Pinjam Uang ke Bank Tanpa Bunga, Mungkinkah?

//Pinjam Uang ke Bank Tanpa Bunga, Mungkinkah?
FUN88KUIS - Kuis Berhadiah Rp 10 JUTA!

FUN88KUIS - Kuis Berhadiah Rp 10 JUTA!

Pinjam Uang ke Bank Tanpa Bunga, Mungkinkah?

Minat masyarakat pada program KTA atau Kredit Tanpa Agunan sangat besar, bahkan semakin meningkat. Padahal kredit atau pinjaman uang yang dilakukan pada bank konvensional ini masih menerapkan sistem bunga yang sangat memberatkan nasabah dan menguntungkan bank. Sejak hadirnya bank syariah pada tahun 1991, Anda tidak perlu menghadapi beratnya pinjaman berbunga tersebut. Bank syariah memiliki produk pembiayaan tanpa bunga yang dapat dipinjam nasabah dengan mudah dan sama sekali tidak memberatkan.

Perbedaan pinjaman atau kredit bank konvensional dan syariah

Meski diberikan tanpa agunan atau jaminan, namun KTA yang ditawarkan bank konvensional sangat memberatkan nasabah. Hal ini karena dalam proses pengembalian kredit tersebut, nasabah dikenai bunga yang tidak kecil. Dengan kata lain kredit yang diberikan bank konvensional menerapkan sistem imbalan berupa adanya bunga simpanan yang cukup tinggi. Walaupun penerapan bunga disepakati kedua belah pihak, namun pihak yang diuntungkan adalah bank.

Sistem pinjaman ini justru berbeda dari yang diterapkan bank syariah. Justru pinjaman bank syariah tidak menerapkan sistem bunga melainkan penerapan sistem kemitraan. Pelaksanaan sistem kemitraan ini dilakukan dalam bentuk margin keuntungan atau bagi hasil. Mengenai penerapan bagi hasil ini, bank syariah juga melakukan kesepakatan pinjaman dengan nasabah melalui prinsip atau akad transaksi dari mudharabah, musyarakah dan masih banyak lagi.

Dengan adanya prinsip atau akad transaksi ini, nasabah dapat memilih jenis pinjaman yang paling sesuai dengan kebutuhan. Tentunya setiap pinjaman yang diberikan bebas riba berdasarkan jenis akad yang dipilih. Mengenai ketentuan bagi hasil ini juga sesuai kesepakatan semisal 70:30 atau justru 60:40. Selain bebas bunga atau bebas riba, pinjaman yang diberikan bank syariah untuk dapat digunakan untuk pembiayaan yang sifatnya multiguna.

Pembiayaan multiguna yang dimaksud, pinjaman dapat diberikan untuk kepentingan pembiayaan apapun selama dalam koridor syariat agama. Tentunya bank syariah memiliki prosedur dan aturan tersendiri untuk memberikan pinjaman setelah mengacu pada ketentuan syariat. Sedangkan nasabah dapat meminjam untuk berbagai keperluan semisal dana haji atau umroh, mendapatkan barang hingga mendapatkan modal usaha.

Pilihan produk pinjaman bank syariah

Prinsip tanpa bunga yang diterapkan bank syariah memberikan keuntungan tersendiri bagi nasabah. Terutama nasabah yang ingin mendapatkan pinjaman atau kredit, sistem non ribawi atau tanpa bunga yang diterapkan bank syariah juga meringankan beban nasabah. Anda yang ingin mengajukan pinjaman ke bank syariah, terdapat beberapa pilihan produk pinjaman yang ditawarkan beberapa bank syariah di Indonesia. Diantaranya sebagai berikut:

  1. Warung Mikro Bank Syariah Mandiri (BSM). Pinjaman tanpa agunan ditawarkan melalui produk Warung Mikro. Limit pinjaman 100 juta rupiah. Nasabah yang berhask mengajukan adalah golongan karyawan tetap. Produk Warung Mikro ini terbagi menjadi beberapa jenis diantaranya PUM Tunas atau Pembiayaan Usaha Mikro Tunas, PUM Madya atau Pembiayaan Usaha Mikro Madya dan PUM Utama atau Pembiayaan Usaha Mikro Utama.
  2. Kredit Modal Kerja Mikro Bank Muamalat. Kebutuhan modal kerja atau modal usaha Anda akan terpenuhi dengan kredit multiguna dari Bank Muamalat. Tidak hanya untuk perintis usaha mikro namun juga usaha kecil, menengah dan juga korporasi yang sesuai dengan prinsip syariah. Namun produk pinjaman modal kerja dari Bank Muamalat ini hanya dapat diajukan dengan syarat agunan atau jaminan yang dimiliki nasabah.
  3. Bank Victoria Syariah Kepemilikan Multiguna. Pinjaman yang ditawarkan Bank Victoria Syariah ini khusus digunakan untuk kepemilikan barang-barang yang multiguna sebagai kebutuhan konsumtif nasabah secara perorangan. Pinjaman diberikan dengan akad murabahah yakni Bank Victoria Syariah akan menjual barang kepada nasabah dengan harga pokok yang ditambah margin keuntungan dan disepakati kedua pihak, nasabah dan bank.
By | 2017-11-06T09:11:03+00:00 October 27th, 2017|Investasi & Keuangan|0 Comments

About the Author:

Penulisganteng12

Isi Komen Anda

%d bloggers like this: