Pencak Silat adalah salah satu seni beladiri tradisional yang berasal dari Indonesia. Beladiri yang satu ini kini kian berkembang di negara tetangga hingga ke mancanegara. Seni beladiri yang satu ini, memerlukan konsentarsi yang cukup tinggi, selain itu seni beladiri yang satu ini juga mempunyai pengaruh dari beberapa budaya, antara lain China, Budha, Hindu dan juga Islam. Di Indonesia sendiri hampir setiap daerah mempunyai aliran silat yang berbeda-beda, misalnya saja daerah Jawa Barat. Adapun beberapa contoh aliran yang ada di Jawa Barat, antara lain aliran Syahbandar, Cimande, Cikalong, dll. Demikian pula di beberapa daerah lainnya.

Aspek yang ada dalam Pencak Silat

Ada sekitar 4 buah aspek yang ada dalam pencak silat, antara lain :

  1. Aspek mental spiritual

Sini beladiri Pencak silat mengajarkan para pemainnya untuk membangun serta mengembangkan kepribadian dan karakter seseorang agar menjadi lebih baik.

  1. Aspek seni dan budaya

Untuk aspek seni dan budaya, seni beladiri ini memang peranan penting, permainan silat, tidak hanya didominasi oleh seni tarung saja, namun juga seni tarian, yang menggunakan musik dengan irama tertentu.

  1. Aspek beladiri

Seperti namanya beladiri, maka tujuan utama dari permainan ini adalah tentang membela diri. Kepercayaan dan ketekunan diri tentu sangat penting dalam menguasai permainan silat tersebut.

  1. Aspek olahraga

Selain beladiri, silat juga menjadi salah satu cabang olahraga yang cukup menguas energi, dimana setiap pemain harus mempunyai kondisi fisik yang baik, untuk mendemonstrasikan aneka jurus serta bertarung dengan baik.

Istilah-istilah dalam pencak silat

Berikut ini, adalah beberapa istilah yang biasanya digunakan dalam permainan pencak silat, antara lain :

–                      Kuda-kuda

Ini adalah salah satu posisi untuk menampakkan kaki, guna memperkokoh posisi tubuh dalam bertarung. Kuda-kuda yang seimbang itu penting, karena ini akan menjadi titik tolak menahan serangan atau menyerang lawan.

–                      Sikap dan gerak

Pencak silat sendiri adalah serangkaian sikap dan posisi gerak. Ketika seorang pesilat sedang bertarung, maka dirinya harus pandai mengikuti serta membaca gerakan lawan, agar terjadi pertarungan yang berkesinambungan. Jika hal ini dilakukan dengan baik, maka pesilat akan menemukan kelemahan lawan dan mampu mengalahkan lawan tersebut.

–                      Langkah

Langkah dalam permaian silat ini tentu saja cukup penting. Karena salah satu ciri khas dalam permainan silat ini adalah teknik langkah yang unik. Ada beberapa pola langkah yang digunakan dalam permainan silat, yaitu pola langkah 3 dan pola langkah 4.

–                      Kembangan

Kembangan adalah salah satu perluasan gerakan silat, dari gerakan utama yang hanya pukulan dan tendangan. Kembangan seperti ini biasanya menyerupai gerakan tari atau istilahnya Ngibing, dan biasanya teknik ini banyak digunakan dalam permainan Maenpo Sunda. Teknik kembangan ini lebih mengutamakan keindahan gerak, selebihnya adalah untuk mengecoh lawan dan mengintai pertahanan lawan.

–                      Buah

Permaiann seni beladiri silat memilik banyak sekali teknik bertahan dan menyerang, secara tradisional, teknik ini disebut dengan buah. Biasanya para pesilat akan menggunakan tangan, kaki, lengan, lutut dan juga telapak kaki, untuk melakukan serangan atau bertahan. Teknik yang paling umum dilakukan adalah pukulan, tendangan, sapuan, sandungan, melempar, mengunci, menahan, mematahkan, dan teknik lainnya.

–                      Jurus

Para pesilat juga berlatih berbagai jurus silat. Masing-masing perguruan mempunyai gerakan yang berbeda-beda. Jurus yang dimaksud disini adalah gerakan dasar untuk melatih tubuh bagian atas dan tubuh bagian bawah. Untuk melatih teknik jurus Silat ini biasanya dilakukan secara berpasangan atau dilakukan sendiri-sendiri.