bisa memenangkan yang satu ini. Rossoneri mengalami kekalahan dari semua klub papan atas Serie A dan punya rekor lebih baik ketika melawan tim yang lebih rendah.

Di sisi lain, Benevento rata-rata kebobolan 2,57 gol per pertandingan kandang musim ini menghadapi sebagian besar tim papan atas Italia. Mengingat masalah tersebut, tentu saja ini akan jadi pertandingan “uji coba” yang baik untuk Gattuso menjalani debut kepelatihan Rossoneri.

Benevento setidaknya berhasil mencetak gol melawan Lazio dan Sassuolo di kandang, sementara mereka mencetak gol dalam empat dari lima pertandingan terakhir dan bisa saja membobol gawang tim tamu yang masih belum menemukan bentuk terbaik.

Dengan Milan masih menggunakan tiga bek sejajar dan mungkin ingin memulai dengan dua striker, tim yang dipimpin Gattuso ini berpotensi mencetak gol di awal-awal pertandingan dan bahkan membawa pulang 3 poin penting.

 

Lima pertandingan terakhir Benevento

  • 26/10/17 Cagliari 2 – 1 Benevento
  • 29/10/17 Benevento 1 – 5 Lazio
  • 05/11/17 Juventus 2 – 1 Benevento
  • 19/11/17 Benevento 1 – 2 Sassuolo
  • 28/11/17 Atalanta 1 – 0 Benevento

 

Lima pertandingan terakhir AC Milan

  • 03/11/17 AEK Athens 0 – 0 Milan
  • 06/11/17 Sassuolo 0 – 2 Milan
  • 19/11/17 Napoli 2 – 1 Milan
  • 24/11/17 Milan 5 – 1 Austria Wien
  • 26/11/17 Milan 0 – 0 Torino

 

Benevento (4-4-2): Alberto Brignoli, Lorenzo Venuti, Luca Antei, Andrea Costa, Gianluca Di Chiara, Nicolas Viola, Amato Ciciretti, Danilo Cataldi, Raman Chibsah, Marco D’Alessandro, Samuel Armenteros

AC Milan (3-4-3): Gianluigi Donnarumma, Alessio Romagnoli, Leonardo Bonucci, Mateo Pablo Musacchio, Giacomo Bonaventura, Riccardo Montolivo, Franck Yannick Kessie, Fabio Borini, Manuel Locatelli, Suso, Nikola Kalinic

Prediksi Serie A: Sampdoria vs Lazio

Sampdoria vs Lazio

Untuk memperebutkan tiket Eropa musim depan, Sampdoria akan menjamu lazio pada lanjutan Serie A.

Dua dari enam tim papan atas Serie A musim ini akan saling berhadapan pada Minggu malam saat Lazio melakukan perjalanan ke Sampdoria. Kedua belah pihak tampil di atas ekspektasi di liga Italia musim ini, dengan il Samp berhasil mengejutkan para pesaing untuk masuk ke zona Liga Europa. Sebagai tuan rumah, tim yang dilatih Giampaolo ini berpeluang mendekati tempat Liga Champions asalkan menang atas Lazio.

Tapi Lazio memiliki rekor terbaik kedua di papan atas, dengan satu-satunya kekalahan mereka terjadi saat berhadapan dengan AS Roma. Mereka juga meraih 18 poin dari pertandingan tandang musim ini, yang menjadi pertanda bagi pertahanan Sampdoria. Namun, tim tuan rumah telah berhasil meraih enam kemenangan dari enam pertandingan di Luigi Ferraris, jadi masih harus dipertanyakan apakah tim ibukota bisa mencuri poin pada Minggu malam.

Salah satu hasil buruk Sampdoria adalah kalah 3-0 dari Bologna akhir pekan lalu, namun mereka rata-rata mencetak 3,17 gol di kandang dan tim tamu tampaknya harus lebih berhati-hati terkait lini belakang mereka.

Tetapi perlu diingat juga bahwa Lazio adalah salah satu pencetak gol terbanyak di Serie A dengan raihan 33 gol danhampir setengahnya berasal dari Ciro Immobile. Pemain depan asal Italia ini telah bermain di 14 pertandingan dan berhasil mencetak 19 gol yang merupakan rekor brilian. Dia sejajar dengan Mauro Icardi dalam perlombaan meraih sepatu emas dan bisa membawa Aquile melebihi ekspetasi.

Selain itu, tim yang dipimpin Simone Inzaghi ini telah mencetak gol dalam lima pertemuan terakhir melawan Sampdoria, dan Immobile bisa saja menambahkan pundi-pundi golnya akhir pekan ini.

Diatas kertas, saat ini keduanya tampak seimbang dan jika sesuai prediksi, maka skor akhir pertandingan ini adlaah 1-1.

 

Head to Head

  • 07/05/17 Lazio 7 – 3 Sampdoria
  • 11/12/16 Sampdoria 1 – 2 Lazio
  • 24/04/16 Sampdoria 2 – 1 Lazio
  • 15/12/15 Lazio 1 – 1 Sampdoria
  • 17/05/15 Sampdoria 0 – 1 Lazio

 

Lima pertandingan terakhir Sampdoria

  • 25/10/17 Internazionale 3 – 2 Sampdoria
  • 29/10/17 Sampdoria 4 – 1 Chievo
  • 05/11/17 Genoa 0 – 2 Sampdoria
  • 19/11/17 Sampdoria 3 – 2 Juventus
  • 25/11/17 Bologna 3 – 0 Sampdoria

 

Lima pertandingan terakhir Lazio

  • 29/10/17 Benevento 1 – 5 Lazio
  • 03/11/17 Lazio 1 – 0 Nice
  • 19/11/17 Roma 2 – 1 Lazio
  • 24/11/17 Lazio 1 – 1 Vitesse
  • 27/11/17 Lazio 1 – 1 Fiorentina

 

Sampdoria (4-4-2): Emiliano Viviano, Bartosz Bereszynski, Matias Silvestre, Gian Marco Ferrari, Ivan Strinic, Edgar Barreto, Lucas Torreira, Dennis Praet, Gaston Ramirez, Fabio Quagliarella, Duvan Zapata

Lazio (3-4-1-2): Thomas Strakosha, Stefan Daniel Radu, Stefan de Vrij, Bastos, Sergej Milinkovic-Savic, Lucas Leiva, Marco Parolo, Adam Marusic, Luis Alberto, Senad Lulic, Ciro Immobile

Prediksi Serie A: Napoli vs Juventus

Napoli vs Juventus

Serie A akhir pekan ini akan dimulai dengan pertandingan dua raksasa Italia, Juventus dan Napoli.

Juventus dan Napoli masih bersaing di papan atas Serie A sejauh ini, namun pertemuan pada Jumat malam akan menjadi salah satu yang terpenting untuk akhir musim. Tim tuan rumah datang ke pertandingan ini sebagai pemimpin liga, tak terkalahkan sejauh ini. Sementara itu, juara bertahan Serie A tampak belum konsisten dan membuat Partenopei mencuri kesempatan tersebut. Kedua tim adalah calon Scudetto musim ini dan cukup jelas ini adalah pertandingan yang bisa berjalan dengan tensi tinggi.

Jika dilihat sampai saat ini, Napoli seperti tim terkuat di Serie A, dengan Juventus tertinggal dibelakangnya. Bianconeri bisa melihat dominasi mereka di liga ini berakhir, karena tim tamu benar-benar jauh puncak klasemen. Fakta bahwa Juve telah mencoba untuk bermain lebih ofensif dan mencoba mengimbangi Napoli adalah situasi genting.

Kedua tim telah mencetak 8 gol dari 9 pertemuan terakhir, dan musim lalu kedua raksasa Italia ini mencetak 4 gol di dua pertemuan. Baik tim tuan rumah maupun tim tamu memiliki serangan fantastis, dan mereka punca statistik terbaik di Italia saat ini.

Perlu diingat juga bahwa, Napoli mengalahkan Juve dengan skor 3-2 dalam pertemuan terakhir musim lalu, dan hasil yang serupa tidak akan mengejutkan disini karena tim asuhan Sarri telah mencetak 3 gol sendiri di 13 dari 18 pertandingan terakhir di liga.

Bagi Juve, sosok Gonzalo Higuain adalah salah satu yang bisa diandalkan karena sanggup menyarangkan 4 gol ke gawang mantan timnya, namun bagi tim tamu, Mertens dan Insigne bisa memupuskan harapan Juve untuk mencelah poin.

Diatas kertas, kedua tim tampak berimbang sehingga hasil akhir 1-1 atau 0-0 bisa terjadi akhir pekan ini.

 

Head to Head

  • 06/04/17 Napoli 3 – 2 Juventus
  • 03/04/17 Napoli 1 – 1 Juventus
  • 01/03/17 Juventus 3 – 1 Napoli
  • 30/10/16 Juventus 2 – 1 Napoli
  • 14/02/16 Juventus 1 – 0 Napoli

 

Lima pertandingan terakhir Napoli

  • 26/11/17 Udinese 0 – 1 Napoli
  • 22/11/17 Napoli 3 – 0 Shakhtar Donetsk
  • 19/11/17 Napoli 2 – 1 AC Milan
  • 05/11/17 Chievo 0 – 0 Napoli
  • 02/11/17 Napoli 2 – 4 Manchester City

 

Lima pertandingan terakhir Juventus

  • 27/11/17 Juventus 3 – 0 Crotone
  • 23/11/17 Juventus 0 – 0 Barcelona
  • 19/11/17 Sampdoria 3 – 2 Juventus
  • 05/11/17 Juventus 2 – 1 Benevento
  • 01/11/17 Sporting 1 – 1 Juventus

 

Napoli (4-3-3): Pepe Reina, Elseid Hysaj, Raul Albiol, Kalidou Koulibaly, Mario Rui, Allan, Jorginho, Marek Hamsik, Jose Maria Callejon, Dries Mertens, Lorenzo Insigne.

Juventus (4-2-3-1): Gianluigi Buffon, Alex Sandro, Giorgio Chiellini, Benedikt Hoewedes, Mattia De Sciglio, Miralem Pjanic, Sami Khedira, Mario Mandzukic, Douglas Costa, Paulo Dybala, Gonzalo Higuain.

Starting XI Gabungan Milan Tahun 2003: Donnarumma dan Bonucci Yang Layak Mewakili Dari Generasi Saat Ini

AC Milan

AC Milan pada musim 2002-2003 sangatlah fenomenal dengan banyak pemain bintang dan bahkan menjuarai Liga Champions, dan jika ada dua nama pemain saat ini yang bisa bermain di era tersebut, Donnarumma dan Bonucci lah pilihannya.

Gennaro Gattuso ditunjuk sebagai pelatih AC Milan pada hari Senin menyusul pemecatan Vincenzo Montella, dan dia akan menghadapi tantangan besar untuk mengembalikan Rossoneri ke hari-hari kejayaan seperti yang ia nikmati sebagai pesepakbola.

Montella harus membayar hasil buruk tersebut karena gagal mendapatkan yang terbaik dari skuad yang mengalami transformasi dengan biaya besar di musim panas. Tapi meski ada pengeluaran signifikan dari pemilik baru, jika harus memilih para pemain yang tampil di final Liga Champions 2003, ada dua pemain dari generasi saat ini yang layak masuk ke tim tersebut. Lalu bagaimana susunan pemainnya dalam satu formasi ?

 

Kiper: Gianluigi Donnarumma

Dalam starting line-up, ada satu posisi yang layak diwakili oleh pemain Milan generasi saat ini.

Nelson Dida memang terbukti sebagai andalan Milan dan Brasil di masa lalu, memenangkan Serie A, Liga Champions dan Piala Dunia. Tapi dia tidak selalu sempurna dan tentu saja diuntungkan karena bermain dengan lini pertahanan yang sangat baik.

Donnarumma yang digembar-gemborkan sebagai pewaris Gianluigi Buffon, belum bisa membuktikan keunggulan Dida. Namun jika ia bisa menandingi trofi bintang eks-Selecao tersebut, maka dia bisa unggul dibandingkan semua kiper Milan di masa lalu.

 

Pertahanan: Alessandro Costacurta, Alessandro Nesta, Leonardo Bonucci, Paolo Maldini

Hanya satu anggota dari pertahanan Milan saat ini yang bisa dibilang siap bermain bersama orang-orang hebat yang terbukti baik di awal 2000an. Dan mengingat penampilan yang belum konsisten sejauh musim ini, penyertaan Leonardo Bonucci diantara empat bek memiliki catatan khusus.

Hal ini terjadi saat Bonucci memenangkan banyak hal dengan Juventus dan Italia sehingga dianggap setara dengan Alessandro Costacurta, Alessandro Nesta dan Paolo Maldini.

 

Gelandang: Gennaro Gattuso, Andrea Pirlo, Clarence Seedorf

Hakan Calhanoglu, Lucas Biglia dan Franck Kessie tiba di San Siro jelang musim 2017-18, namun tidak ada gelandang Milan saat ini yang bisa memenangkan sebuah tempat di starting XI dari trio yang mengalahkan Juventus di Old Trafford 14 tahun lalu.

Gattuso pernah mengaku bahwa bermain bersama Pirlo adalah satu hal yang membuat tugasnya lebih mudah di lapangan.

Selain itu sosok Clarence Seedorf memberikan kombinasi fisik, keterampilan, dan fleksibilitas yang sangat efektif sehingga mampu membawa Milan dua kali memenangkan Liga Champions, bahkan sekali bersama Real Madrid.

 

Serangan: Rui Costa, Andriy Shevchenko, Filippo Inzaghi

Saat ini klub berjuluk Rossoneri memiliki dua pemain muda dalam diri Patrick Cutrone dan Andre Silva, namun keduanya baru saja memulai periode kompetitif di Serie A musim ini dan belum membuktikan apapun.

Sehingga jika dibandingkan era 2000 awal, sosok Rui Costa benar-benar tak tergantikan ketika menopang duet Filippo Inzaghi dan Andriy Shevchenko.

« Older Entries