Alain Ngalani Menceritakan Dampak Positif Mixed Martial Arts Pada Hidupnya

Mixed Martial Arts sebagai sebuah olahraga pertarungan memiliki aspek berbeda jika dibandingkan dengan olahraga jenis lain. Perpaduan antara kekuatan fisik, teknik dan kecerdasan dalam mengambil keputusan terkait situasi di atas ring menjadi beberapa hal utama dalam olahraga tersebut. Keterlibatan teknik dan kecerdasan dalam memilih strategi di atas ring pertarungan membuat kekuatan fisik terkadang bukan menjadi bagian utama dari pertarungan. Sebuah situasi yang membuat beberapa petarung berusia di atas 40 tahun masih mampu berkompetisi di tingkatan elit. Alain Ngalani menjadi salah satu petarung yang sanggup melakukannya di usia 41 tahun. Beberapa petarung lain seperti Yodsanan Sytodtong yang berusia 43 tahun dan Narantungalag Jadambaa yang berusia 41 tahun juga mampu melakukannya dengan sangat baik.

MMA Mengubah Hidup Dan Cara Pandang Alain Ngalami Terhadap Kehidupan

Disiplin dalam latihan Mixed Martial Arts menjadi salah satu hal penting yang memberi kesuksesan pada para petarung. Hal yang sama juga berlaku pada seorang Alain Ngalani; petarung 41 tahun tersebut masih mampu menunjukkan kecepatan, kekuatan dan kelincahan di atas ring. Sebuah hasil dari latihan disiplin yang ia jalani dan seakan mengatakan bahwa usia hanyalah urusan angka. Ngalani yang baru saja mencatat rekor kemenangan KO tercepat dengan 11 detik saat mengalahkan Hideki Sekine mengaku latihan MMA telah mengubah hidupnya.

Ngalani mengatakan bahwa latihan Mixed Martial Arts yang selama ini ia jalani membuat fisiknya senantiasa sehat dan kuat. Beberapa menu latihan MMA yang ia jalani memberi efek positif bagi kesehatan jantung dan sistem pernafasan. Berlatih MMA bisa menyelamatkan hidup seseorang; bukan hanya dari situasi yang membutuhkan praktek membela diri namun juga berkat tingkat kualitas kesehatan yang baik. Setiap bentuk latihan MMA memang memberi manfaat positif bagi kesehatan tubuh. Hal lain dari latihan MMA adalah tuntutan untuk terus belajar dan berpikir berkat latihan sparring atau bertarung dengan petarung lain. Mempelajari teknik baru dan melatihnya serta menemukan saat yang tepat untuk menggunakannya bukan hanya melatih seluruh indera untuk selalu peka dan waspada; namun juga membutuhkan kerja otak.

Latihan Mixed Martial Arts juga diyakini dapat mengurangi tekanan batin atau stres. Aktivitas fisik yang banyak dan kesempatan berlatih pukulan serta tendangan diketahui dapat mencegah dan mengurangi stres. Berlatih bersama atlet lain juga dapat menjadi kesempatan memiliki kehidupan yang sehat. Bertemu orang baru dengan kesamaan tertentu dalam hal ini MMA bisa menjaga kehidupan sosial seseorang dalam kondisi yang baik.

Alain Ngalani Berusaha Memberi Dampak Baik Melalui Aktivitas Gym Yang Ia Miliki

Alain Ngalani pindah ke Hongkong pada tahun 2001 dan menemukan fakta bahwa fasilitas berlatih Mixed Martial Arts di kota tersebut sangatlah minim. Ngalani kemudian membangun Impakt MMA; sebuah fasilitas gym yang ia jadikan tempat berlatih dan juga dapat dimanfaatkan oleh setiap orang untuk turut berlatih. Petarung kelahiran Kamerun tersebut mengaku keputusannya membangun gym di Hong Kong merupakan salah satu upaya menjadikan kota tersebut menjadi lebih baik. Ada banyak hal positif yang diyakini Ngalani dapat dia bagi dan tularkan melalui gym Impakt MMA yang ia bangun. Kini ada banyak orang yang turut berlatih di tempat tersebut dan menemukan solusi bagi berbagai masalah penduduk perkotaan seperti banyak mengalani tekanan, kurang percaya diri, kesepian hingga menjadi korban kekerasan. Ngalani mengaku bisnis gym yang ia bangun di Hong Kong bukan hanya tentang meraih keuntungan secara ekonomi; namun juga memberi dampak positif bagi kota Hong Kong dan juga warganya.

Isi Komen Anda