4 Alasan MMA Jadi Tontonan Lebih Menarik Ketimbang Boxing

//4 Alasan MMA Jadi Tontonan Lebih Menarik Ketimbang Boxing
FUN88KUIS - Kuis Berhadiah Rp 10 JUTA!

FUN88KUIS - Kuis Berhadiah Rp 10 JUTA!

4 Alasan MMA Jadi Tontonan Lebih Menarik Ketimbang Boxing

Boxing adalah jenis olahraga yang banyak diminati oleh masyarakat dunia bahkan menjadi tontonan pertandingan yang bisa dinikmati segala kalangan baik dari kalangan orang biasa bahkan bisa menjadi tontonan pertandingan kelas atas. Tidak dipungkiri bahwa boxing sebagai olahraga bisa menjadi lahan bisnis bagi sebagian orang sama seperti  olahraga komersil lainnya di mana seseorang atau pihak-pihak tertentu bisa mendapatkan keuntungan materi di samping tontonan olahraga kontak yang menarik untuk menjadi hobi. Pamor pertandingan olahraga boxing kini mulai digeser dengan olahraga baru yang sama-sama berada di tipe olahraga kontak yaitu MMA atau Mixed Martial Arts dengan pertandingannya yang lebih dikenal dengan nama UFC atau Ultimate Fighting Championship. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa kini orang lebih banyak menyukai MMA dibandingkan dengan boxing.

Lebih banyak cara untuk menang

Dibandingkan dengan boxing, MMA mengijinkan pemainnya untuk memenangkan duel dengan berbagai macam cara. Karena pada dasarnya MMA adalah olahraga yang menggabungkan berbagai macam ilmu pertahanan diri, sehingga ketika bertarung, pemain bisa menggunakan dasar ilmu bela diri apa saja untuk melumpuhkan lawan. Pada olahraga boxing memang dikenal dengan istilah KO di mana seorang pemain bisa menjatuhkan lawannya hingga tidak sanggup untuk melanjutkan sisa pertandingan. Namun dalam pertandingan MMA, seseorang bisa kalah karena mendapatkan pitingan dari lawannya, mendapatkan tendangan yang menjatuhkan, bahkan seringkali pemain keluar dari arena pertandingan dengan membawa berbagai macam cedera yang tergolong berat karena lebih brutal dibandingkan dengan boxing dan hal ini membuatnya jadi lebih menarik untuk ditonton.

Batas arena yang menggunakan kandang

Boxing adalah olahraga yang dilakukan di atas arena dengan balutan kanvas, dikelilingi oleh 4 pos pojok yang dibatasi dengan menggunakan ring. Ring arena boxing ini adalah bentuk batas yang klasik yang digunakan dalam olahraga kontak bahkan digunakan juga untuk pertandingan MMA. Namun penonton akan makin menggila apabila arena MMA yang dikenal dengan nama octagon dikelilingi oleh batas yang membentuk kandang atau cage, memberikak ilusi bahwa pemain yang sudah masuk ke dalam tidak punya kesempatan untuk lari dari lawannya. Dengan adanya batas arena yang menggunakan kandang ini, memberikan identitas pertandingan MMA yang memiliki akar pertandingan bawah tanah sebelum akhirnya naik ke permukaan dan menjadi pertandingan tontonan khalayak umum yang memacu adrenaline.

Pembagian divisi kelas berat yang lebih luas

Kompetisi di dunia MMA lebih menarik untuk disimak karena MMA memiliki lebih sedikit pembagian kelas berat dibandingkan dengan pertandingan boxing. Boxing memiliki 17 kelas berat yang berbeda, yang antara satu kelas dengan kelas selanjutnya hanya terpaut 5 hingga 7 pons yang memungkinkan seorang atlet tinju bisa mendapatkan medali sebanyak-banyaknya. Hal ini dinilai menghilangkan keistimewaan perolehan medali tersebut. Beda dengan MMA yang hanya memiliki 8 divisi kelas berat yang jaraknya terpaut 10 hingga 60 pons yang membuat masing-masing juara yang berasal dari kelas berat tertentu nampak lebih tersorot dibandingkan dengan pemenang kelas berat tertentu di olahraga boxing. Dengan begitu, medali yang didapatkan pun akan terkesan lebih eksklusif dan berharga meski tidak sebanyak yang ada di boxing.

Hanya punya satu organisasi

Gelar petinju terbaik di dunia bisa didapatkan oleh 68 orang sekaligus dalam satu waktu tertentu yang dinilai merusak makna dari “terbaik di dunia”, karena tentunya yang bisa mendapatkan gelar “terbaik” tidak berjumlah banyak orang namun hanya terbatas saja. Hal ini disebabkan karena ada 4 organisasi kelas atas di dalam dunia boxing yang masing-masing memberikan medali dan gelar sendiri-sendiri untuk juara di 17 divisi kelas berat yang ada. Beda dengan MMA yang hanya punya UFC sebagai organisasi pengatur profesionalisme dan juga sportivitas di dalam pertandingan resmi olahraga ini. Dengan demikian dalam satu waktu kejuaraan, hanya ada 8 orang dari masing-masing divisi kelas berat yang berhak menyandang “petarung terbaik di dunia”.

By | 2017-10-17T16:31:04+00:00 October 18th, 2017|MMA (Mixed Martial Arts)|0 Comments

About the Author:

Penulisganteng12

Isi Komen Anda

%d bloggers like this: