Monthly Archives: November 2017

Alan Pardew Yakin Dengan Karirnya di West Brom, Beri Dukungan Pada Allardyce dan Moyes

Alan Pardew, Sam Allardyce dan David Moyes

Manajer Baru West Brom, Alan Pardew, yakin sesama rekan manajer di Inggris (Sam Allardyce dan David Moyes) harus diberi kesempatan.

Alan Pardew mengatakan bahwa West Brom bertindak benar ketika klub menggantungkan harapan untuk bertahan Premier League di tangannya dan menegaskan bahwa Sam Allardyce dan David Moyes juga pantas mendapat kepercayaan dari para pendukungnya.

Mantan manajer Crystal Palace itu diberi tugas baru untuk Baggies pada hari Rabu setelah dia menandatangani kontrak 2,5 tahun untuk menggantikan Tony Pulis.

Keputusan tersebut disambut dengan skeptisisme oleh beberapa penggemar, dengan beberapa pihak menganggap bahwa manajer muda asli Inggris atau luar negeri seharusnya dapat diberikan untuk peran tersebut.

Kritik yang sama juga terjadi di West Ham, yang membawa Moyes sebagai pengganti Slaven Bilic, dan juga Everton yang menyelesaikan kesepakatan dengan Allardyce.

Bagaimanapun Pardew mengatakan track record dari tiga manajer di Premier League membuktikan bahwa mereka adalah orang yang tepat untuk peran masing-masing sekarang ini.

“Saya pikir pengalaman itu penting tapi ketika Anda melihat rekor kami, saya pikir saya cukup stabil, dalam tujuh musim terakhir, 1,3 poin/game,” katanya dalam sebuah konferensi pers, dikutip Sky Sport (29/11/2017).

“Anda melihat Sam dan David Moyes, mereka sangat mirip, jadi kami memiliki sejarah yang cukup baik.

“Saya mengambil alih Palace dalam situasi yang sama, saya membawa mereka dari degradasi hingga ke urutan 10, jadi hal semacam ini harus diperhitungkan saat Anda melihat klub yang Anda dapatkan.

“Kami cukup baik untuk tetap bertahan, tapi klub-klub di sana akan melakukan bisnis lain. Anda bisa kehilangan pemain kunci dan Anda harus waspadai hasil terbutuk. Saya berharap bisa membawa harapan untuk tim ini lebih baik kedepannya.”

Dia menambahkan: “Kritik datang dalam berbagai bentuk dan ukuran, kadang juga pujian, siapapun bisa lepas kendali, ini tentang keseimbangan dan beberapa manajer merasa terganggu.”

Pardew, yang telah dua kali tampil di final Piala FA sebagai manajer West Ham dan Palace, meminta skuad barunya untuk menunjukkan tingkat ambisi yang sama guna membalikkan nasib mereka.

Dia juga menyarankan agar ada sejumlah aktivitas di jendela transfer Januari untuk memberi mereka kemungkinan terbaik bertahan di Premier League.

“Sangat sulit di liga ini untuk memiliki ambisi memenangkan trofi,” dia menjelaskan. “Anda harus memiliki ambisi tersebut, saya punya kesempatan dua kali memenangkan trofi, itulah yang saya maksud.

“Kami harus berusaha dan tumbuh semaksimal mungkin, dan berharap di bulan Januari, manajemen memberikan udara segar untuk pertumbuhan tim ini.”

Prediksi Serie A: Napoli vs Juventus

Napoli vs Juventus

Serie A akhir pekan ini akan dimulai dengan pertandingan dua raksasa Italia, Juventus dan Napoli.

Juventus dan Napoli masih bersaing di papan atas Serie A sejauh ini, namun pertemuan pada Jumat malam akan menjadi salah satu yang terpenting untuk akhir musim. Tim tuan rumah datang ke pertandingan ini sebagai pemimpin liga, tak terkalahkan sejauh ini. Sementara itu, juara bertahan Serie A tampak belum konsisten dan membuat Partenopei mencuri kesempatan tersebut. Kedua tim adalah calon Scudetto musim ini dan cukup jelas ini adalah pertandingan yang bisa berjalan dengan tensi tinggi.

Jika dilihat sampai saat ini, Napoli seperti tim terkuat di Serie A, dengan Juventus tertinggal dibelakangnya. Bianconeri bisa melihat dominasi mereka di liga ini berakhir, karena tim tamu benar-benar jauh puncak klasemen. Fakta bahwa Juve telah mencoba untuk bermain lebih ofensif dan mencoba mengimbangi Napoli adalah situasi genting.

Kedua tim telah mencetak 8 gol dari 9 pertemuan terakhir, dan musim lalu kedua raksasa Italia ini mencetak 4 gol di dua pertemuan. Baik tim tuan rumah maupun tim tamu memiliki serangan fantastis, dan mereka punca statistik terbaik di Italia saat ini.

Perlu diingat juga bahwa, Napoli mengalahkan Juve dengan skor 3-2 dalam pertemuan terakhir musim lalu, dan hasil yang serupa tidak akan mengejutkan disini karena tim asuhan Sarri telah mencetak 3 gol sendiri di 13 dari 18 pertandingan terakhir di liga.

Bagi Juve, sosok Gonzalo Higuain adalah salah satu yang bisa diandalkan karena sanggup menyarangkan 4 gol ke gawang mantan timnya, namun bagi tim tamu, Mertens dan Insigne bisa memupuskan harapan Juve untuk mencelah poin.

Diatas kertas, kedua tim tampak berimbang sehingga hasil akhir 1-1 atau 0-0 bisa terjadi akhir pekan ini.

 

Head to Head

  • 06/04/17 Napoli 3 – 2 Juventus
  • 03/04/17 Napoli 1 – 1 Juventus
  • 01/03/17 Juventus 3 – 1 Napoli
  • 30/10/16 Juventus 2 – 1 Napoli
  • 14/02/16 Juventus 1 – 0 Napoli

 

Lima pertandingan terakhir Napoli

  • 26/11/17 Udinese 0 – 1 Napoli
  • 22/11/17 Napoli 3 – 0 Shakhtar Donetsk
  • 19/11/17 Napoli 2 – 1 AC Milan
  • 05/11/17 Chievo 0 – 0 Napoli
  • 02/11/17 Napoli 2 – 4 Manchester City

 

Lima pertandingan terakhir Juventus

  • 27/11/17 Juventus 3 – 0 Crotone
  • 23/11/17 Juventus 0 – 0 Barcelona
  • 19/11/17 Sampdoria 3 – 2 Juventus
  • 05/11/17 Juventus 2 – 1 Benevento
  • 01/11/17 Sporting 1 – 1 Juventus

 

Napoli (4-3-3): Pepe Reina, Elseid Hysaj, Raul Albiol, Kalidou Koulibaly, Mario Rui, Allan, Jorginho, Marek Hamsik, Jose Maria Callejon, Dries Mertens, Lorenzo Insigne.

Juventus (4-2-3-1): Gianluigi Buffon, Alex Sandro, Giorgio Chiellini, Benedikt Hoewedes, Mattia De Sciglio, Miralem Pjanic, Sami Khedira, Mario Mandzukic, Douglas Costa, Paulo Dybala, Gonzalo Higuain.

Kuis Sepakbola Pekan 7

Yuk gabung dengan kuis tebak skor setiap minggunya! Hadiah sebesar 50 JUTA akan diberikan kepada semua pemenang penebak skor bola benar (correct score). Setiap kategori hadiah hanya dapat diklaim oleh 10 pemenang, jika terdapat lebih dari 10 pemenang di satu kategori hadiah maka 10 pemenang akan dipilih secara acak.

 

Butuh bantuan? hubungi kami di Facebook kami: facebook.com/f88bola.

SYARAT & KETENTUAN

  1. Pastikan nomor telpon yang didaftarkan sudah benar, pemenang akan dihubungi melalui nomor telpon untuk cara pengklaiman hadiah.
  2. Pastikan pendaftaran anda di fun88bola.net menggunakan User ID Fun88 yang valid.
  3. Peserta harus menebak SKOR TEPAT  (Correct Score) pada setiap pertandingan mingguan.
  4. Setiap peserta hanya boleh memberikan 1 kali jawaban tiap minggunya, jika didapati memberikan lebih dari 1 jawaban maka kemenangan akan di diskualifikasi. Jawaban yang di-edit akan didiskualifikasi.
  5. Pemenang akan diumumkan pada setiap hari Selasa minggu berikutnya.
  6. Para pemenang yang menebak setidaknya 3 skor benar harus melakukan deposit minimal IDR 50 di Fun88.
  7. Jawaban harus sesuai dengan urutan, semua pertandingan harus dijawab dalam 1 kali komentar, format jawaban sebagai berikut:

(Nama Team A) (Skor A) : (skor B) (Nama Team B)

Watford 1 : 3 Liverpool

Chelsea 2 : 0 Burnley

Crystal Palace 1 : 0 Huddersfield Town

DAFTAR PERTANDINGAN KUIS TEBAK SKOR SEPAKBOLA – PEKAN 7

Tanggal Jadwal (w.i.b) Liga
Sab, 02/12/17Chelsea19:30Newcastle UnitedInggris - Premier League
Indonesia19:30BruneiDunia - Friendly
Bayer Leverkusen21:30Borussia DortmundJerman - Bundesliga
Min, 03/12/17Athletic Club02:45Real MadridSpanyol - La Liga
Benevento18:30MilanItali - Serie A
Internazional21:00Chievo
Sen, 04/12/17Wolfsburg00:00Borussia MonchengladbachJerman - Bundesliga
Sampdoria02:45LazioItali - Serie A
Las Palmas02:45Real BetisSpanyol - La Liga
Mongolia19:30IndonesiaDunia - Friendly

Jawab sesuai urutan tabel jadwal pertandingan di atas pada kolom komentar.

Pastikan jawaban tidak melewati batas waktu – Sabtu, 02 Desember 2017 (19:15 wib).

Pastikan telah mendaftarkan akun Fun88 sebelum batas waktu Sabtu, 02 Desember 2017 (19:15 wib).

 

Butuh bantuan? hubungi kami di Facebook kami: facebook.com/f88bola.

Starting XI Gabungan Milan Tahun 2003: Donnarumma dan Bonucci Yang Layak Mewakili Dari Generasi Saat Ini

AC Milan

AC Milan pada musim 2002-2003 sangatlah fenomenal dengan banyak pemain bintang dan bahkan menjuarai Liga Champions, dan jika ada dua nama pemain saat ini yang bisa bermain di era tersebut, Donnarumma dan Bonucci lah pilihannya.

Gennaro Gattuso ditunjuk sebagai pelatih AC Milan pada hari Senin menyusul pemecatan Vincenzo Montella, dan dia akan menghadapi tantangan besar untuk mengembalikan Rossoneri ke hari-hari kejayaan seperti yang ia nikmati sebagai pesepakbola.

Montella harus membayar hasil buruk tersebut karena gagal mendapatkan yang terbaik dari skuad yang mengalami transformasi dengan biaya besar di musim panas. Tapi meski ada pengeluaran signifikan dari pemilik baru, jika harus memilih para pemain yang tampil di final Liga Champions 2003, ada dua pemain dari generasi saat ini yang layak masuk ke tim tersebut. Lalu bagaimana susunan pemainnya dalam satu formasi ?

 

Kiper: Gianluigi Donnarumma

Dalam starting line-up, ada satu posisi yang layak diwakili oleh pemain Milan generasi saat ini.

Nelson Dida memang terbukti sebagai andalan Milan dan Brasil di masa lalu, memenangkan Serie A, Liga Champions dan Piala Dunia. Tapi dia tidak selalu sempurna dan tentu saja diuntungkan karena bermain dengan lini pertahanan yang sangat baik.

Donnarumma yang digembar-gemborkan sebagai pewaris Gianluigi Buffon, belum bisa membuktikan keunggulan Dida. Namun jika ia bisa menandingi trofi bintang eks-Selecao tersebut, maka dia bisa unggul dibandingkan semua kiper Milan di masa lalu.

 

Pertahanan: Alessandro Costacurta, Alessandro Nesta, Leonardo Bonucci, Paolo Maldini

Hanya satu anggota dari pertahanan Milan saat ini yang bisa dibilang siap bermain bersama orang-orang hebat yang terbukti baik di awal 2000an. Dan mengingat penampilan yang belum konsisten sejauh musim ini, penyertaan Leonardo Bonucci diantara empat bek memiliki catatan khusus.

Hal ini terjadi saat Bonucci memenangkan banyak hal dengan Juventus dan Italia sehingga dianggap setara dengan Alessandro Costacurta, Alessandro Nesta dan Paolo Maldini.

 

Gelandang: Gennaro Gattuso, Andrea Pirlo, Clarence Seedorf

Hakan Calhanoglu, Lucas Biglia dan Franck Kessie tiba di San Siro jelang musim 2017-18, namun tidak ada gelandang Milan saat ini yang bisa memenangkan sebuah tempat di starting XI dari trio yang mengalahkan Juventus di Old Trafford 14 tahun lalu.

Gattuso pernah mengaku bahwa bermain bersama Pirlo adalah satu hal yang membuat tugasnya lebih mudah di lapangan.

Selain itu sosok Clarence Seedorf memberikan kombinasi fisik, keterampilan, dan fleksibilitas yang sangat efektif sehingga mampu membawa Milan dua kali memenangkan Liga Champions, bahkan sekali bersama Real Madrid.

 

Serangan: Rui Costa, Andriy Shevchenko, Filippo Inzaghi

Saat ini klub berjuluk Rossoneri memiliki dua pemain muda dalam diri Patrick Cutrone dan Andre Silva, namun keduanya baru saja memulai periode kompetitif di Serie A musim ini dan belum membuktikan apapun.

Sehingga jika dibandingkan era 2000 awal, sosok Rui Costa benar-benar tak tergantikan ketika menopang duet Filippo Inzaghi dan Andriy Shevchenko.

Messi Rindukan Duo Milan di Liga Champions

Lionel Messi

Bintang Barcelona, Lionel Messi, mengaku ingin berhadapan lagi dengan dua raksasa kota Milan.

Lionel Messi yakin Inter Milan dan AC Milan harus kembali ke Liga Champions dalam waktu dekat untuk membantu sepakbola Italia menemukan kembali reputasinya di Eropa.

Duo raksasa Italia itu telah mengangkat trofi gabungan dalam 10 kesempatan, salah contoh terbaru datang pada tahun 2010 saat Jose Mourinho membawa Inter meraih treble winners, setelah mengalahkan Barcelona di semifinal.

Namun, kedua klub itu mengalami penyurutan di level domestik dan Eropa sampai saat ini, dengan Milan tampil terakhir di Liga Champions pada musim 2013-14 sementara Inter terakhir tampil di musim 2010-2011.

Kegagalan timnas mencapai Piala Dunia tahun depan merupakan pukulan besar bagi sepakbola Italia, dan Messi yakin duo klub Milan itu harus kembali puncak sepakbola Eropa untuk memperbaiki masalah di dalam negeri.

“Sepakbola Italia dalam beberapa tahun terakhir tidak lagi sama, dan saya percaya bahwa ini harus dilakukan tidak hanya dengan non-kualifikasi ke Piala Dunia,” kata Messi, yang dikutip oleh La Gazzetta dello Sport (28/11/2017).

“Sebagai contoh, dua tim hebat Serie A, Milan dan Inter, tidak sama seperti 10 tahun yang lalu dan tidak lagi bermain di Liga Champions, dan ini mempengaruhi semua sepakbola Italia.

“Mereka pada dasarnya mencoba untuk kembali, terutama kedua klub Milan harus kembali bersaing di tingkat Eropa. Saya ingat bagaimana dua klub itu sangat baik dan menjadi sentral bagi nama Italia di level Eropa, terutama untuk level klub.”

Messi berbicara setelah memetik penghargaan Golden Shoes ketika menyelesaikan musim 2016-17 sebagai pencetak gol terbanyak di seluruh kompetisi Eropa. Acara pekan lalu itu menandai keempat kalinya sang bintang Argentina mengklaim penghargaan tersebut, menyamai prestasi milik Cristiano Ronaldo.

Keduanya cukup lama dianggap sebagai dua rival besar sebagai karakter dan juga klub, meski Ronaldo baru-baru ini menyatakan bahwa dia bisa menjadi teman baik di masa depan, Messi tidak yakin apakah hal itu bisa terjadi pada dua pesepakbola yang hanya bertemu di lapangan dan saat acara penghargaan.

“Saya tidak tahu apakah kami akan melakukannya. Persahabatan adalah sesuatu yang dibangun dengan menghabiskan waktu bersama dan mengenal satu sama lain,” striker Argentina itu menambahkan.

“Kami tidak memiliki hubungan lebih jauh, tapi kebanyakan karena kami hanya melihat satu sama lain dalam acara penghargaan dan ini terjadi hanya saat berbicara dalam wawancara. Pada saat itu semuanya baik-baik saja, tapi kemudian kami tidak bertemu lagi.”

Prediksi Premier League: Manchester City vs Southampton

Manchester City vs Southampton

Sulit menang di Premier League akhir pekan lalu, Manchester City akan menjamu Southampton untuk menambah keunggulan di puncak klasemen.

Manchester City adalah tim terbaik di Inggris saat ini, dan pada akhir pekan mereka menunjukkan bahwa mereka punya kans besar untuk jadi juara. Akhir pekan lalu, mereka menghadapi Huddersfield yang tampil agresif, namun tim asuhan Guardiola mampu membalikkan situasi tersebut.

Ini melanjutkan kemenangan fenomenal Manchester City yang belum kehilangan poin di smeua kompetisi sejak hasil imbang 1-1 dengan Everton pada Agustus lalu, dan itu memberi mereka keunggulan 8 poin di puncak klasemen.

Kemenangan atas Huddersfield membuat 11 kemenangan beruntun di liga, dan 42 gol dalam 13 pertandingan Premier League adalah yang terbaik sejauh ini. Selain itu, mereka juga punya pertahanan terbaik di Inggris.

Di sisi lain, Southampton bisa menjadi masalah bagi tim tuan rumah setelah menang 4-1 atas Everton akhir pekan lalu.

Sebenarnya, Southampton mengalami musim yang buruk, duduk di posisi 10 dalamklasemen bahkan kalah 4 dari 8 pertandingan terakhir. Secara keseluruhan, mereka hanya mencetak 13 gol musim ini.

Saat bertandang, mereka juga baru sekali menang musim ini dan mencetak total 3 gol, dan sekarang mereka berhadapan langsung dengan Manchester City yang tak terbendung dengan rekor 5 kemenangan dalam 6 pertandingan terakhir di Etihad Stadium.

Bagi tim tuan rumah, sosok Raheem Sterling adalah pemain yang bisa diandalkan setelah mencetak 12 gol hanya dalam 16 penampilan musim ini, dimana 7 gol terjadi di kandang.

Jika dibandingkan, cukup jelas bahwa tim asuhan Guardiola ini sangat unggul dibandingkan lawannya, sehingga mereka bisa menang dengan margin lebih dari 2 gol.

 

Head to Head

  • 15/04/17 Southampton 0-3 Manchester City
  • 23/10/16 Manchester City 1-1 Southampton
  • 01/05/16 Southampton 4-2 Manchester City
  • 28/11/15 Manchester City 3-1 Southampton
  • 24/05/15 Manchester City 2-0 Southampton

 

Lima pertandingan terakhir Manchester City

  • 02/11/17 Napoli 2 – 4 Manchester City
  • 05/11/17 Manchester City 3 – 1 Arsenal
  • 18/11/17 Leicester City 0 – 2 Manchester City
  • 22/11/17 Manchester City 1 – 0 Feyenoord
  • 26/11/17 Huddersfield Town 1 – 2 Manchester City

 

Lima pertandingan terakhir Southampton

  • 21/10/17 Southampton 1 – 0 WBA
  • 29/10/17 Brighton 1 – 1 Southampton
  • 04/11/17 Southampton 0 – 1 Burnley
  • 18/11/17 Liverpool 3 – 0 Southampton
  • 26/11/17 Southampton 4 – 1 Everton

 

Manchester City (4-3-3): Ederson, Delph, Otamendi, Mangala, Danilo, D Silva, Fernandinho, Gundogan, Sane, Jesus, B Silva.

