Kontrak Messi Sampai 2021, Ikuti Jejak Para “One-Man-Club”

Lionel Messi

Perpanjang kontrak di Barcelona, Messi akan menjadi “One-Man-Club” ?

Lionel Messi mengakhiri spekulasi mengenai masa depannya di Barcelona pada hari Sabtu setelah menandatangani perpanjangan kontrak yang akan berakhir pada tahun 2021.

Messi akan berusia 34 tahun saat kesepakatan itu berakhir, meningkatkan kemungkinan bahwa dia bisa bergabung dengan para mantan bintang sepakbola yang hanya bermain untuk satu klub seumur hidup.

Jadi siapa sajakah para mantan pesepakbola yang dimaksud ?

 

Paolo Maldini (AC Milan)

Tidak terbantahkan sebagai salah satu bek terhebat sepanjang masa, Maldini membuat debutnya di Milan saat berusia 16 tahun pada 1985 dan menghabiskan seperempat abad berikutnya di San Siro, memenangkan tujuh gelar Serie A dan lima Liga Champions, dan bahkan lebih banyak trofi jika disebutkan satu-persatu.

 

Ryan Giggs (Manchester United)

Seperti Maldini, Ryan Giggs berkembang dari pemain akademi dan masuk ke peran reguler United dari tahun 1990 sampai 2014 lalu. Dua trofi Liga Champions dan 13 gelar Premier League serta 963 penampilan di skuad senior United adalah pencapaian yang luar biasa untuk mantan kapten Wales tersebut.

Bahkan setelah pensiun, dia sempat masuk ke staf kepelatihan The Red Devils dan menggantikan peran David Moyes beberapa tahun lalu.

 

Francesco Totti (Roma)

Totti mengajukan salam perpisahan emosional untuk Roma pada akhir musim lalu setelah membuat 786 penampilan dan 307 gol, menyaingi rekor Maldini yang tampil selama 25 musim di Serie A. Kini dia masih tetap di sisi klub ibukota tersebut, memiliki salah satu jabatan di dewan klub.

 

Carles Puyol (Barcelona)

Mantan kapten Barcelona ini menjadi sosok penting dalam meraih treble winner ketika masih dilatih Pep Guardiola pada musim 2008-09, Puyol memenangkan enam gelar La Liga, tiga Liga Champions dan masih banyak lagi sampai memutuskan gantung sepatu.

 

Matthew Le Tissier (Southampton)

Mantan pesepakbola dengan bakat mencetak gol yang sangat mengesankan, Le Tissier secara teratur dikaitkan dengan banyak klub besar Inggris selama masa jayanya pada tahun 1990an. Namun dia tetap setia kepada Southampton sebagai satu-satunya tim yang dia bela dan bahkan memperkuat status sebagai ikon di klub tersebut.

Isi Komen Anda