Jerman Lanjutkan Tren Buruk “Sang Juara Bertahan” di Piala Dunia

//Jerman Lanjutkan Tren Buruk “Sang Juara Bertahan” di Piala Dunia
FUN88KUIS - Kuis Berhadiah Rp 10 JUTA!

FUN88KUIS - Kuis Berhadiah Rp 10 JUTA!

Jerman Lanjutkan Tren Buruk “Sang Juara Bertahan” di Piala Dunia

Jerman menjadi negara terakhir yang tersandung kutukan “juara bertahan” di Piala Dunia saat mereka tersingkir di babak penyisihan grup.

Tim asuhan Joachim Low memenangkan gelar juara dunia di Brasil empat tahun lalu dengan menghancurkan tuan rumah di semifinal, sebelum menaklukkan Argentina.

Juara bertahan itu lolos dari kualifikasi memenangkan semua pertandingan, mencetak 43 gol dan hanya kebobolan 4 kali. Namun, Jerman tersingkir dari putaran final pada rintangan pertama menyusul kekalahan melawan Meksiko dan Korea Selatan, menyelesaikan bagian terbawah Grup F.

Mereka bukan satu-satunya juara bertahan yang menderita rasa malu seperti itu, dengan tiga pemenang lainnya juga berakhir dengan cara yang sama.

 

AU REVOIR PRANCIS

Setelah memenangkan mahkota dunia pertama mereka di negaranya sendiri pada tahun 1998, Prancis harus terjatuh di Korea Selatan dan Jepang.

Kekalahan di laga pembuka melawan Senegal diikuti oleh hasil imbang 0-0 dengan Uruguay, sebelum kalah 2-0 melawan Denmark yang membuat mereka pertama mengakhiri turnamen.

 

CIAO ITALIA

Brasil menghindari kutukan pada 2006 tetapi hal itu kembali menyerang di Afrika Selatan karena Italia gagal lolos fase grup empat tahun setelahnya.

Azzurri masuk dalam undian yang tampaknya menjadi grup yang bisa dimenangkan yang berisi Paraguay, Slovakia dan Selandia Baru, tetapi mereka hanya bisa mengklaim dua poin dari tiga pertandingan.

 

ADIOS SPANYOL

Gaya sepakbola tiki-taka Spanyol sangat mengesankan di tahun 2010, tetapi seluruh dunia menjadi tahu apa yang perlu dilakukan untuk menghadapi filosofi itu, dan La Roja gagal mendominasi dengan cara yang sama di Brasil.

Kekalahan 5-1 dari Belanda di pertandingan pembuka mereka meningkatkan kewaspadaan, dan ketika Chile juga mengklaim tiga poin sehingga Spanyol dipastikan gugur. Kemenangan 3-0 atas Australia memulihkan harga diri tetapi itu terlalu terlambat.

 

AUF WIEDERSEHEN JERMAN

Dan begitu bagi Jerman, juara bertahan yang tampaknya tak terbendung yang tidak pernah keluar di putaran pertama Piala Dunia sejak 1938. Tentunya mereka dianggap tidak akan mengalami rasa malu yang sama dengan juara bertahan sebelumnya.

Kekalahan melawan Meksiko memberi mereka sebuah kesulitan, tetapi Toni Kroos menjadi penentu kemenangan melawan Swedia untuk memberi harapan kepada pasukan Joachim Low.

Kemenangan atas Korea Selatan bisa menyegel langkah mereka ke babak gugur yang seharusnya menjadi formalitas, tetapi Jerman tidak bisa mencetak gol dan dua kali kebobolan pada serangan balik yang mengakhiri nasib mereka di turnamen tahun ini.

By | 2018-07-02T22:44:00+00:00 July 2nd, 2018|Piala Dunia 2018|0 Comments

About the Author:

Dheardianvoc

Isi Komen Anda

%d bloggers like this: