Pengaruh turunnya suku bunga kredit bank berdampak pada berbagai lini sektor ekonomi. Sekedar isu turunnya suku bunga kredit saja dapat berdampak pada banyak hal. Namun informasi mengenai turunnya suku bunga kredit bank kali bukanlah isu belaka. Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) telah melakukan proyeksi bahwa suku bunga kredit bank di tahun 2018 nanti akan leih rendah dibandingkan tahun 2017.

Suku bunga kredit bank turun, ekonomi semakin membaik?

Meski memprediksi suku bunga kredit bank akan turun tahun depan, namun LPPI menambahkan bahwa NIM atau Net Interest Margin rata-rata perbankan di Indonesia saat ini masih cukup tinggi dan menjadi sandaran pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini menyebabkan turunnya reverse repo di masa yang akan datang juga lebih sulit terjadi. Meski begitu ekspansi kredit perbankan akan jauh lebih tinggi di tahun 2018 seperti yang disampaikan analisis LPPI.

Proyeksi turunnya suku bunga kredit bank di tahun mendatang seperti yang disampaikan LPPI, menggunakan asumsi pertumbuhan kredit di tahun 2017. Jika diasumsikan pertumbuhan kredit tahun ini 12,9%, maka di tahun 2018 yang akan datang, harapan terjadinya proyeksi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik sangat besar. Turunnya suku bunga kredit bank juga berpeluang besar terjadi meski tingkat NIM pada perbankan nasional masih sangat tinggi 5,3%.

Seorang pengamat LPPI, Martin Panggabean menganalisa bahwa dengan BI yang sudah memberi kebijakan penurunan suku bunga acuan 200 bps, bank hanya dapat merespons hingga turun 140 bps menunjukkan masih tersisa 60 bps. Hal ini dapat berarti jika pertumbuhan ekonomi di masa depan dapat dicapai Indonesia jika dilakukan penurunan suku bunga kredit bank. Mengingat persaingan yang terjadi antar bank terus membaik.

Kondisi NIM yang terlalu tinggi memang menjadi masalah karena tidak sesuai dengan adanya usaha untuk mendorong perbaikan ekonomi nasional. Namun pengamat LPPI tersebut menyatakan bahwa rentabilitas bank adalah 82,5%, namun di lain pihak justru terdapat bank konvensional yang mampu beroperasi dengan tingkat efisiensi cukup rendah hingga 20%. Tidak kalah penting adalah rata-rata modal CAR yang ada pada tingkat 20,32% yang membuat kondisi industri dan perekonomian semakin membaik.

Suku bunga kredit bank turun, saatnya berinvestasi?

Informasi mengenai suku bunga kredit menjadi informasi yang sangat sensitif mempengaruhi pergerakan ekonomi di berbagai sektor. Meski masih dalam level proyeksi, namun banyak pihak yang menyambut baik turunnya suku bunga kredit bank ini. Selain menganggap terdapat tanda-tanda pergerakan ekonomi yang lebih baik, dengan prediksi turunnya suku bunga kredit bank juga membuat iklim investasi semakin menguat dari dalam negeri.

Jika bank sentral dalam hal ini Bank Indonesia sudah mengeluarkan kebijakan penurunan suku bunga kredit bank, mau tidak mau kebijakan ini juga akan diikuti oleh seluruh bank yang ada di Indonesia. Dengan turunnya suku bunga kredit bank, salah satu hal yang dapat dipastikan adalah daya saing perbankan yang semakin kuat. Tentunya nilai kredit yang selama ini mendukung laju kehidupan bank juga akan semakin menguat.

Saat kredit semakin menguat, maka pergerakan ekonomi juga akan semakin meningkat. Tentunya peningkatan pergerakan ekonomi ini mengarah pada yang sifatnya positif. Banyak pengamat ekonomi yang menyatakan jika tahun depan prediksi turunnya suku bunga kredit bank ini benar-benar terjadi, maka laju bisnis akan semakin deras. Banyak orang tidak ragu lagi untuk melakukan investasi sehingga laju pertumbuhannya semakin bergulir meningkat.

Ketika suku bunga kredit bank turun, bunga deposito memang akan semakin tergerus. Namun hal yang sebaliknya justru terjadi pada pilihan investasi yang lebih berisiko tinggi seperti saham. Orang-orang akan tergerak untuk menanamkan modal dan melakukan investasi saham. Hal ini justru mendorong setiap perusahaan untuk melakukan ekspansi yang lebih besar dan laju pertumbuhan usaha di Indonesia semakin bergairah.