Jack Hermansson Menjadi Salah Satu Petarung UFC Dengan Gaya Klasik

//Jack Hermansson Menjadi Salah Satu Petarung UFC Dengan Gaya Klasik
FUN88KUIS - Kuis Berhadiah Rp 10 JUTA!

FUN88KUIS - Kuis Berhadiah Rp 10 JUTA!

Jack Hermansson Menjadi Salah Satu Petarung UFC Dengan Gaya Klasik

Tidak banyak petarung UFC yang masih melakukan praktek bertarung dengan gaya lama. Jack Hermansson merupakan salah satunya; ia sukses mengalahkan Alex Nicholson dan Brad Scott dengan teknik bertarung “old school”. Menyaksikan Hermansson bertarung di atas ring oktagon memang akan mengingatkan masa Mark Coleman dan Tito Ortiz berada di atas ring tersebut. Menggunakan teknik Jiu Jitsu dengan bertarung jarak dekat dan terus menekan lawan serta melakukan pukulan – pukulan keras menjadi sebuah gaya bertarung yang sangat populer pada masanya. Kini kebanyakan petarung melakukan pertarungan dengan berdiri pada jarak yang renggang. Sesuatu yang sepertinya disadari oleh Hermansson sebagai sebuah peluang untuk kembali menghidupkan teknik bertarung gaya lama.

Ketika kebanyakan petarung MMA di ajang UFC atau turnamen lain berusaha menjaga jarak; Hermansson justru mendekat dan berusaha menjatuhkan lawan untuk bertarung di lantai. Hermansson berusaha mendekat hingga sedekat mungkin pada lawan; sebuah situasi yang menyulitkan petarung untuk melakukan pukulan atau tendangan dengan kekuatan penuh. Jack Hermansson memiliki gaya bertarung dengan perpaduan “Ground and Pound” yang sangat efektif. Semua itu diperoleh berkat latihan serius untuk mendapatkan kekuatan fisik dan mematangkan teknik bertarung. Petarung 29 tahun tersebut menjalani latihan bersama para pelatih dan rekan petarung di Frontline Academy. Mempelajari teknik bertarung klasik; untuk memecah dominasi petarung modern dengan teknik bertarung masa kini.

Hermansson mengaku berusaha melakukan sesuatu yang lain ketika kebanyakan petarung terfokus pada gaya bertarung tertentu. Kematangan teknik bertarung dengan disiplin seni bela diri Jiu Jitsu menjadi modal utama yang dimaksimalkan oleh Hermansson. Teknik bertarung dengan mengandalkan kekuatan fisik dan kecepatan dengan memaksa lawan bertarung di atas lantai masih menjadi tantangan yang sulit dihentikan kebanyakan petarung masa kini. Hal tersebut disebabkan kebanyakan petarung UFC tidak mempelajari secara khusus teknik dan strategi menghadapi lawan dengan teknik tersebut. Menerapkan strategi dan menggunakan teknik bertarung yang kini mulai langka memang menjadi kelebihan dan keuntungan yang dimiliki oleh Hermansson. Sang petarung mengaku yakin akan ada banyak petarung yang mengembangkan ketrampilan teknik bertarung seperti yang ia tampilkan saat ini; namun hingga kini masih belum ada petarung yang menggunakan teknik serupa dengan yang digunakan Hermansson.

Jack Hermansson memang memiliki gaya bertarung yang unik. Ia memiliki kemampuan melakukan transisi yang cepat dan juga halus dari pertarungan dengan adu pukulan keras menjadi pertarungan jarak dekat di atas lantai. Hermansson memperlihatkan perkembangan bagus sejak pertama kali naik ring oktagon pada akhir tahun 2016 lalu. Ia mempelajari dan menyempurnakan teknik bertarungnya selama 7 tahun sebelum menjalani debut di UFC pada tahun tersebut. Sebuah perjuangan keras yang kini mulai terlihat memberikan hasil positif. Sang petarung mengaku berusaha menjalani hidup untuk mewujudkan mimpinya; memenangkan gelar juara dunia.

Karir sebagai petarung profesional dengan teknik bertarung yang unik telah membawa Jack Hermansson berkeliling dunia untuk mengikuti turnamen UFC maupun turnamen MMA lain. Kembali ke Sao Paulo untuk menghadapi Thiago Santoz akan menjadi ujian serius Hermansson. Ia memiliki kenangan buruk di kota tersebut. Satu – satunya kekalahan dalam karirnya sebagai petarung MMA terjadi di Sao Paulo saat Hermansson dikalahkan Cezar Ferreira pada bulan November tahun lalu. Bertarung di berbagai kota dan negara di seluruh dunia menjadi pilihan hidup seorang Jack Hermansson mengingat pertarungan MMA merupakan sesuatu yang ilegal di Norwegia. Peluang untuk bertarung di negeri sendiri mungkin akan terbuka dalam beberapa waktu mendatang; terutama setelah larangan pada tinju profesional dihapus di negara tersebut.

By | 2017-11-06T09:11:26+00:00 October 27th, 2017|MMA (Mixed Martial Arts)|0 Comments

About the Author:

Penulisganteng12

Isi Komen Anda

%d bloggers like this: