Jiujitsu Berkembang Di Brazil Dengan Akar Judo Dari Jepang

//Jiujitsu Berkembang Di Brazil Dengan Akar Judo Dari Jepang
FUN88KUIS - Kuis Berhadiah Rp 10 JUTA!

FUN88KUIS - Kuis Berhadiah Rp 10 JUTA!

Jiujitsu Berkembang Di Brazil Dengan Akar Judo Dari Jepang

Jiujitsu atau terkadang disebut dengan Brazilian Jiu Jitsu merupakan seni bela diri yang berkembang di Brazil dan memiliki fokus pada pertarungan jarak dekat dengan memaksimalkan teknik bantingan, kuncian serta lebih banyak melakukan praktek pertarungan di lantai. Nama Jiu Jitsu sebenarnya berasal dari istiliah Jujutsu yang merupakan seni bela diri asal Jepang. Jujutsu secara khusus mempelajari teknik bertarung jarak dekat untuk mengalahkan lawan yang menggunakan senjata atau menggunakan baju zirah pelindung dengan menggunakan tangan kosong atau senjata pendek. Jujutsu dari Jepang dan seni bela diri Judo Kodokan merupakan akar dari seni bela diri Jiu Jitsu yang berkembang di Brazil.

Brazilian Jiujitsu secara khusus berkembang di negara tersebut berkat latihan dan eksperimen yang dilakukan oleh Carlos dan Helio Gracie dengan mengadaptasi teknik Judo dan juga Jujutsu dari Jepang. Pada tahun 1882; seni bela diri Judo secara khusus mulai terpisah dari Jujutsu di Jepang. Terdapat banyak nilai dan aspek teknis dari Judo yang kemudian diturunkan pada seni bela diri Jiu Jitsu di Brazil. Seni bela diri baru yang dikembangkan oleh Carlos dan Helio tersebut kemudian diwariskan turun temurun pada keluarga Gracie dan juga banyak petarung lain. Teknik serupa juga dikembangkan oleh seorang Luiz Franca yang merupakan murid Judo Kodokan dari Mitsuyo Maeda. Konsep Jiu Jitsu dapat dikatakan serupa dengan Judo dimana teknik yang baik dapat memungkinkan seseorang yang lebih kecil dan lemah mampu mengalahkan lawan yang lebih besar, lebih berat dan lebih kuat dengan memanfaatkan teknik bertarung yang baik.

Teknik yang digunakan pada disiplin seni bela diri Jiujitsu secara khusus terfokus pada pertarungan tangan kosong jarak dekat. Membawa lawan terjatuh dan bertarung di lantai menjadi salah satu ciri khas dari Brazilian Jiu Jitsu. Teknik – teknik yang melibatkan kuncian pada persendian atau cekikan juga menjadi ciri khas lain dari Jiu Jitsu yang membedakannya dari teknik Judo ataupun Jujutsu tradisional dari Jepang. Latihan Jiu Jitsu biasa dilakukan dengan melakukan sparring atau pertarungan dengan sesama atlet. Seperti halnya kebanyakan seni bela diri; Jiu Jitsu juga mengenal peringkat terkait kemampuan teknis seorang atlet yang dilambangkan dengan warna sabuk yang dikenakan.

Brazilian Jiujitsu bukanlah sekedar seni bela diri dengan teknik – teknik bertarung tertentu; namun juga merupakan salah satu bentuk cabang olahraga. Jiu Jitsu juga dapat dimanfaatkan untuk melatih fisik dan mental serta membangun karakter tentang filosofi menjalani kehidupan. Berkembangnya olahraga tersebut di Brazil diawali oleh seorang Geo Omori yang membuka kelas judo atau Jujutsu di Brazil pada tahun 1909. Mitsuyo Maeda menjadi salah satu dari beberapa ahli Judo Kodokan yang juga mempromosikan olahraga tersebut ke luar Jepang dan datang ke Brazil pada tahun 1914. Luiz Franca menjadi salah satu pelopor Jiu Jitsu yan menjadi murid mereka.

Sedangkan asal mula keluarga Gracie mengembangkan dan mempopulerkan Jiujitsu di Brazil berawal ketika Carlos dan Helio Gracie melihat demonstrasi judo yang dilakukan Mitsuyo Maeda. Helio kemudian mengembangkan teknik Judo yang ia pelajari dari Maeda menjadi lebih lembut dan pragmatis dengan fokus bertarung di atas lantai. Helio mengembangkan teknik tersebut karena keterbatasan fisik ketika harus bertarung dengan mengandalkan kekuatan fisik. Sementara Luiz Franca yang juga merupakan murid Maeda mengembangkan jalur lain dari Brazilian Jiu Jitsu. Teknik yang dikembangkan Franca kemudian diwariskan pada Oswaldo Fadda yang populer dengan teknik kuncian menggunakan kaki. Popularitas Jiu Jitsu muncul ke permukaan ketika Royce Gracie memenangkan turnamen Ultimate Fighting Championship pertama, kedua dan keempat.

By | 2017-09-23T15:14:44+00:00 September 23rd, 2017|MMA (Mixed Martial Arts)|0 Comments

About the Author:

Penulisganteng12

Isi Komen Anda

%d bloggers like this: