Patrick Cutrone sekarang bisa menjadi pemain reguler AC Milan dan tim nasional Italia, tetapi dia tidak pernah mengharapkan kesuksesan seperti yang didapat musim ini.

Patrick Cutrone masih merasa tidak percaya dia bisa menjadi pemain internasional Italia, dimana striker muda AC Milan itu mengalami musim cemerlang di Serie A sepanjang musim ini.

Pemain berusia 20 tahun itu hanya membuat satu penampilan di skuad Milan dan itupun sebagai pemain pengganti, namun dia meningkat pesat dan menjadikan dirinya sebagai pemain kunci di San Siro, mencetak 15 gol di semua kompetisi sejauh ini.

Dan ketika Cutrone mempersiapkan debutnya di timnas Italia – dipanggil ke skuad untuk memainkan pertandingan persahabatan melawan Argentina dan Inggris – dia mengungkapkan bahwa ia semakin dikenal jika dibandingkan 12 bulan lalu.

“(Pelatih Milan Gennaro) Gattuso telah memberi saya sedikit karakternya, tapi saya selalu memiliki sikap yang kompetitif dan keinginan untuk mencetak gol,” kata striker jebolan Primavera Milan itu pada Mediaset.

“Tahun lalu saya berada di Primavera (Milan) dan sejujurnya saya tidak berpikir saya akan sampai ke tahap ini, tapi saya menunjukkan apa yang bisa saya lakukan dan berlatih dengan lebih keras. Pelatih banyak membantu saya, dari yang ada di tim muda sampai dengan (Vincenzo) Montella dan Gattuso.

“Mimpi tidak pernah berakhir, terutama bagi kita yang masih muda. Saya senang berhasil menjalani debut dan meskipun hasilnya tidak sesuai harapan, ini akan menjadi motivasi saya untuk lebih baik lagi.

“Saya masih belum mencapai apapun, orang tua saya banyak membantu saya dan menjaga kaki saya tetap di tanah (merendah). Ini adalah kesempatan dan saya akan mencoba untuk tidak menyia-nyiakannya, saya ingin berlatih dengan baik dan semakin baik. Anggaplah ini titik awal dan saya akan siap menjalani sisa musim dengan keinginan lebih besar.”

Italia mengalami kekalahan dari Argentina (2-0) pekan lalu dan imbang melawan Inggris (1-1) tengah pekan ini. Dan Cutrone merasa Italia masih bisa berkembang jauh jika memang ada kesempatan untuk pemain muda di skuad senior.

“Saya merasa sangat terhormat diberi kepercayaan seperti ini,” tambah Cutrone. “Dengan situasi yang cukup rumit karena kami gagal ke turnamen dan berharap akan ada perombakan besar untuk menyegarkan tim.

“Tapi itu terserah pelatih (yang baru), jika saya kembali diberi kesempatan, saya akan menunjukkan segala yang saya bisa.

”Mungkin rekan-rekan seumuran saya juga perlu diberi waktu, dengan begitu tim ini bisa semakin solid untuk turnamen berikutnya.”