Beberapa Alasan Mengapa Aikido Tidak Populer Di Ajang MMA

Beberapa seni bela diri tradisional berhasil menjalani perkembangan secara global meski tidak menjadi sangat populer. Aikido merupakan salah satu disiplin seni bela diri tradisional yang berhasil tersebut. Kini Aikido telah berkembang di seluruh penjuru dunia dan menjadi salah satu seni bela diri yang memiliki penggemar tersendiri. Seni bela diri asal Jepang tersebut memang tidak sekedar tentang bertarung dan membela diri dari serangan lawan; namun memiliki materi filosofis dan bahkan relijius yang berlaku secara universal. Karena alasan itu pulalah hampir semua dojo Aikido menerima murid tanpa membedakan umur dan gender.

Di tengah popularitas Mixed Martial Arts dan masuknya berbagai disiplin seni bela diri di ajang tersebut; Aikido menjadi salah satu disiplin seni bela diri yang dapat dikatakan langka di ajang MMA. Kondisi tersebut membuat pertanyaan mengenai seberapa efektifkah disiplin seni bela diri tersebut ketika dihadapkan pada situasi pertarungan yang sebenarnya menjadi lebih sulit dijawab. Pertanyaan mengenai disiplin seni bela diri yang paling efektif sebenarnya telah muncul sejak awal era 1990-an atau ketika kompetisi Ultimate Fighting Championship mulai digulirkan. Kini ketika era popularitas MMA telah berlangsung lebih dari 20 tahun; muncul beberapa pertanyaan baru. Salah satunya adalah siapa yang akan memenangkan pertarungan ketika petarung dari disiplin seni bela diri tradisional berhadapan dengan petarung seni bela diri campuran.

Beberapa orang berusaha menjawab pertanyaan itu dengan melakukan sparring atau pertarungan. Salah satunya dilakukan seorang Rokas Leonavicius yang merupakan pemegang sabuk hitam Dan 2 Aikido yang mengunjungi sebuah tempat latihan MMA dan melakukan sparring melawan Tadas Aleksanonis. Tadas merupakan petarung MMA dengan catatan 5 – 6 ketika menjalani pertarungan uji coba tersebut. Aikido sebagai seni bela diri yang bertujuan mengalahkan lawan tanpa menimbulkan cedera memang berbeda dari kebanyakan disiplin seni bela diri lain. Ajaran untuk tidak melukai atau mencederai lawan membuat praktek Aikido dalam pertarungan menjadi sulit karena nyaris tidak ada konsep serangan dalam disiplin seni bela diri tersebut. Mungkin karena alasan itulah petarung Aikido tidak tertarik untuk terjun ke dalam ajang MMA.

Pelaku seni bela diri modern yang juga mempelajari Aikido memiliki analisis tersendiri mengenai alasan seni bela diri tersebut tidak cocok dibawa ke ajang MMA. Salah satu alasan mengapa Aikido tidak cocok dibawa naik ke atas ring MMA adalah metode latihan yang dijalani. Kebanyakan dojo Aikido modern tidak mengajarkan teknik bertarung melawan penyerang yang menggunakan teknik pukulan dan tendangan. Hal yang sama juga terjadi pada teknik bertarung di atas lantai; tidak ada latihan khusus yang dilatih untuk mengatasi serangan ketika dijatuhkan oleh lawan. Kebanyakan latihan Aikido dilakukan dengan cara yang damai; dalam artian tidak ada pertarungan antar atlet yang sesungguhnya dalam latihan yang dijalani.

Beberapa ahli Aikido juga berpendapat bahwa disiplin seni bela diri tersebut bukanlah tentang teknik bertarung; namun mengenai filosofi menjalani hidup, menata strategi dalam pikiran, mengatur gerakan dan menghadirkan gambaran baru mengenai medan pertarungan. Morihei Ueshiba yang mengembangkan Aikido mengaku dirinya berlatih Daito Aikijujitsu di sepanjang hidupnya; bahkan ketika ia mengembangkan Aikido dan membangun komunitas dari seni bela diri tersebut. Ueshiba mengatakan bahwa ada perbedaan mendasar mengenai Daito Ryu dan Aikido; Daito Ryu merupakan teknik dan Aikido merupakan prinsip. Aikido sebagai prinsip seni bela diri bisa diaplikasikan pada berbagai aspek kehidupan; menjadikannya sebuah filosofi hidup yang sangat berguna, bahkan di luar pertarungan karena Aikido mengajarkan cara baru memandang medan pertarungan.

Isi Komen Anda