Garry Tonon Resmi Bergabung ke MMA

Petarung Brazilian Jiu-jitsu kenamaan Gary Tonon akhirnya resmi bergabung ke MMA. Rumor yang selama ini membayangi rencana kepindahannya menjadi kenyataan ketika petarung veteran ADCC membeberkan ke publik bahwa ia sudah menandatangani kesepakatan dengan promosi nomor satu MMA di Asia, One FC.

Cerita panjang promosi ini melibatkan para petarung elit One FC seperti jawara Roger Gracie dan Ben Askren. Jadi, kehadiran Tonon pun sebetulnya tak terlalu mengejutkan. Bahkan di awal musim panas ini, Tonon sukses menundukkan petarung kelas 1, Shinya Aoki dalam sebuah pertarungan gulat satu-satunya di kandang One FC.

Tantangan Baru Tonon

Tonon mengakui kalau ia merasa senang bergabung di One FC. Ia merasa kalau momen ini merupakan salah satu rangkaian dari evolusi karirnya. Semua yang ia harapkan dari dunia Jiu-jitsu sudah tercapai. Dan kali ini adalah waktu tepat untuk menyonsong tantangan baru.

Sebelumnya ia memang sudah sering mengungkapkan rencana debutnya di MMA. Saking seringnya ia menyatakan minat itu namun tak kunjung terlaksana, sebagian pihak menganggapnya skeptis. Terutama barisan penggemar Brazilian Jiu-jitsu yang merasa bahwa ia tak perlu pindah ke ajang pertarungan bebas itu. Lagipula Tonon sudah terlanjur dianggap sebagai petarung paling populer di cabang bela diri itu dan telah menghasilkan banyak profit melalui ajang Jiu-jitsu profesional. Fakta tersebut tak bisa dipungkiri karena di tahun 2016 ia termasuk dalam jajarang petarung profesional dengan jumlah pendapatan tertinggi. Oleh sebab itu, wajar jika kepindahannya ke MMA dipertanyakan sementara profit yang sudah ia capai sangat memuaskan.

Pencurian Para Petarung

Para penggemar di komunitas Brazilian Jiu-jitsu juga sudah sering mengalami bagaimana MMA telah sering mencuri petarung mereka. Nama-nama yang telah pindah ke MMA antara lain adalah Antonio Rodrigo Nogueira, Demian Maia, Jacare Souza, Vitor Belfort, BJ Penn, Gilbert Burns, dan yang paling terakhir ialah Mackenzie Dern. Daftar itu akan terus bertambah mengingat cabang bela diri ini punya basis penggemar yang sangat besar di dunia. Sejumlah nama pun terus merangkak naik ke tangga popularitas. Sebagian di antaranya sukses merebut gelar kejuaraan dunia. Tapi sisanya bahkan belum sempat mencicipi ajang tersebut dan terlanjur pindah ke MMA.

Para petarung Jiu-jitsu tak punya jalan lain untuk menghasilkan nafkah. Pihak sponsor bahkan nyaris tak ada yang berminat menjalin kerjasama. Sementara ajang pertarungan bela diri ini tergolong sangat kecil bahkan di negara asalnya, Brasil. Tak mengherankan jika ajang MMA menjadi semacam batu loncatan dari para petarungnya. Dibukanya rute yang lebih singkat dan praktis untuk memperkenalkan nama mereka ke publik yang lebih menyukai tontonan pertarungan bersifat populer.

Namun situasi bergeser di tahun ini. Kabarnya, sponsor di MMA mulai menyurut. Sementara Brazilian Jiu-jitsu nampaknya mulai menemukan konsep yang ideal untuk membayar para petarungnya. Salah satu bukti konkritnya terjadi ketika Fight to Win Pro akan membayar sejumlah 1 juta Dollar ke para atlitnya tahun ini. Hal semacam ini tak mungkin dibayangkan para petarung Jiu-jitsu sekitar satu dekade silam.

Anggapan bahwa MMA merupakan seni bela diri yang terkesan bar-bar dan kasar tak mungkin ditepis. Barangkali alasan itulah yang membuat kepindahan para petarung profesional tak diterima oleh sebagian penggemarnya. Namun tak bisa ditolak juga kenyataan perihal popularitas MMA di dunia. Kepindahan seorang bintang pun semestinya membuka referensi yang segar bagi para peminat bela diri dari berbagai belahan dunia.

Isi Komen Anda