Awal Kemunculan Pride FC Hingga Bubar Pada Tahun 2007

//Awal Kemunculan Pride FC Hingga Bubar Pada Tahun 2007
FUN88KUIS - Kuis Berhadiah Rp 10 JUTA!

FUN88KUIS - Kuis Berhadiah Rp 10 JUTA!

Awal Kemunculan Pride FC Hingga Bubar Pada Tahun 2007

Perkembangan Mixed Martial Art dan turnamen yang menggelar pertandingan antara petarung – petarung MMA terbaik di Asia tidak lepas dari Pride Fighting Championship. Pride FC merupakan perusahaan promotor Mixed Martial Art yang berasal dari Jepang. Pride Fighting Championship didirikan oleh Nobuyuki Sakakibara dan Nobuhiko Takada dan acara pertama yang digelar di Tokyo Dome tanggal 11 Oktober 1997 menjadi penanda perkembangan MMA di kawasan Asia pada waktu itu. Meski saat ini telah berhenti beraktivitas; namun Pride Fighting Championship pernah menjadi salah satu organisasi MMA yang paling populer di dunia. Turnamen yang digelar dengan kerja sama dengan K-1 dengan nama Shockwave/Dynamite pada Agustus 2002 masih memegang rekor acara MMA dengan penonton terbanyak. Sebanyak 91.107 penonton hadir untuk menyaksikan perhelatan MMA tersebut.

Awal mula dari kemunculan Pride FC ada pada ide untuk mempertemukan pegulat profesional Jepang Nobuhiko Takada melawan Rickson Gracie. Rencana menggelar pertarungan yang mempertemukan seni bela diri Jiu Jitsu dan gulat tersebut diorganisir oleh KRS atau Kakutougi Revolutionary Spirits. Kabar tersebut segera menarik perhatian media masa dan penggemar MMA di Jepang. Pertarungan tersebut sukses digelar di Tokyo Dome pada tanggal 11 Oktoner 1997. Sukses besar yang didapat kemudian berdampak pada peluang menggelar acara serupa secara reguler. Setahun kemudian; pertarungan ulang antara Gracie melawan Takada berhasil digelar.

Pada saat K-1 menikmati popularitas sebagai ajang MMA di Jepang; Pride FC muncul sebagai pesaing dan kemudian bekerja sama dengan Fuji Television dan televisi berbayar SKY PerfecTV. Langkah besar Pride Fighting Championship terjadi pada tahun 2000 ketika Pride menggelar Pride Grand Prix; sebuah turnamen tanpa batasan kelas yang dibagi menjadi dua bagian yang mempertemukan petarung – petarung MMA terbaik di dunia. Babak pertama melibatkan 16 petarung dan pemenang setiap pertarungan akan kembali tampil 3 bulan kemudian untuk mengikuti babak kedua. Babak kedua Pride Grand Prix menandai diawalinya invasi Pride Fighting Championship ke Amerika Serikat. Babak final Pride Grand Prix disiarkan langsung hingga Amerika Serikat dan melibatkan petarung dari negeri Paman Sam tersebut; Mark Coleman memenangkan turnamen setelah mengalahkan Igor Vovchanchyn di partai final.

Sukses besar kemudian mengikuti Pride FC yang terus menggelar turnamen dengan keberhasilan menarik animo penonton. Bahkan pada tahun 2005; Pride Fighting Championship menggelar 10 turnamen yang memperoleh sukses besar dan menunjukkan popularitas yang setingkat dengan K-1. Pride Shockwave 2005 yang digelar di malam tahun baru menjadi bukti popularitas Pride Fighting Championship dan MMA khususnya di Jepang. Ajang Pride 32: The Real Deal menjadi perhelatan pertama Pride Fighting Championship yang digelar di luar Jepang. Pride 32 digelar di Thomas & Mack Center kota Paradise, Nevada, Ameria Serikat.

Namun sayang perkembangan bagus Pride FC harus mengalami langkah mundur ketika Fuji Network memutus kontrak dengan Pride Fighting Championship karena alasan pelanggaran kontrak. Kondisi tersebut membuat Pride Fighting Championship hanya ditayangkan di SKY PerfecTV saja sekaligus menghapus pendapatan yang seharusnya diperoleh dari kontrak siaran dengan Fuji Network. Pihak pengelola Pride Fighting Championship kemudian memutuskan untuk tetap beraktivitas dan menggelar turnamen Pride 33: Second Coming di Las Vegas. Setelah sempat menikmati sukses secara internasional; Dream Stage Entertainment sebagai pemilik Pride Fighting Championship menjual Pride kepada Lorenzo Fertitta dan Frank Fertitta III yang merupakan bagian dari Zuffa yang merupakan pemilik UFC pada bulan Maret 2007. Nobuyuki Sakakibara kemudian berusaha membangkitkan semangat Pride Fighting Championship dengan mendirikan Rizin Fighting Federation di Jepang pada tahun 2015 lalu.

By | 2017-09-22T17:40:53+00:00 September 22nd, 2017|MMA (Mixed Martial Arts)|0 Comments

About the Author:

Penulisganteng12

Isi Komen Anda

%d bloggers like this: