Monthly Archives: December 2017

Sampaoli Impikan Messi vs Neymar di Final Piala Dunia

Messi vs Neymar

Setelah hasil undian dan Argentina masuk ke Grup D Piala Dunia 2018, Jorge Sampaoli impikan pertemuan Messi dan Neymar di final kompetisi tersebut.

Pelatih tim nasional Argentina, Jorge Sampaoli, berharap bisa tampil di final Piala Dunia diantara Lionel Messi dan Neymar.

Messi yang menjadi kapten Argentina dan Neymar yang memegang ban kapten Brasil bisa bertemu di final all-South America di Moskow pada Juli mendatang jika hasilnya sesuai dengan rencana.

Argentina (yang menjadi runner-up pada tahun 2014) masuk ke Grup D bersama Kroasia, Nigeria dan debutan Islandia pada hasil undian Jumat malam, sementara Brasil (juara dunia 5 kali) berada di Grup E yang meliputi Serbia, Swiss dan Kosta Rika.

Ditanya tentang potensi pertandingan besar melawan Brasil yang akan menyatukan kembali Messi dan Neymar dalam satu pertandingan, Sampaoli mengatakan kepada Omnisport (3/12/2017): “Ini akan menjadi mimpi, ketika final melawan Brasil. Neymar versus Messi.

“Ini akan menjadi luar biasa, dan semoga impian ini terpenuhi. Kita semua tahu dua pemain ini masuk jajaran terbaik di dunia, mereka pernah satu tim dan menjadi rival ketika kompetisi internasional.

“Saya menikmati kabar yang mengatakan bahwa Neymar ingin pergi dari klub sebelumnya karena berada di bawah Lionel (Messi), jadi akan sangat menarik jika keduanya maju ke final dan bersaing untuk memperebutkan siapa yang terbaik.”

Harapan Argentina untuk mengklaim Piala Dunia ketiga tampak membebankan Messi, yang memiliki 29 trofi bersama klub namun tanpa trofi internasional untuk La Albiceleste (kalah di final Piala Dunia 2014, final Copa Amerika 26 dan 2016 berturut-turut).

Namun penampilan Messi di pertandinagn terakhir kualifikasi CONMEBOL membuat Argentina melangkah ke Rusia, setelah menghadapi kemungkinan absne di event empat tahunan tersebut.

Dengan mencetak 16 gol di semua kompetisi untuk Barcelona musim ini, pencapaian Messi membuat Sampaoli berani bermimpi lebih jauh di Piala Dunia mendatang.

“Saya melihat Messi sangat cakap, dewasa, percaya diri, dan semua orang tahu siapa dia,” Sampaoli menambahkan.

“Bagi kami, mengetahui bahwa dia sedang menjalani periode terbaik, memberi kami satu lagi alasan untuk bermimpi.”

Joachim Low: “Musuh Kami Adalah Diri Sendiri”

Joachim Low

Satu grup dengan Meksiko, Swedia dan Korea Selatan, Joachim Low mendesak para pemainnya untuk tidak meremehkan siapapun di Piala Dunia 2018.

Pelatih tim nasional Jerman, Joachim Low, memperingatkan para pemainnya bahwa mereka tidak boleh meremehkan siapapun di Piala Dunia untuk menghindari “musuh terbesar” mereka di Rusia 2018.

Juara dunia itu akan satu grup dengan Meksiko, Swedia dan Korea Selatan dalam apa yang digambarkan Low sebagai “grup yang menarik” sebelum memberikan penilaiannya terhadap lawan-lawannya.

Low yang ingin memberikan trofi Piala Dunia kelima untuk Jerman pada 201, menyoroti kekuatan tiga tim yang jadi lawan mereka di Grup F.

“Meksiko bermain di tingkat yang sangat tinggi,” katanya kepada DFB.de (3/12/2017). “Kami tahu mereka punya kemampuan besar sejak Piala Konfederasi, di mana kami mengalahkan mereka (4-1 di semifinal).

“Secara teknis dan taktis, mereka adalah tim yang sangat bagus, lawan yang tangguh untuk ditangani. Kami tidak bisa menganggap ente karena mereka selalu mendapatkan hasil baik dalam beberapa tahun terakhir.

“Kemudian, Swedia menyingkirkan Italia di babak play-off sehingga kami sama sekali tidak bisa meremehkan mereka. Mereka adalah tim yang tangguh, mereka memiliki semangat tim yang sangat baik, percaya diri dan punya pertahanan yang baik.

“Saya ingat saat kami bermain imbang 4-4 melawan mereka di kualifikasi untuk Piala Dunia 2014, setelah memimpin 4-0. Sepakbola menunjukkan kepada saya bahwa Anda tidak akan pernah menyerah. Kali ini kami ingin memimpin 5-0 untuk memastikan!”

Jerman menduduki puncak klasemen Grup C untuk lolos ke Piala Dunia, memenangkan semua pertandingan, mencetak 43 gol dan hanya 4 kali kebobolan. Terlepas dari hasil luar biasa timnya, Low mendesak para pemainnya tidak cepat puas ketika menjalani turnamen di Rusia.

“Musuh terbesar kami adalah diri sendiri, memasuki pertandingan melawan Swedia atau Korea Selatan, kami hanya perlu bermain 80 atau 90%,” Low menambahkan.

“Tim ini akan bertarung dengan semua yang harus mereka hadapi pada babak 16 besar. Saya tahu banyak pemain Korea, Heung-Min Son dari Tottenham Hotspur adalah salah satunya, ada juga beberapa pemain di Bundesliga.

“Mereka memiliki mentalitas yang hebat dan sangat cepat, mereka menjadi lebih baik dan terus membaik.”

Prediksi Bundesliga: Wolfsburg vs M’Gladbach

Wolfsburg vs M'Gladbach

Pada lanjutan Bundesliga, Wolfsburg akan menjamu Borussia Monchengladbach di Volkswagen Arena.

Setelah lama tak terkalahkan di bawah kepelatihan Martin Schmidt (W2 D7), di mana Wolfsburg meraih poin mengesankan melawan Bayern Munich (hasil imbang 2-2), Bayer Leverkusen (hasil imbang 2-2) dan TSG Hoffenheim (imbang 1-1), streak mereka berakhir dengan kekalahan 2-1 di tangan Augsburg akhir pekan lalu.

Schmidt mengatakan bahwa tujuan utamanya untuk hari Minggu ini adalah “tidak dikalahkan untuk kedua kalinya berturut-turut”, namun dia akan mengalami kesulitan mewujudkannya karena performa Borussia Mönchengladbach sedang menanjak. Sang Serigala memiliki beberapa masalah cedera yang menonjol sementara Maximilian Arnold masih diskors.

Pelatih Gladbach, Dieter Hecking, kembali ke tempat dia bertugas antara 2012 hingga 2016. Sementara di pertandingan terakhirnya, dia membawa timnya bermain imbang 1-1 dan kesulitan mencapai zona Eropa, tapi kali ini dia punya modal bagus setelah timnya  menang 2-1 atas Bayern Munich.

Skuad asuhan Hecking telah menebus kekalahan 6-1 dan 5-1 melawan Borussia Dortmund dan Bayer Leverkusen masing-masing, dan dengan penampilan ofensif yang meningkatg pesat, Gladbach pasti ingin mencetak gol sejak awal untuk masuk ke empat besar klasemen.

Terlepas dari dominasi Wolfsburg atas Gladbach di Volkswagen Arena dalam beberapa tahun terakhir, tim tamu tampaknya tidak akan mudah dikalahkan karena mereka menang 6 dari 8 pertandingan terakhir.

Dalam hal siapa yang mencetak gol, Thorgan Hazard adalah sosok yang bisa membahayakan pertahanan lawan. Adik dari Eden Hazard itu terlibat langsung dalam 10 gol di 10 penampilan terakhir di liga, dia bahkan mencetak 3 gol dalam 4 pertandingan.

Dengan Gladbach menjadi salah satu ungglan di Bundsliga dalam beberapa tahun terakhir, tidak mengherankan jika mereka bisa menghancurkan harapan tim tuan rumah pada Minggu malam dan mencuri poin di Volkswagen Arena.

 

Head to Head

  • 13/05/17 Wolfsburg 1 – 1 Borussia Monchengladbach
  • 21/12/16 Borussia Monchengladbach 1 – 2 Wolfsburg
  • 05/03/16 Wolfsburg 2 – 1 Borussia Monchengladbach
  • 03/10/15 Borussia Monchengladbach 2 – 0 Wolfsburg
  • 26/04/15 Borussia Monchengladbach 1 – 0 Wolfsburg

 

Lima pertandingan terakhir Wolfsburg

  • 28/10/17 Schalke 04 1 – 1 Wolfsburg
  • 06/11/17 Wolfsburg 3 – 3 Hertha BSC
  • 09/11/17 Wolfsburg 2 – 1 Twente
  • 18/11/17 Wolfsburg 3 – 1 Freiburg
  • 25/11/17 Augsburg 2 – 1 Wolfsburg

 

Lima pertandingan terakhir Borussia M’Gladbach

  • 04/11/17 Borussia Monchengladbach 1 – 1 Mainz 05
  • 08/11/17 Borussia Monchengladbach 4 – 1 Arminia Bielefeld
  • 19/11/17 Hertha BSC 2 – 4 Borussia Monchengladbach
  • 22/11/17 Ajax 2 – 1 Borussia Monchengladbach
  • 26/11/17 Borussia Monchengladbach 2 – 1 Bayern Munich

 

Wolfsburg (4-4-1-1): Koen Casteels, Paul Verhaegh, Robin Knoche, John Anthony Brooks, Marcel Tisserand, Joshua Guilavogui, Maximilian Arnold, Yannick Gerhardt, Daniel Didavi, Yunus Malli, Mario Gomez

Borussia Monchengladbach (4-4-2): Yann Sommer, Oscar Wendt, Jannik Vestergaard, Matthias Ginter, Nico Elvedi, Denis Zakaria, Christoph Kramer, Fabian Johnson, Thorgan Hazard, Raffael, Lars Stindl

Prediksi Serie A: Inter Milan vs Chievo Verona

Inter vs Chievo

Klasemen papan atas Serie A semakin panas, setelah Napoli kalah dari Juventus, Inter Milan akan menjamu Chievo di Giuseppe Meazza.

Inter Milan berpeluang memenangkan pertandingan pada Minggu malam, dengan empat dari enam besar akan saling berhadapan dan itu termasuk pertandingan hari Jumat antara Napoli dan Juventus, yang bisa jadi keuntungan sendiri bagi tim asuhan Spalletti. Namun apakah Nerazzuri sanggup menutup celah dari dua klub yang ada di atasnya ?

Inter secara mengejutkan menjadi salah satu kandidat juara liga musim ini, menyusul awal yang mengesankan. Terakhir kali mereka tidak mampu mencapai zona Eropa dan telah memiliki 3 pelatih antara bulan Agustus sampe bulan Mei tahun ini. Namun, yang akhirnya bisa membuat perbedaan adalah Spalletti. Tanpa turnamen Eropa dan masalah Cedera, Inter benar-benar menjadi tim yang berbeda dibandingkan musim lalu.

Peluang juara bagi Inter telah didorong oleh performa Mauro Icardi yang sudah memiliki 15 gol di liga. Striker asal Argentina itu juga bermain konsisten di Giuseppe Meazza, mencetak 10 gol dalam 7 pertandingan.

Di sisi lain, Chievo kebobolan cukup banyak musim ini, dan hanya Crotone yang telah kebobolan gol lebih banyak, sementara Icardi adalah salah satu striker paling berbahaya di liga, maka dia bisa kembali mencatatkan namanya di papan skor.

Sementara Icardi adalah pencetak gol terbanyak Inter, dia telah memberikan kontribusi 53% dari gol Nerazzurri di liga. Selain Icardi, Spalletti tidak punya stok penyerang yang benar-benar mapan dan bisa diandalkan.

Sedangkan bagi tim tamu, mereka hanya mencetak gol dalam 14% pertandingan tandang dan Minggu ini bisa menjadi salah satu mimpi buruk bagi tim yang menang kalah 2 kali, imbang 2 kali dan menang sekali dalam 5 pertandingan terakhir.

Melihat situasi tersebut, maka Inter cukup jelas dijadikan favorit untuk memenangkan pertandingan ini dengan selisih lebih dari satu gol.

 

Head to Head

  • 15/01/17 Inter Milan 3 – 1 Chievo Verona
  • 22/08/16 Chievo Verona 2 – 0 Inter Milan
  • 04/02/16 Inter Milan 1 – 0 Chievo Verona
  • 20/09/15 Chievo Verona 0 – 1 Inter Milan
  • 03/05/15 Inter Milan 0 – 0 Chievo Verona

 

Lima pertandingan terakhir Inter Milan

  • 25/10/17 Inter Milan 3 – 2 Sampdoria
  • 31/10/17 Hellas Verona 1 – 2 Inter Milan
  • 05/11/17 Inter Milan 1 – 1 Torino
  • 20/11/17 Inter Milan 2 – 0 Atalanta
  • 26/11/17 Cagliari 1 – 3 Inter Milan

 