Southampton (4-2-3-1): Forster, Bertrand, Hoedt, van Dijk, Soarez, Lemina, Romeu, Boufal, Tadic, Ward-Prowse, Austin.

Prediksi Premier League: Stoke City vs Liverpool

Stoke City vs Liverpool

Setelah kalah di Premier League pada akhir pekan, Stoke City harus menjamu Liverpool.

Stoke City kembali kalah pada akhir pekan dengan skor 2-1 dari Crystal Palace, meski sempat memimpin di babak kedua melalui gol dari Xherdan Shaqiri, hasil ini menambah kekhawatiran di lini pertahanan mereka.

Kekalahan The Potters akhir pekan lalu mengikuti sekali menang dan 2 kali imbang di Premier League, dan mereka kini telah kebobolan 6 kali dari 3 pertandingan terakhir.

Saat bermain di kandang, Stoke telah menang 2 kali, imbang 2 kali dan kalah 2 kali dalam 6 pertandingan terakhir, mencetak 11 gol dan kalah paling besar di tangan Chelsea dengan skor 0-4.

DI sisi lain Liverpool punya pertahan yang buruk  ketika bermain imbang dengan Chelsea, dimana sebelumnya mereka kebobolan 3 kali setelah memimpin 3-0 melawan Sevilla.

Bahkan saat bertandang, Liverpool belum bisa menjaga clean sheet di Premier League, dan mereka kebobolan lebih banyak dibandingan tim-tim Premier League lainnya. Tapi salah satu yang positif adalah mereka sanggup mencetak 12 gol di kandang lawan.

Bagi tim asuhan Jurgen Klopp, Mohamed Salah adalah pemain yang diandalkan setelah mencetak 10 di liga dan 4 gol di Liga Champions, sehingga pertandingan ini bisa menjadi ajang uji coba bagi pemain tim nasional Mesir itu untuk mencetak lebih banyak gol.

Sedangkan bagi tim tuan rumah, Shaqiri adalah pemain yang cukup bisa diandalkan dan dengan pengalamannya, Jurgen Klopp mungkin harus memperbaiki cara bertahan timnya.

Ketika membandingkan tim mana yang lebih kuat, cukup jelas Liverpool lebih unggul di segala lini, sehingga kemenangan tipis bisa terjadi disini.

 

Head to Head

  • 08/04/17 Stoke City 1 – 2 Liverpool
  • 28/12/16 Liverpool 4 – 1 Stoke City
  • 10/04/16 Liverpool 4 – 1 Stoke City
  • 27/01/16 Liverpool 0 – 1 Stoke City
  • 06/01/16 Stoke City 0 – 1 Liverpool

 

Lima pertandingan terakhir Stoke City

  • 21/10/17 Stoke City 1 – 2 Bournemouth
  • 28/10/17 Watford 0 – 1 Stoke City
  • 04/11/17 Stoke City 2 – 2 Leicester City
  • 21/11/17 Brighton 2 – 2 Stoke City
  • 25/11/17 Crystal Palace 2 – 1 Stoke City

 

Lima pertandingan terakhir Liverpool

  • 02/11/17 Liverpool 3 – 0 Maribor
  • 05/11/17 West Ham 1 – 4 Liverpool
  • 18/11/17 Liverpool 3 – 0 Southampton
  • 22/11/17 Sevilla 3 – 3 Liverpool
  • 26/11/17 Liverpool 1 – 1 Chelsea

 

Stoke (3-4-2-1): Grant, Wimmer, Shawcross, Zouma, Pieters, Allen, Fletcher, Diouf, Jese, Shaqiri, Choupo-Moting.

Liverpool (4-3-3): Mignolet, Robertson, Klavan, Matip, Alexander-Arnold, Coutinho, Henderson, Wijnaldum,  Mane, Firmino, Salah.

« Older Entries