Hitung Tagihan Kartu Kredit Terbaru, Saat Bunga Turun

//Hitung Tagihan Kartu Kredit Terbaru, Saat Bunga Turun
FUN88KUIS - Kuis Berhadiah Rp 10 JUTA!

FUN88KUIS - Kuis Berhadiah Rp 10 JUTA!

Hitung Tagihan Kartu Kredit Terbaru, Saat Bunga Turun

Turunnya bunga kartu kredit sejak Juni 2017 lalu, menjadi kabar gembira untuk nasabah. Mengingat beban bunga yang harus mereka tanggung menjadi lebih ringan. Setelah sebelumnya menerapkan kebijakan bunga 2,95% per bulan, kini Bank Indonesia menentukan bunga paling tinggi kartu kredit adalah 2,25% per bulan. Sebagai pemilik kartu kredit, turunnya bunga ini membuat Anda harus menghitung ulang tagihan cicilan kartu kredit. Sehingga rencana keuangan yang sudah Anda susun sebelumnya dapat disesuaikan.

Bunga kartu kredit dengan hitungan proporsional

Penghitungan bunga kartu kredit sangat penting untuk merencanakan keuangan terutama jangka panjang. Penghitungan proporsional berarti tidak membebankan bunga kartu kredit berdasarkan sisa tagihan pada bulan berikutnya. Justru bunga dihitung proporsional setiap transaksi sejak nilai transaksi dicatat atau dibukukan. Adanya selisih hari pada tanggal pembukuan dan tagihan dikenai bunga harian. Sesuai kebijakan bank, bunga harian ini akan hilang jika Anda melakukan pembayaran sebelum jatuh tempo.

Sederhananya, jika Anda melakukan transaksi sebanyak dua kali pada 1 Juni sebesar Rp. 1.500.000 dan juga transaksi pada tanggal 15 Juni sebesar Rp 800.000, maka lembar tagihan baru akan dikirim kepada Anda pada tanggal 20 Juni. Tagihan kartu kredit Anda sebesar Rp 2.300.000 harus dibayar jatuh tempo tanggal 6 Juli. Jika saat jatuh tempo Anda hanya mampu membayar 50%, maka sisa tagihan Anda sebesar Rp 1.150.000.

Saat jatuh tempo Anda tidak mampu melunasi tagihan kartu kredit, tidak berarti Anda terlambat. Bank memiliki kebijakan pembayaran yang membuat sisa tagihan Anda dikenai beban bunga harian yang terus berjalan. Jika selama ini Anda menghitung bunga tagihan kartu kredit dengan cara mengalikan 2,25% dengan sisa tagihan Rp. 1.150.000, Anda akan mendapatkan hasil yang keliru. Karena selisih hari dan besarnya minimum pembayaran sangat mempengaruhi tagihan kartu kredit Anda.

Tentang Interest Free Period

Sebelum menghitung tagihan kartu kredit Anda setelah bunga turun, Anda harus mengetahui lebih dulu tantang interest free period. Periode bebas bunga ini memungkinkan terjadi dalam jangka waktu 25 hari, jika Anda mampu membayar seluruh tagihan sebelum jatuh tempo. Jika tagihan dikirim pada 20 Juni, maka Anda harus melunasi seluruh tagihan pada tanggal 9 Juli atau 15 hari setelah Anda menerima tagihan, sehingga bebas bunga.

Jika Anda tidak mampu melunasi tagihan sampai jatuh tempo, maka penghitungan tagihan kartu kredit dilakukan dengan selisih hari dan besarnya minimum pembayaran. Jika diasumsikan bunga kartu kredit 2% per bulan, maka bunga per hari adalah 2% x 12 bulan/ 365 hari, hasilnya 0,0006575. Selanjutnya cari selisih hari dengan cara: (tanggal cetak tagihan – tanggal transaksi)+1 berarti  (20-1)+1 hasilnya 20 hari.

Dari sini Anda bisa mendapatkan total bunga dengan mengalikan sisa tagihan Rp 2.300.000 x 0,0006575 x 20 hari hasilnya Rp. 30.246. Setelah mendapatkan total bunga tagihan kartu kredit pada bulan Juni, saatnya Anda menghitung bunga yang menjadi beban setelah tanggal cetak. Caranya dengan mengalikan nominal yang telah Anda bayarkan yakni Rp. 1.150.000 x 0,0006575 x 20 hari hasilnya Rp 15.123.

Lalu hitung besarnya bunga selama satu bulan dari tanggal kirim tagihan yakni 20 Juni sampai 21 Juli berarti Rp 2.300.000 x 0,0006575 x 31 hari hasilnya Rp 46.882,19. Total tagihan kartu kredit yang menjadi tanggungan Anda bulan Juni adalah sisa tagihan Rp 1.150.000 + Rp 30.246 + Rp 46.882,19 – Rp 15.123 hasilnya adalah Rp 1.212.005,19. Dari simulasi ini, Anda dapat menjadikannya sebagai rekomendasi untuk memiliki kartu kredit atau justru lebih nyaman bertransaksi tunai.

By | 2017-11-06T09:08:34+00:00 October 25th, 2017|Investasi & Keuangan|0 Comments

About the Author:

Penulisganteng12

Isi Komen Anda

%d bloggers like this: