Petarung Jiujitsu Datang Dan Pergi Dari Atas Ring MMA

Brazilian Jiujitsu kini kembali banyak mendapat sorotan di atas ring MMA. Keberadaan beberapa petarung MMA yang mengandalkan disiplin seni bela diri tersebut dan menghadirkan pertarungan menarik serta kemenangan di atas ring menjadi salah satu alasannya. Salah satu pertarungan yang menunjukkan efektivitas seni bela diri yang berkembang di Brazil tersebut saat digunakan di atas ring MMA diperlihatkan oleh Demian Maia saat mengalahkan Jorge Masvidal di ajang UFC 211. Kemenangan Demian Maia menunjukkan kesabaran, kegigihan dan strategi yang jitu di atas ring MMA. Maia hanya salah satu petarung populer saat ini yang memiliki dasar disiplin seni bela diri tersebut; masih ada beberapa petarung lain seperti Ryan Hall dan Mackenzie Dern yang memiliki kemampuan teknik istimewa dan ketangguhan dalam bertarung.

Ryan Hall yang merupakan pemenang The Ultimate Fighter musim 22 menjadi salah satu petarung dengan teknik Jiujitsu yang paling dikenal pada saat ini. Hall selalu memperlihatkan ketenangan, kesabaran dan teknik bertarung yang sangat baik. Kombinasi yang seringkali membuat lawan mengalami frustasi dan justru kehilangan fokus di saat – saat genting. Gray Maynard yang pernah dikalahkan Hall menyebut pertarungan yang ia jalani sebagai pertarungan yang membuang waktu. Strategi bertarung yang ditunjukkan Hall mungkin terlihat kurang menarik dan agresif; namun begitu lawan menunjukkan kelengahan maka kekalahan sudah ada di depan mata. Ryan Hall dikenal memiliki kuncian dengan kaki yang sangat kuat dan sudah dirasakan oleh beberapa petarung terkemuka.

Fakta bahwa hadiah dan bayaran besar yang didapat dari ajang MMA jauh melebihi yang didapat dari memenangkan turnamen menjadi salah satu alasan banyaknya petarung Jiujitsu yang turut serta di ajang MMA. Namun situasi berbeda sempat ditunjukkan oleh seorang Jose Aldo yang merupakan mantan juara UFC kelas featherweight. Ketika ia tidak memiliki jadwal bertarung di ajang MMA pada pertengahan tahun 2017; Aldo memutuskan untuk turut serta pada turnamen Internacional de Masters Jiu-Jitsu Championship. Jose Aldo bertarung di turnamen yang digelar oleh International Brazilia Jiu-Jitsu Federation tersebut pada kelas Master lightweight. Sebelum mengikuti turnamen internasional Jiu-Jitsu tersebut; Jose Aldo tampil di ajang UFC 212 ketika ia kehilangan gelar di tangan Max Halloway. Aldo kalah TKO di ronde ketiga pada pertarungan tersebut.

Setelah kemunculan Khonry Gracie yang melanjutkan kiprah keluarga Gracie di ajang MMA. Salah satu anggota keluarga Gracie yang lain baru saja memutuskan untuk pensiun dari atas ring MMA. Roger Gracie dikabarkan memutuskan untuk tidak lagi bertarung di atas ring MMA setelah sebelumnya juga menyatakan pensiun dari turnamen Jiu-Jitsu. Salah satu keturunan keluarga Gracie yang dikenal sebagai cikal bakal Jiujitsu di Brazil tersebut memutuskan mundur dari dunia MMA dengan catatan 8 kemenangan dan 2 kali no contest. Catatan 8 kemenangan yang dimiliki Roger tersebut diraih dengan kuncian.

Roger Gracie yang telah menjalani karir selama 10 tahun di ajang MMA tersebut merupakan veteran UFC, One FC, Strikeforce, Sengoku dan Bodog Fight. Petarung berusia 36 tahun tersebut menyebut dirinya telah kehilangan motivasi untuk kembali bertarung di turnamen Jiujitsu ataupun MMA. Roger juga mengatakan dirinya telah berencana pensiun sebelum berusia 38 tahun; sebuah niat yang ia wujudkan dengan berhenti dari atas ring saat masih berusia 36 tahun. Roger Gracie terbilang memiliki karir cemerlang; ia merupakan juara turnamen internasional IBJJF sebanyak 10 kali, 2 kali memenangkan gelar juara ADCC dan satu kali memenangkan gelar superfight ADCC.

Isi Komen Anda