Tiga Alasan Kepergian Neymar Baik Untuk Barcelona

///Tiga Alasan Kepergian Neymar Baik Untuk Barcelona
FUN88KUIS - Kuis Berhadiah Rp 10 JUTA!

FUN88KUIS - Kuis Berhadiah Rp 10 JUTA!

Tiga Alasan Kepergian Neymar Baik Untuk Barcelona

Kepergian Neymar ke PSG bisa dianggap sebagai “keuntungan tersembunyi” bagi Barcelona.

Transfer Neymar adalah berita utama pada musim panas lalu dan membuat dunia sepakbola terkejut soal jumlah uang yang terlibat.

Raksasa Catalan berencana untuk merekrut Marco Veratti dari PSG tapi malah kehilangan bintang mereka dimana striker Brasil tersebut memiliki klausul pelepasan senilai € 222 juta dalam kontraknya yang sanggup ditebus oleh Les Perisiens.

Pemain berusia 26 tahun itu sekarang mendapatkan upah hingga £ 600.000 per minggu di Parc des Princes dan kabarnya memiliki nilai lebih mahal dari Lionel Messi di sisi Camp Nou.

Namun, Barcelona dianggap mendapat keuntungan dari penjualan Neymar dan berikut adalah alasannya.

 

Peran Messi lebih sentral

Setelah kepergian Neymar di musim panas, Barca menandatangani Ousmane Dembele yang mewarisi jersey nomor 11 namun tidak dianggap sebagai pengganti terbaik untuk striker Brasil tersebut.

Selain itu, Luis Suarez tampaknya memiliki permainan berbeda ketika dilatih Valverde. Namun Messi menjadi pemain yang sangat sentral sekaligus menjadi pemimpin lini serang.

Valverde membuat Messi menjadi pemain klasik nomor 10 yang diberi peran lebih bebas yang tidak diberikan ketika masih ada Neymar.

Hasilnya adalah Messi mencetak 34 gol musim ini sejauh ini dan memberikan 16 assist untuk timnya, bahkan dampaknya semakin terlihat sebagai pemecah kebuntuan.

 

Tekanan yang bisa dimanfaatkan

Barcelona menerima keuntungan besar dalam kesepakatan Neymar. Klub tersebut juga mendapat tekanan besar untuk menemukan pemain yang bisa mengisi posisi striker Brasil tersebut dan menyelamatkan kebanggaan klub karena kehilangan nama besar.

Dan dari penjualan tersebut, Barca merekrut Dembele seharga £ 135,5 juta dan juga Philip Coutinho seharga £ 142 juta pada januari lalu.

Awalnya banyak yang meragukan bagaimana dua pemain ini bisa memberikan kontribusi seperti Neymar, namun ternyata Coutinho akan menjadi pengganti ideal untuk Andres Iniesta, sedangkan Dembele memiliki peran yang juga fleksibel.

Menggunakan fomasi 4-3-3 musim lalu, Barca juga lebih sering menggunakan 4-4-2 dimana Coutinho dan Dembele semakin baik bermain di sisi sayap lini tengah.

 

Perubahan formasi

Selama hampir satu dekade selalu  bermain dengan formasi 4-3-3, Valverde mengubah sistem Barca.

Pelatih itu lebih suka menggunakan formasi 4-4-2 kecuali ada beberapa lawan yang mengharuskan perubahan taktik.

Dengan Sergio Busquets ditempatkan dii depan pertahanan, playmaker yang digunakan di lini tengah adalah Ivan Rakitic atau Paulinho.

Sedangkan untuk peran melebar adalah Coutinho dan Dembele atau Iniesta, sementara Suarez menjadi target-man dengan Messi bermain dalam peran nomor 10 tradisional.

Dengan perubahan ini, tentunya Barca semakin sulit ditebak permainannya dan tentu saja tidak akan bisa diterapkan jika masih ada Neymar di dalam tim.

By | 2018-03-23T13:32:36+00:00 March 23rd, 2018|La Liga (Liga Spanyol)|0 Comments

About the Author:

Dheardianvoc

Isi Komen Anda

%d bloggers like this: