Pride FC Menjadi Inspirasi Perkembangan MMA Di Kawasan Asia

//Pride FC Menjadi Inspirasi Perkembangan MMA Di Kawasan Asia
FUN88KUIS - Kuis Berhadiah Rp 10 JUTA!

FUN88KUIS - Kuis Berhadiah Rp 10 JUTA!

Pride FC Menjadi Inspirasi Perkembangan MMA Di Kawasan Asia

Pride FC pernah menjadi bagian dari sejarah MMA di dunia; saya promotor pertarungan MMA asal Jepang tersebut harus menghentikan aktivitasnya kurang lebih 10 tahun lalu. ONE FC menjadi salah satu promotor pertarungan MMA yang kini dapat dikatakan menggantikan peran memajukan olahraga pertarungan seni bela diri campuran di kawasan Asia. Perkembangan olahraga seni bela diri campuran di kawasan Asia kini telah berkembang dengan pesat. Jika dahulu petarung MMA didominasi petarung asal Jepang; kini ada banyak petarung hebat yang berasal dari berbabagai negara. Meski terkesan keras; olahraga seni bela diri campuran ternyata memiliki banyak dampak positif dalam kehidupan banyak orang.

Banyak petarung masa kini yang terinspirasi dengan Pride FC di masa lalu dan memutuskan mengambil jalan hidup sebagai petarung MMA pada saat ini. Salah satu petarung muda berbakat yang mengakui memperoleh banyak manfaat dari ketekunan mempelajari seni bela diri campuran adalah seorang Danny Kingad. Petarung asal Filipina dengan julukan “The King” tersebut mengaku memiliki masa lalu yang sedih dan sempat mengalami keputusasaan; sampai kemudian ia menemukan MMA dan memperoleh semangat baru dalam hidup. Petarung 22 tahun yang memiliki karakter tenang tersebut dapat berubah menjadi petarung yang garang di atas ring.

Tumbuh di keluarga miskin sebagai anak bungsu dari 5 bersaudara memberi banyak pengalaman pahit bagi Kingad. Ia dibesarkan di Baguio City oleh orang tua yang banyak mengalami kesulitan finansial. Danny Kingad mengaku cukup beruntung dibesarkan di lingkungan yang baik meski kadang tidak memperoleh kecukupan dalam kebutuhan hidup. Tinggal di kawasan sekitar pantai memberi banyak hiburan dan permainan bagi Kingad seperti berlari di tepi pantai dan berenang di laut. Setelah sempat mengalami masa remaja yang sulit; Kingad menemukan wushu dan mempelajari seni bela diri campuran yang ternyata mampu merubah kehidupannya. Kesempatan bertarung di ONE FC menjadi salah satu titik balik bagi kehidupannya. Setelah Pride FC vakum; ONE FC memberi kesempatan baru bagi para petarung Asia untuk tampil dan merubah hidup mereka.

Petarung lain yang memperoleh kesempatan kedua dalam hidup berkat MMA adalah seorang Adriano Moraes. Petarung dengan julukan Mikinho tersebut juga mengalami masa lalu yang berat; terutama semasa masih kanak – kanak dan tinggal di Brazil. Moraes kini mengaku fokus pada masa depannya sebagai petarung MMA serta berusaha memenuhi keinginannya meraih sukses yang lebih besar. Pada ONE: Kings and Conquerors pada bulan Agustus lalu; Moraes berhasil merebut kembali gelar juara dunia ONE kelas Flyweight setelah mengalahkan Kairat Akhmetov. Kemenangan tersebut merupakan partai balas dendam setelah petarung asal Kazakhstan tersebut mengabil sabuk juara gelar yang sama dari Moraes pada tahun 2015 lalu. Kemenangan itu juga menghentikan rekor 23 kemenangan beruntun yang dicatat oleh Akhmetov.

Petarung 29 tahun tersebut mengalami masa kecil yang berat; sebuah situasi yang membentuk karakter kuat yang kini ia miliki. Setelah beberapa hari terlahir; Moraes ditelantarkan oleh ibunya di sebuah jalanan kota Brasilian di Brazil. Ia kemudian dibesarkan di panti asuhan anak yatim piatu dan ketika berumur 3 tahun diadopsi oleh seorang Mirtes Moraes. Kesempatan mempelajari seni bela diri Judo, Capoeira dan Brazilian Jiu Jitsu ia peroleh ketika kecil. Jika dahulu banyak petarung Eropa dan Amerika tertarik bertarung di turnamen Pride FC; Moraes menemukan daya tarik yang sama pada ONE FC dan memutuskan bertarung di Asia. Moraes dan Kingad akan bertemu di atas ring pada ajang ONE; LEGENDS OF THE WORLD pada tanggal 10 November mendatang.

By | 2017-11-06T09:11:44+00:00 October 27th, 2017|MMA (Mixed Martial Arts)|0 Comments

About the Author:

Penulisganteng12

Isi Komen Anda

%d bloggers like this: