Khonry Gracie Melanjutkan Tradisi Keluarga Gracie Di Ajang MMA

Ada beberapa tokoh penting di dunia MMA karena melahirkan beberapa generasi petarung yang hebat. Keluarga Gracie merupakan salah satu klan yang paling populer di dunia Mixed Martial Arts. Mereka merupakan keluarga yang mengembangkan seni beladiri Jiu Jitsu di Brazil dan telah melahirkan beberapa petarung terbaik dalam sejarah Mixed Martial Arts. Keterlibatan keluarga Gracie di dunia Mixed Martial Arts sepertinya masih akan berlanjut setelah Khonry Gracie yang merupakan putra dari Riyce Gracie sepertinya akan melanjutkan keterlibatan keluarga. Khonry Gracie baru saja menjalani pertarungan pertamanya di ring Mixed Martial Arts sebagai seorang petarung amatir. Ia sukses memenangkan pertarungan pertamanya dengan kemenangan angka.

Khonry Gracie yang bertarung dengan didampingi UFC Hall of Famer di sudutnya dinyatakan menang angka atas Ben Clarke di pertarungan kelas welter. Petarung muda berusia 20 tahun tersebut mencatat kemenangan pertamanya di ajang Attitude MMA Fights 10 yang berlangsung di Memphis. Khonry mengaku berharap dapat memenangkan pertarungan dengan kuncian; namun kemenangan angka setelah pertarungan 3 rindu ia sebut sebagai hasil yang cukup baik. Ia menyebut pertarungan pertamanya merupakan pengalaman yang sangat menarik. Dalam rencana pertarungan yang telah disiapkan; Khonry mengaku ingin menjatuhkan lawan dan melakukan pertarungan di lantai agar memiliki peluang menang melalui kuncian. Sebuah strategi yang sepertinya sudah disadari oleh Clarke yang memainkan strategi pertarungan berjarak dan berusaha menghindari pertarungan di lantai. Clarke dengan cerdik menghindari upaya Khonry untuk menjatuhkannya di sepanjang 3 ronde yang dijalani.

Khonry menyebut Ben Clarke sebagai lawan yang tangguh dan pertarungan yang ia jalani bukanlah pertarungan mudah. Membawa nama keluarga Gracie yang legendaris di ajang MMAdisebut Khonry sebagai sesuatu yang luar biasa. Sosok Khonry Gracie memang berbeda dibandingkan dengan anggota keluarga Gracie lain yang aktif dalam kompetisi atau turnamen Jiu Jitsu sejak masih muda. Khonry belum pernah ambil bagian dalam turnamen Jiu Jitsu sebelum tampil untuk pertama kalinya di atas ring Mixed Martial Arts. Ia menyebut turnamen Jiu Jitsu hanya tentang mengumpulkan poin; hanya beberapa atlet hebat saja yang mengakhiri pertarungan dengan kuncian di sebuah turnamen Jiu Jitsu. Kebanyakan atlet Jiu Jitsu hanya berusaha mengumpulkan angka sebanyak mungkin tanpa pernah sungguh – sungguh berusaha mengalahkan lawan dengan kuncian.

Khonry Gracie menyebut keterlibatannya dalam ajang MMA amatir merupakan langkah yang ia ambil sebelum bertarung sebagai petarung profesional. Mengikuti turnamen Mixed Martial Arts amatir disebut Khonry Gracie sebagai cara terbaik untuk mengumpulkan pengalaman dan membangun karir mulai dari tingkatan terendah. Seorang Khonry tinggal dan tumbuh di Amerika Serikat dan hanya setahun sekali mengunjungi sang kakek Helio Gracie di Brazil. Mengikuti jejak langkah Helio dan Royce di dalam ring Mixed Martial Arts sepertinya menjadi panggilan hidup seorang Khonry Gracie.

Sebelum memutuskan untuk melanjutkan tradisi keluarga Gracie di seni bela diri Jiu Jitsu; Khonry nyaris meninggalkannya untuk olahraga lain yang juga sangat populer di Brazil. Seorang Khonry Gracie ternyata sangat menyukai sepakbola dan menjadikan olahraga olah bola tersebut sebagai fokusnya. Jiu Jitsu disebut Khonry sebagai sebuah hoby di saat dirinya belajar dan juga mengajar seni bela diri tersebut. Keputusan Royce Gracie untuk mengakhiri karirnya sebagai petarung MMAprofesional setelah mengalahkan Ken Shamrock di Bellator 146 pada bulan Februari 2016 disebut Khonry sebagai awal mula dirinya ingin bertarung.

Isi Komen Anda