Lima pertandingan terakhir Chievo Verona

  • 26/10/17 Chievo Verona 1 – 4 AC Milan
  • 29/10/17 Sampdoria 4 – 1 Chievo Verona
  • 05/11/17 Chievo Verona 0 – 0 Napoli
  • 19/11/17 Torino 1 – 1 Chievo Verona
  • 26/11/17 Chievo Verona 2 – 1 SPAL

 

Inter Milan (4-3-3): Samir Handanovic, Danilo D’Ambrosio, Milan Skriniar, Miranda, Davide Santon, Matias Vecino, Roberto Gagliardini, Antonio Candreva, Borja Valero, Ivan Perisic, Mauro Icardi

Chievo Verona (4-4-2): Stefano Sorrentino, Massimo Gobbi, Bostjan Cesar, Nenad Tomovic, Fabrizio Cacciatore, Perparim Hetemaj, Samuel Bastien, Lucas Nahuel Castro, Valter Birsa, Riccardo Meggiorini, Roberto Inglese

Arsenal 1-3 Manchester United: De Gea Jadi Bintang, Pogba “Hilang”

Arsenal v Manchester United

Pada Minggu dini hari tadi, Premier League menghadirkan salah satu Big Match antara Arsenal dan Manchester United, dimana tim tuan rumah harus tunduk dari tamunya tersebut.

Manchester United selamat setelah dikeluarkannya Paul Pogba dri lapangan untuk mengakhiri rekor 12 pertandingan kemenangan Arsenal di kandang sendiri di Premier League, dengan skor akhir 1-3 di Emirates Stadium yang salah satunya berkat aksi cemerlang David de Gea.

Dua raksasa Premier League itu berhadapan di ibukota Inggris, dengan sisi Jose Mourinho entah bagaimana selamat dari beberapa ancaman hingga meraih kemenangan dan menutup kesenjangan 5 poin dengan Manchester City yang masih nyaman di puncak klasemen.

United berhasil memanfaatkan pertahanan buruk Arsenal sehingga mencetak  dua gol dari Antonio Valencia dan Jesse Lingard, sebelum Alexandre Lacazette mengurangi defisit gol.

Namun, usaha Arsenal untuk meraih kemenangan kandang ketiga berturut-turut atas United kandas karena penampilan gemilang De Gea, yang menghasilkan serangkaian penyelamatan yang luar biasa.

Kemudian gol yang dicetak Lingard di menit ke-63 memulihkan keunggulan dua gol meskipun Pogba mendapat kartu merah karena melanggar Hector Bellerin sehingga harus absen di derby Manchester pekan depan.

Bagi Arsenal, tentu saja pertandingan di babak pertama jadi bahan evaluasi yang harus diselesaikan, karena mereka mendominasi penguasaan bola namun kebobolan dua kali.

Hal itu salah satunya terjadi setelah umpan silang Laurent Koscielny secara tidak sengaja mengenai Valencia sebelum kecerobohan Shkodran Mustafi dalam kepemilikan bola menyebabkan Lingard mencetak gol, bahkan pemain internasional Inggris itu tidak perlu bersusah payah untuk memberi umpan balik ke Anthony Martial yang ada di belakangnya.

Setelah tertinggal dua gol, Arsenal terus menerus memberikan tekanan pada pertahanan United dan bahkan mengurung mereka di zona sendiri.

Namun, meski awal yang buruk, ditambah dengan kehilangan Mustafi yang cedera memaksa perubahan formasi, tim tuan rumah mampu mengejar ketertinggalan dengan sistem empat bek sejajar.

Lacazette yang usahanya digagalakn dua kali oleh De Gea, akhirnya memperkecil selisih gol di menit ke-49. Bahkan setelah gol pertama, tim asuhan Wenger masing menggempur pertahanan Wenger dan terdapat dua peluang emas ketika Lacazette berhadapan satu lawan satu dengan De Gea, begitu juga ketika Alexis Sanchez melepaskan bola dari jarak dekat namun kiper Spanyol itu berhasil menghalaunya.

Penyelamatan ganda itu menjadi titik balik bagi skuad  Mourinho pada menit ke-63, ketika Pogba yang menyisir sisi kiri pertahanan Arsenal mampu melepaskan umpan pada Lingard yang dalam posisi kosong, dan akhirnya mengembalikan selisih dua gol.

Setelah assist tersebut, Pogba terpaksa meninggalkan lapangan lebih cepat karena pelanggaran terhadap Bellerin. Kartu merah itu memang tidak terlalu dipermasalahkan, namun  akan jadi kerugian besar karena lawan mereka berikutnya adalah Manchester City.