Monthly Archives: January 2018

Neymar dan Lima Transfer Kontroversial di Era Sepakbola Modern (Bagian 1)

Contorversial Transfer 1

Perpindahan seorang pesepakbola dari satu klub ke klub lainnya adalah hal biasa, namun ada beberapa juga yang terlihat kontroversial karena beberapa kasus.

Transfer terbesar dalam sejarah sepakbola telah dipecahkan pada awal musim ini ketika Neymar ditebus seharga € 222 juta oleh PSG. Sementara transfer itu menjadi kejutan, hal itu juga memiliki kontroversi.

La Liga menuduh Les Parisiens melanggar Finansial Fair Play, sebelum anggapan tersebut dibantah oleh UEFA. Sementara itu, Barcelona dilaporkan hanya bersedia membayar bonus dalam kontrak Neymar senilai € 26 juta.

Di tengah semua kontroversi yang cenderung terus berlanjut, berikut adalah 5 transfer paling kontroversial yang telah terjadi di sepakbola modern.

 

Mario Gotze (Borussia Dortmund ke Bayern Munich, 2013)

Mario Gotze adalah salah satu bakat dari Jerman yang semakin dikenal ketika masuk skuad utama Borussia Dortmund sebelum melangkah ke tim senior pada usia 17 tahun. Pemain tersebut memiliki dampak yang jelas sejak awal dalam karirnya bahwa ia terkenal sebagai ‘Messi-nya Jerman’.

Dengan demikian, masa depan Dortmund tampaknya akan diisi Gotze yang juga memiliki pemain seperti Marco Reus, Shinji Kagawa dan Robert Lewandowski untuk mendominasi Bundesliga. Namun sebelum karirnya bahkan lepas landas, kabar mengejutkan meletus pada April 2013.

Bild yang merupakan salah satu media terpercaya Jerman membuat headline “Gotze Zu Den Bayern (Gotze ke Bayern])”, dan akhirnya Dortmund mengakuinya seiring Gotze bergabung dengan Bayern Munich di jendela transfer musim panas 2013.

Waktu pengumuman itu jauh dari kata ideal karena beberapa hari sebelum Dortmund melangkah ke semifinal Liga Champion pertama mereka sejak 1998, melawan Real Madrid. Waktu tersebut juga bertepatan terkait skandal Uli Hoeness dalam kasus pajak.

Die Schwarzgelben akhirnya mengalahkan Real Madrid sebelum menghadapi Bayern Munich di final. Tidak mengherankan, Gotze dikecualikan dari skuad utama dan perjalanan Borussia Dortmund-nya berakhir sebelum waktunya.

Kontroversi itu tidak hanya berakhir di sana, karena pemain tersebut datang pada saat para penggemar masih merasa kesal dengan keputusan si pemain dan tidak berhenti mencemoohnya di setiap kesempatan. Keluarga Gotze menanggung beban dari sikap para penggemar dan konsekuensinya juga berdampak pada saudaranya, Felix, yang bergabung dengan Bayern pada tahun 2014.

Pemain itu akhirnya kembali ke Signal Iduna Park, setelah menandatangani kontrak musim panas lalu karena tugasnya di Bayern berakhir dengan cara buruk. Dan sekarang mantan pemain muda terbaik Jerman itu akan memulai karirnya dari awal (lagi).

 

Carlos Tevez (Corithians ke West Ham United, 2006 – Manchester United ke Manchester City 2009)

Salah satu pesepakbola yang paling kontroversial dalam hal transfer adalah Carlos Tevez, ketika menjadi salah satu pemain muda yang paling menjanjikan di Argentina bersama dengan Javier Mascherano yang melangkah ke West Ham United ketika  terancam degradasi pada tahun 2006.

Langkah tersebut banyak yang membingungkan karena dua pemain Argentina itu justru dikaitkan dengan klub besar Inggris. Meskipun begitu, kontroversi sebenarnya dikelilingi oleh sifat ilegal transfer. Duo ini dimiliki oleh pihak ketiga, Media Sports Investment, yang bertentangan dengan hukum Premier League.

Gol yang membuat Tevez dikenal adalah melawan Manchester United untuk memastikan West Ham mempertahankan status di divisi teratas Inggris, meski secara ilegal. Akibatnya, Hammers harus membayar denda £ 5,5 juta karena melanggar peraturan Premier League sementara Sheffield United didenda £ 18 juta karena kasus serupa.

Waktu Tevez di West Ham berumur pendek saat ia bergabung dengan Manchester United pada tahun 2007 dalam kesepakatan pinjaman dua tahun, dan pemain karir striker Argentina itu di Old Trafford tampak rumit karena sering dicadangkan.

Hal ini menyebabkan Tevez secara sensasional mengklaim dirinya tidak diinginkan Sir Alex Ferguson, meski ia adalah favorit para penggemar United. Namun demikian, Manchester United mengajukan penawaran kontrak yang mengejutkan kepada pemain setelah berakhirnya masa pinjaman, namun dia menolak untuk menandatangani kesepakatan tersebut dan memilih untuk pergi ke Manchester City.

Transfer tersebut bertepatan dengan bangkitnya The Citizens sebagai kekuatan sepakbola Inggris dan setelah langkah tersebut selesai, poster “Welcome to Manchester” yang diarak di seluruh kota membuat para penggemar United kecewa.

Dan itu tidak hanya berakhir di sana ketika Manchester City memenangi gelar Premier League pertama mereka dalam 44 tahun di tahun 2012, Tevez memicu banyak kontroversi saat ia membentangkan spanduk “RIP Ferguson” sehingga membuat para penggemar United jengkel.

Prediksi Premier League: Arsenal vs Chelsea

Arsenal vs Chelsea

Derby London akan berlangsung di Premier League dini hari nanti, ketika Arsenal menjamu Chelsea.

Arsenal melakukan apa yang sering mereka lakukan pada musim ini ketika ditahan imbang 1-1 oleh West Brom yang belum pernah memenangkan pertandingan Premier League sejak Agustus lalu. Mereka ditahan oleh The Baggies sampai gol di menit ke-83 yang membuat mereka unggul, namun penalti kontroversial membuat West Brom meraih 1 poin.

Hasilnya membuat 4 kemenangan dan 4 imbang dalam 8 pertandingan kompetitif terakhir, dan membuat mereka berada di posisi ke-5 klasemen Premier League dengan defisit 3 poin di posisi empat besar.

Hal-hal yang lebih sulit lagi bahkan terjadi di pertandingan liga, di mana mereka hanya memenangkan 2 dari 7 pertandingan terakhir. Bahkan kalah 3-1 ditangan Manchester United, namun The Gunners juga sering menjatuhkan poin melawan tim yang lebih kecil..

Di sisi lain Chelsea berada dalam kondisi bagus. Pertandingan terakhir mereka adalah kemenangan atas dengan skor Stoke 5-0 pada akhir pekan lalu, sebuah hasil yang membuat 5 kemenangan dan 1 imbang dalam 6 pertandingan terakhir. Hasilnya telah membuat The Blues naik ke posisi 2 klasemen sementara dan sampai ke semifinal Piala EFL, sehingga ini akan jadi tantangan besar bagi Antonio Conte sebagai juru taktik.

Saat bertandang, mereka tampak kasulihan dengan 3 kemenangan dari 7 pertandingan terakhir di Premier League dan hanya menjaga 3 clean sheet dalam periode yang sama. Mengingat mereka datang melawan Arsenal yang telah mencetak gol di setiap pertandingan kandang musim ini, peluang mereka untuk menjaga clean sheet pada Kamis dini hari terlihat sangat tipis.

Namun, The Gunners berhasil mencetak 3 gol ke gawang Liverpool dalam pertandingan kandang terakhir dan melakukan hal yang sama melawan Manchester United dan Leicester musim ini. Kesempatan mereka sendiri untuk menjaga clean sheet terlihat lebih sulit.

Arsenal ketika bermain di kandang, 6 dari 10 pertandingan musim ini mampu mencetak 3 gol, dan Chelsea juga melakukan hal yang sama di kandang lawan. Dengan pencapaian masing-masing tim, tampaknya pertandingan ini akan menghasilkan banyak gol dan berakhir imbang.

Statistik lima pertandingan terakhir

Statistik lima pertandingan terakhir

Head to Head

  • 17/09/17 Chelsea 0 – 0 Arsenal
  • 06/08/17 Arsenal 1 – 1 Chelsea
  • 22/07/17 Arsenal 0 – 3 Chelsea
  • 27/05/17 Arsenal 2 – 1 Chelsea
  • 04/02/17 Chelsea 3 – 1 Arsenal
Susunan pemain

Susunan pemain

Prediksi Coppa Italia: Juventus vs Torino

Juventus vs Torino

Ingin mempertahankan gelar Coppa Italia musim lalu, Juventus kali ini harus berhadapan dengan Torino agar melaju ke babak semifinal.

Juventus kini semakin dekat dengan gelar Serie A karena mereka berada di puncak klasemen setelah membuka keunggulan 6 poin dari urutan ketiga. Mereka tampak seperti satu-satunya tim yang bisa menghentikan Napoli di puncak klasemen dan mereka akan berusaha mempertahankan lebih dari satu trofi musim ini. Setelah mendominasi Coppa Italia dalam beberapa tahun terakhir, Si Nyonya Tua akan mengharapkan satu tempat di final karena lawannya kali ini tidak begitu difavoritkan.

Juventus berhasil mengatasi perlawanan Hellas Verona pada Sabtu malam saat mereka terus berusaha mempertahankan mahkota liga, namun kini mereka beralih fokus ke Coppa Italia untuk babak perempatfinal pada Kamis dini hari. Dengan skuad yang lengkap, sang juara bertahan memiliki rasa percaya diri tinggi untuk melaju ke semifinal, mengingat memenangkan trofi itu adalah salah satu yang didominasi dalam beberapa tahun terakhir.

Di sisi lain Il Toro kekurangan konsistensi untuk mengamankan 6 besar klasemen, namun mereka mampu menimbulkan kejutan dalam kompetisi seperti ini. Mereka menunjukkan bahwa Roma bisa ditaklukkan di Stadion Olimpico. Kemenangan 2-1 itu bisa menjadi titik balik di musim mereka, tapi hal itu tidak jadi pengaruh jika kalah dalam pertandingan ini.

Diharapkan juga Torino bisa mencetak gol di sini, terutama dengan Juventus yang mengalami masalah di lini pertahanan. Mereka mengubah formasi pada akhir pekan, mengubah komposisi tiga pemain tengah dengan dua pemain, dan itu membuat mereka lebih mudah kebobolan. Meskipun demikian, mereka cenderung menggunakan pendekatan yang sama karena tiga bek sejajar digunakan dan mampu memberi perlawanan pada Napoli, Inter dan Roma.

Karena itu, tim tuan rumah tampaknya akan mengandalkan lini serang dan ditambah dengan Paulo Dybala, pemain Argentina itu pasti ingin emmbuktikan diri setelah dicadangkan dalam beberapa kesempatan.

Selain itu, Bianconeri rata-rata mencetak 2,53 gol per pertandingan dan juga mengalahkan Torino 4-0 di kandang sendiri pada musim ini. Dengan tuan rumah memiliki lebih dari 2,5 gol dalam 9 dari 11 pertandingan terakhir, maka Juve tampaknya bisa menang dengan margin 2 gol.

Statistik lima pertandingan terakhir

Statistik lima pertandingan terakhir

Head to Head

  • 24/09/17 Juventus 4 – 0 Torino
  • 7/5/2017 Juventus 1 – 1 Torino
  • 11/12/16 Torino 3 – 1 Juventus
  • 20/03/16 Torino 4 – 1 Juventus
  • 17/12/15 Juventus 4 – 0 Torino
Susunan pemain

Susunan pemain