Manchester City vs The Invincibles: Bagaimana Sang Pemuncak Klasemen Ingin Saingi Rekor Arsenal

Manchester City vs Arsenal 2003-2004

Manchester City menorehkan rekor gemilang pada paruh pertama musim ini, bahkan unggul jauh dari pesaing terdekat yang menempati posisi 2 klasemen, Manchester United.

Setelah memecahkan rekor kemenangan diri sendiri musim lalu, pembicaraan tentang skuad asuhan Pep Guardiola membuat semusim penuh tak terkalahkan pasti akan meningkat.

Arsenal adalah satu-satunya klub yang meraih prestasi tersebut di era Premier League, melakukannya di musim 2003-04. Tapi bagaimana perbandingan antara The Invincibles-nya Arsenal dan calon The Invincibles-nya Manchester City ?

 

Memimpin sebuah rekor

Pencapaian Arsenal sebanyak 45 poin hanya cukup untuk memberi mereka tempat kedua pada awal Januari – satu poin di bawah Manchester United – dan mereka akan berjarak 10 poin jika dibandingkan dengan apa yang dimiliki City saat ini.

6 imbang dari 19 pertandingan awal dari musim tak terkalahkan artinya mereka benar-benar berjuang untuk mengendalikan musim tersebut.

Sebaliknya City baru sekali bermain imbang (1-1 dengan Everton di pertandingan kedua musim ini) dan telah membuka keunggulan 13 poin atas United di puncak klasemen.

Kesenjangan itu merupakan yang terbesar jelang pergantian tahun dalam sejarah papan atas Inggris dan City telah menorehkan kemenangan dalam 17 pertandingan sejak mereka bermain imbang dengan Everton.

Kemenangan terbesar Arsenal di paruh pertama musim 2003-2004 adalah kemenangan 4-0 atas Middlesbrough, sementara City jauh lebih unggul.

 

Catatan gol

Dengan hasil seperti itu tidak mengherankan bila City memiliki gol yang lebih baik dibandingkan Arsenal di masa lalu.

60 gol dari 19 pertandingan yang dimiliki Citizens membuat rekor 25 pertandingan Arsenal di musim 2003-2004 menjadi lebih kecil dan bahkan menjadi tim pertama sejak Liverpool meraih prestasi tersebut pada 1982.

Selisih gol mereka juga mengerdilkan skuad Arsene Wenger 14 tahun lalu (+48 dibandingkan dengan Arsenal +23).

Secara individu, Raheem Sterling dan Sergio Aguero adalah andalan lini serang Guardiola dengan masing-masing mencetak 12 gol, sedangkan Gabriel Jesus memiliki 8 gol dan Kevin De Bruyne memiliki 6 gol.

Sedangkan setengah musim Thierry Henry bersama Arsenal memang tidak lebih baik dibandingkan  Sterling dan Aguero, tapi mantan striker Prancis itu benar-benar menjadi andalan di periode tersebut.

 

 

City lebih dekat dengan kekalahan

Sementara City mendominasi sebagian besar perbandingan, tim asuhan Guardiola yang sebenarnya paling dekat dengan kekalahan di paruh pertama musim ini.

Gol penyeimbangan yang dicetak oleh Arsenal berada di menit ke-69 dalam kemenangan 2-1 atas Tottenham. Sementara itu City harus menunggu sampai menit ke-82 untuk Sterling untuk menyelamatkan satu poin melawan Everton. Tapi sejak saat itu, Citizens benar-benar tak terbendung.

Isi Komen Anda