Neymar dan Lima Transfer Kontroversial di Era Sepakbola Modern (Bagian 1)

//Neymar dan Lima Transfer Kontroversial di Era Sepakbola Modern (Bagian 1)
FUN88KUIS - Kuis Berhadiah Rp 10 JUTA!

FUN88KUIS - Kuis Berhadiah Rp 10 JUTA!

Neymar dan Lima Transfer Kontroversial di Era Sepakbola Modern (Bagian 1)

Perpindahan seorang pesepakbola dari satu klub ke klub lainnya adalah hal biasa, namun ada beberapa juga yang terlihat kontroversial karena beberapa kasus.

Transfer terbesar dalam sejarah sepakbola telah dipecahkan pada awal musim ini ketika Neymar ditebus seharga € 222 juta oleh PSG. Sementara transfer itu menjadi kejutan, hal itu juga memiliki kontroversi.

La Liga menuduh Les Parisiens melanggar Finansial Fair Play, sebelum anggapan tersebut dibantah oleh UEFA. Sementara itu, Barcelona dilaporkan hanya bersedia membayar bonus dalam kontrak Neymar senilai € 26 juta.

Di tengah semua kontroversi yang cenderung terus berlanjut, berikut adalah 5 transfer paling kontroversial yang telah terjadi di sepakbola modern.

 

Mario Gotze (Borussia Dortmund ke Bayern Munich, 2013)

Mario Gotze adalah salah satu bakat dari Jerman yang semakin dikenal ketika masuk skuad utama Borussia Dortmund sebelum melangkah ke tim senior pada usia 17 tahun. Pemain tersebut memiliki dampak yang jelas sejak awal dalam karirnya bahwa ia terkenal sebagai ‘Messi-nya Jerman’.

Dengan demikian, masa depan Dortmund tampaknya akan diisi Gotze yang juga memiliki pemain seperti Marco Reus, Shinji Kagawa dan Robert Lewandowski untuk mendominasi Bundesliga. Namun sebelum karirnya bahkan lepas landas, kabar mengejutkan meletus pada April 2013.

Bild yang merupakan salah satu media terpercaya Jerman membuat headline “Gotze Zu Den Bayern (Gotze ke Bayern])”, dan akhirnya Dortmund mengakuinya seiring Gotze bergabung dengan Bayern Munich di jendela transfer musim panas 2013.

Waktu pengumuman itu jauh dari kata ideal karena beberapa hari sebelum Dortmund melangkah ke semifinal Liga Champion pertama mereka sejak 1998, melawan Real Madrid. Waktu tersebut juga bertepatan terkait skandal Uli Hoeness dalam kasus pajak.

Die Schwarzgelben akhirnya mengalahkan Real Madrid sebelum menghadapi Bayern Munich di final. Tidak mengherankan, Gotze dikecualikan dari skuad utama dan perjalanan Borussia Dortmund-nya berakhir sebelum waktunya.

Kontroversi itu tidak hanya berakhir di sana, karena pemain tersebut datang pada saat para penggemar masih merasa kesal dengan keputusan si pemain dan tidak berhenti mencemoohnya di setiap kesempatan. Keluarga Gotze menanggung beban dari sikap para penggemar dan konsekuensinya juga berdampak pada saudaranya, Felix, yang bergabung dengan Bayern pada tahun 2014.

Pemain itu akhirnya kembali ke Signal Iduna Park, setelah menandatangani kontrak musim panas lalu karena tugasnya di Bayern berakhir dengan cara buruk. Dan sekarang mantan pemain muda terbaik Jerman itu akan memulai karirnya dari awal (lagi).

 

Carlos Tevez (Corithians ke West Ham United, 2006 – Manchester United ke Manchester City 2009)

Salah satu pesepakbola yang paling kontroversial dalam hal transfer adalah Carlos Tevez, ketika menjadi salah satu pemain muda yang paling menjanjikan di Argentina bersama dengan Javier Mascherano yang melangkah ke West Ham United ketika  terancam degradasi pada tahun 2006.

Langkah tersebut banyak yang membingungkan karena dua pemain Argentina itu justru dikaitkan dengan klub besar Inggris. Meskipun begitu, kontroversi sebenarnya dikelilingi oleh sifat ilegal transfer. Duo ini dimiliki oleh pihak ketiga, Media Sports Investment, yang bertentangan dengan hukum Premier League.

Gol yang membuat Tevez dikenal adalah melawan Manchester United untuk memastikan West Ham mempertahankan status di divisi teratas Inggris, meski secara ilegal. Akibatnya, Hammers harus membayar denda £ 5,5 juta karena melanggar peraturan Premier League sementara Sheffield United didenda £ 18 juta karena kasus serupa.

Waktu Tevez di West Ham berumur pendek saat ia bergabung dengan Manchester United pada tahun 2007 dalam kesepakatan pinjaman dua tahun, dan pemain karir striker Argentina itu di Old Trafford tampak rumit karena sering dicadangkan.

Hal ini menyebabkan Tevez secara sensasional mengklaim dirinya tidak diinginkan Sir Alex Ferguson, meski ia adalah favorit para penggemar United. Namun demikian, Manchester United mengajukan penawaran kontrak yang mengejutkan kepada pemain setelah berakhirnya masa pinjaman, namun dia menolak untuk menandatangani kesepakatan tersebut dan memilih untuk pergi ke Manchester City.

Transfer tersebut bertepatan dengan bangkitnya The Citizens sebagai kekuatan sepakbola Inggris dan setelah langkah tersebut selesai, poster “Welcome to Manchester” yang diarak di seluruh kota membuat para penggemar United kecewa.

Dan itu tidak hanya berakhir di sana ketika Manchester City memenangi gelar Premier League pertama mereka dalam 44 tahun di tahun 2012, Tevez memicu banyak kontroversi saat ia membentangkan spanduk “RIP Ferguson” sehingga membuat para penggemar United jengkel.

By | 2018-01-03T20:00:24+00:00 January 3rd, 2018|Berita Bola|0 Comments

About the Author:

Dheardianvoc

Isi Komen Anda

%d bloggers like this: