Menanti Big Match Babak 16 Besar Liga Champions: Real Madrid vs Paris Saint-Germain

//Menanti Big Match Babak 16 Besar Liga Champions: Real Madrid vs Paris Saint-Germain
FUN88KUIS - Kuis Berhadiah Rp 10 JUTA!

FUN88KUIS - Kuis Berhadiah Rp 10 JUTA!

Menanti Big Match Babak 16 Besar Liga Champions: Real Madrid vs Paris Saint-Germain

Di babak 16 besar Liga Champions musim ini, dirasa ada pertandingan ‘final yang terlalu cepat’ ketika Real Madrid berhadapan dengan Paris Saint-Germain.

Fase grup Liga Champions musim ini telah berakhir, kemudian juga undian babak 16 besar telah dilakukan. Hasilnya, ada beberapa pertandingan besar ketika klub-klub seperti Juventus, Tottenham, Chelsea dan Barcelona akan saling berhadapan.

Tetapi ada salah satu pertandingan yang tampaknya benar-benar menarik perhatian penggemar sepakbola ketika dua klub kaya rasa dari Prancis (Paris Saint-Germain) akan berhadapan dengan sang juara bertahan Spanyol dan Eropa (Real Madrid).

Tidak diragukan lagi dua klub tersebut selalu bisa mendatangkan pemain-pemain idaman dengan harga diatas normal dan benar-benar menjadi ancaman bagi tim-tim besar Eropa lainnya.

Bagi Real Madrid, mereka telah memenangkan gelar bergengsi Eropa dua kali berturut-turut, sedangkan bagi PSG, tim yang dimiliki oleh pengusaha Timur Tengah itu memecahkan rekor transfer dunia demi memenuhi ambisi meraih gelar Eropa untuk pertama kalinya.

Tapi bagaimanakah peluang dua tim ini untuk lolos ke babak 8 besar dan kemungkinan mengangkat trofi Liga Champions musim ini ?

 

Statistik di fase grup masing-masing tim

Statistik fase grup Real Madrid-PSG

Statistik fase grup Real Madrid-PSG

Di fase grup Liga Champions musim ini, Real Madrid memiliki 4 kemenangan, sekali imbang dan sekali kalah. Dimana yang menarik adalah mereka dikalahkan oleh Tottenham yang juga menjadi juara grup.

Sedangkan Paris Saint-Germain memiliki rekor impersif dibandingkan musim lalu dengan 5 kemenangan dan sekali kalah di fase grup, dimana kekalahan satu-satunya itu terjadi ketika berhadapan dengan Bayern Munich yang bertransformasi ketika Jupp Heynckes kembali melatih klub tersebut.

 

Profil pelatih dari masing-masing tim

Zinedine Zidane - Unai Emery

Zinedine Zidane – Unai Emery

Di kubu Los Blancos, sosok Zinedine Zidane benar-benar mengubah wajah permainan klub yang sempat terpuruk ketika dilatih Rafael Benitez. Pelatih asal Prancis itu langsung mempersembahkan trofi Liga Champions di musim pertamanya untuk Madrid dan bahkan sanggup mempertahankan trofi tersebut di musim berikutnya. Tentu saja dengan kharisma dan kemampuannya sebagai mantan bintang sepakbola dunia, dengan pengalaman yang minim, sanggup mengangkat raksasa ibukota menjadi lebih fenomenal.

Sedangkan di kubu Paris Saint-Germain, sosok Unai Emery sempat diragukan ketika menggantikan peran Laurent Blanc yang membawa tim tersebut mendominasi kompetisi domestik, meskipun tujuan aslinya adalah kehormatan di kompetisi Eropa. Pria asal Spanyol itu diangkat sebagai pelatih setelah membawa kesuksesan untuk Sevilla yang mengangkat trofi Liga Europa dua tahun berturut-turut, dan dengan banyaknya pengalaman serta menerapkan gaya bermain menyerang (seperti yang dihasilkan PSG saat ini), tampaknya strateginya bisa menyulitkan tim lawan untuk lolos ke babak selanjutnya.

 

Formasi andalan

Real Madrid - PSG

Real Madrid – PSG

Pemain kunci

Cristiano Ronaldo - Neymar

Cristiano Ronaldo – Neymar

Di kubu Real Madrid, tidak diragukan lagi bahwa sosok Cristiano Ronaldo benar-benar membuat sang raksasa Spanyol ke tingkat yang spektakuler. Dengan rata-rata mencetak lebih dari 30 gol setiap musim dan membawa timnya memenangkan 5 trofi dalam tahun kalender 2017, pemilik nomor punggung 7 itu tak terbantahkan lagi sebagai pemain kunci yang tak tergantikan. Tetapi musim ini di La Liga, bintang Portugal itu mengalami penurunan meskipun di kompetisi Liga Champions tetap garang di atas lapangan dan bahkan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa dalam kompetisi tersebut. Dan satu lagi, tahun ini Ronaldo meraih penghargaan Ballon d’Or kelimanya.

Sedangkan di kubu Paris Saint-Germain, mereka punya banyak pemain handal dari lini belakang sampai lini depan, terutama dengan sosok Edinson Cavani yang secara mengejutkan mampu menggantikan peran Zlatan Ibrahimovic yang memutuskan hengkang musim lalu. Tetapi ternyata musim ini, pemain Uruguay itu tidak lebih cemerlang dibandingkan Neymar yang direkrut dari Barcelona dan memecahkan rekor transfer dunia. Striker asal Brasil itu benar-benar mengubah serangan raksasa Prancis dan terus mencetak gol di kompetisi lokal maupun Eropa, dan hal itu tidak mengherankan mengingat ambisinya adalah menjadi pemain terbaik dunia.

By | 2017-12-18T12:39:26+00:00 December 18th, 2017|Berita Bola|0 Comments

About the Author:

Dheardianvoc

Isi Komen Anda

%d bloggers like this: