Jepang merupakan salah satu negara yang menjadi pusat perkembangan seni bela diri yang kini populer di seluruh dunia. Salah satu disiplin seni bela diri yang berasal dari Jepang adalah Aikido. Seni bela diri yang unik tersebut pertama kali dikembangkan oleh seorang Morihei Ueshiba sebagai sebuah sintesa dari seni bela diri yang ia pelajari, filosofi hidup dan juga keyakinan religius yang ia anut. Sebagai sebuah disiplin seni bela diri yang kompleks; Aikido terkadang disebut juga sebagai “cara menyatu dengan energi kehidupan” atau “jalan harmoni jiwa”. Pada awal terciptanya Aikido; Ueshiba bertujuan mengembangkan sebuah seni bela diri yang tidak hanya tentang membela diri dari serangan lawan, tetapi juga mencegah lawan mengalami cedera.

Morihei Ueshiba kemudian mengembangkan berbagai teknik bertarung dengan ciri khas memanfaatkan momentum dari serangan lawan, berbagai teknik bantingan dan kuncian serta irimi yang merupakan teknik bertarung secara langsung dengan mendekatkan diri pada lawan. Fokus dari latihan dan teknik Aikido berupa teknik bertarung tangan kosong yang mengutamakan kelembutan. Akar dari seni bela diri unik tersebut berasal dari Daito-ryu Aiki-jujutsu; Ueshiba belajar langsung disiplin seni bela diri tersebut dari Takeda Sokaku yang menghidupkan kembali seni bela diri tersebut. Sebelum belajar dari Takeda Sokaku; Ueshiba juga mempelajari Tenjin Shin’yo-ryu bersama Tozawa Tokusaburo di Tokyo pada tahun 1901 dan mempelajari Gotoha Yagyu Shingan-ryu di bawah bimbingan Nakai Masakatsu di Sakai antara tahun 1903 hingga 1908. Sedangkan khusus untuk disiplin seni bela diri Yudo; Ueshiba belajar dari Kiyoichi Takagi di Tanabe tahun 1911. Kemudian Ueshiba mulai mengembangkan Aikido setelah memeluk agama Omoto-kyo. Beberapa murid Ueshiba yang terlibat di masa pengembangan seni bela diri tersebut menyebutnya dengan nama aiki-jujutsu.

Akar dari Aikido mulai dikembangkan Ueshiba ketika pindah ke Hokkaido tahun 1912 dan secara khusus belajar Daito-ryu langsung dari Takeda Sokaku tahun 1915. Ia terus mempelajari Daito-ru hingga tahun 1937 meski pada saat yang sama juga tengah mengembangkan seni bela diri baru yang ia sebut sebagai Aiki Budo pada waktu itu. Kapan nama Aikido mulai digunakan sebenarnya tidak diketahui; namun sebutan tersebut mulai dikenal luas pada tahun 1942 ketika Dai Nippon Butoku Kai sebagai mulai mengorganisir seni bela diri di Jepang setelah mendapat dukungan dari pemerintah.

Beberapa murid Ueshiba kemudian mengembangkan berbagai teknik dan aliran Aikidoberdasarkan apa yang mereka pelajari dan masa belajar mereka pada sang guru. Saat ini Aikido menjadi salah satu seni bela diri paling populer di dunia dan telah berkembang dengan berbagai teknik aliran dengan interpretasi yang beragam serta memiliki fokus yang bisa jadi berbeda antara satu aliran dengan aliran yang lain. Hanya saja ada satu hal mendasar yang masih membuat berbagai aliran Aikido sama; yaitu akar teknik yang dikembangkan Ueshiba dan ajaran untuk tidak melukai lawan yang dihadapi.

Aikido mulai disebarkan ke luar Jepang pada tahun 1951 oleh Minoru Mochizuki ketika mengunjungi Perancis. Langkah tersebut diikuti oleh Tadashi Abe pada tahun 1952 yang merupakan perwakilan resmi dari Aikikai Hombu dan tinggal di Perancis selama 7 tahun. Kemudian Kenji Tomiki bersama delegasi berbagai disiplin seni bela diri menjalani tur keliling Amerika Serikat di 15 negara bagian pada tahun 1953. Beberapa dojo mulai didirikan di Hawaii ketika Koichi Tohei diutus sebagai perwakilan resmi Aikikai Hombu. Negara – negara Eropa lain seperti Inggris dan Italia kemudian menjadi tujuan menyebarkan seni bela diri Aikido diikuti dengan negara – negara di Afrika serta Australia. Kini Aikido telah tersebar di seluruh penjuru dunia ditandai dengan keberadaan dojo yang mengajarkan seni bela diri asal Jepang tersebut.