Real Madrid vs Liverpool: Dapatkan Sejarah Masa Lalu Jadi Penentu Kemenangan di Liga Champions Musim Ini ?

//Real Madrid vs Liverpool: Dapatkan Sejarah Masa Lalu Jadi Penentu Kemenangan di Liga Champions Musim Ini ?
FUN88KUIS - Kuis Berhadiah Rp 10 JUTA!

FUN88KUIS - Kuis Berhadiah Rp 10 JUTA!

Real Madrid vs Liverpool: Dapatkan Sejarah Masa Lalu Jadi Penentu Kemenangan di Liga Champions Musim Ini ?

Dari era Di Stefano sampai Ronaldo dan Dalglish sampai Gerrard, Real Madrid dan Liverpool akan selamanya dikaitkan dengan sejarah sepakbola Eropa.

Final Liga Champions akhir pekan ini kembali mempertemukan Real Madrid dan Liverpool, dimana rkasasa Spanyol memiliki 12 gelar dan raksasa Inggris memiliki 5 gelar.

Tetapi apa yang dicapai di masa lalu tidak bisa dianggap sebagai faktor penentu tentang siapa yang memenangkan final kali ini, dimana ada beberapa penyebab lainnya seperti gaya bermain, pemimpin tim, pelatih, suporter, mentalitas dan masih banyak lagi.

 

Los Blancos sang Raja Eropa

Zinedine Zidane mengejar gelar Liga Champions ketiga berturut-turut dan keempat dalam lima tahun ketika mereka melawan Liverpool.

Ini adalah perjalanan yang belum pernah terjadi sebelumnya di era modern dan kembali ke masa ketika tim dari ibukota Spanyol menetapkan diri sebagai klub super pertama di Eropa.

Lima edisi pertama Piala Eropa, dari 1955-56 hingga 1959-60, berakhir dengan trofi di Santiago Bernabeu. Di Stefano, Ferenc Puskas, Raymond Kopa, Paco Gento dan sisanya adalah Galacticos hampir setengah abad sebelum istilah itu diciptakan.

Di Stefano mencetak hattrick dan Puskas memiliki 4 gol dalam kemenangan 7-3 atas Eintracht Frankfurt di Glasgow pada tahun 1960 yang masih dianggap sebagai salah satu pertandingan terbesar sepanjang masa.

Madrid mengangkat trofi hanya dua kali lebih banyak sebelum pergantian milenium tetapi para pahlawan itu meletakkan fondasi yang kuat untuk sejarah generasi saat ini.

Tim kedua yang paling produktif dalam sejarah kompetisi adalah AC Milan dengan 7 gelar. Berikutnya adalah Bayern Munich, Barcelona dan klub dari barat laut Inggris – Liverpool.

 

Dari Paris ke Turki

Gelar juara dalam turnamen yang memiliki dominasi berlanjut pada 1970-an sebagai kekuatan baru. Tiga kemenangan berturut-turut untuk Ajax era Johan Cruyff diikuti oleh Franz Beckenbauer dan Bayern Munich yang meraih treble mereka sendiri.

Kemudian datang enam tahun dominasi asal Inggris, dengan Liverpool yang berlaku 3 kali bersama Aston Villa dan Nottingham Forest yang meraih kemenangan beruntun bersama Brian Clough.

Liverpool meraih gelar ketiga pada tahun 1981, dengan Kennedy menaklukkan Madrid 1-0 di Paris dan kemudian di Roma pada 1984. Dan yang terakhir, pada 2005 ketika terjadi keajaiban di Istanbul Turki melawan AC Milan.

 

Kemenangan era modern didorong oleh masa lalu

Ketika Steven Gerrard menjadi inspirasi melawan Milan di Istanbul pada tahun 2005, Liverpool belum menjadi juara Inggris selama 15 tahun.

Dan untuk kali ini, tim yang dipimpin Jurgen Klopp selesai 25 poin di belakang Manchester City di klasemen Premier League. Namun mereka menghancurkan Manchester City dengan agregat 5-1 di perempat final Liga Champions.

Kebangkitan Real Madrid di Eropa selama lima tahun terakhir ditandai dengan dominasi Barcelona di level domestik.

Sedangkan Juventus telah memenangkan 7 Scudetto beruntun di Italia dan Bayern dengan 6 gelar Bundesliga berturut-turut di Jerman.

Jika melihat situasi tersebut, tampaknya baik Liverpool dan Real Madrid bisa memenangkan gelar Eropa dalam situasi tidak begitu baik di level domestik.

By | 2018-05-25T23:45:35+00:00 May 25th, 2018|Berita Bola|0 Comments

About the Author:

Dheardianvoc

Isi Komen Anda

%d bloggers like this: