Giacomo Bonaventura mengakui dia tidak ingin meninggalkan Milan dan merasa ada ‘kurangnya kepercayaan’ padanya: “Mungkin gaya Milan telah berubah.”

Sang gelandang bertatus agen bebas, karena dia tidak ditawari kontrak baru setelah 6 tahun di San Siro.

“Saya masih memiliki lebih banyak untuk diberikan, tetapi saya telah melihat segalanya di Milan sebagai seorang pemain dan seorang pria,” katanya kepada majalah Sportweek La Gazzetta dello Sport.

“Sangat mengecewakan bahwa saya tidak pernah bisa bekerja dengan pelatih yang sama selama tiga atau empat tahun, karena hal itu memberi kesan konsistensi pada pekerjaan Anda. Sebaliknya, setiap pelatih baru tampaknya menguji Anda, ini selalu dimulai dari awal, dan itu membuang banyak waktu.

“Saya menyadari cara saya dipandang telah berubah setelah cedera lutut saya. Saya membutuhkan operasi dan hanya akan kembali pada tahun terakhir kontrak saya.

“Klub yang memiliki kepercayaan pada Anda, yang benar-benar percaya pada Anda, menawarkan perpanjangan kontrak saat seorang pemain kembali ke lapangan. Dalam kasus saya, itu tidak terjadi. Tidak ada kejelasan.

“Mungkin gaya Milan telah berubah, tapi saya merasa bahwa saya tidak terlihat dengan cara yang sama setelah cedera itu.”

Meskipun demikian, Bonaventura tetap sangat dihormati oleh para pendukung Rossoneri, terutama setelah ia masuk ke dalam lingkaran tengah San Siro setelah pertandingan terakhirnya dan menangis secara terbuka.

“Saya belum mempersiapkannya, saya hanya menunggu semua orang meninggalkan lapangan sehingga saya bisa meluangkan waktu untuk diri sendiri, melihat-lihat dan mengingat,” ungkapnya.

“Saya melihat stadion benar-benar kosong dan tampak besar. Saya berlutut, momen intim dimana hanya ada saya dan San Siro. Saya merasa bersyukur atas semua yang saya alami di sana.

“Itu adalah impian masa kecil saya untuk bermain di San Siro, jadi melakukannya dengan Milan adalah hal yang fantastis.”