Lebih Cermat dengan Tawaran KPR

//Lebih Cermat dengan Tawaran KPR
FUN88KUIS - Kuis Berhadiah Rp 10 JUTA!

FUN88KUIS - Kuis Berhadiah Rp 10 JUTA!

Lebih Cermat dengan Tawaran KPR

Tawaran rumah kpr dewasa ini memang sedang gencar-gencarnya dan menjadi solusi yang pas bagi yang mendambakan rumah pribadi dengan biaya miring. Sekilas memang tak ada kerugian dengan mengambil tawaran kredit rumah ini. Namun yang namanya risiko mengambil kredit itu selalu ada. Yang mengkhawatirkan ialah bagaimana sebagian masyarakat yang mengambil KPR justru mengalami kerugian. Bukan karena faktor penyebab dari kredit itu sendiri yang berdampak kerugian, tetapi akibat ketidakcermatan pihak yang mengambil kredit.

Seringnya yang terlihat dari mereka yang mengajukan kredit ini ke bank adalah kurang memahami poin-poin penting yang sudah tercantum secara jelas dalam surat perjanjian. Saat surat perjanjian itu disodorkan oleh pihak bank, yang dibaca hanya sebagian saja dan langsung menandatanginya. Yang penting Down Payment (DP) beres dan rumah sudah pasti aman.

Teliti Melunasi DP

Nah, yang mau mengajukan KPR wajib memahami isi dari surat penjanjian dari bank dengan cermat. Perhatikanlah angka-angka suku bunga yang dicantumkan dari brosur dan surat perjanjian tersebut. Cocokkan terlebih dahulu akurasi dari semua data angka yang dicantumkan tersebut. Perhatikan dengan seksama pula soal biaya jika terlambat membayar angsuran dan penalti yang dijatuhkan untuk pelunasan. Orang yang kurang cermat pada saat proses awal pengajuan KPR ini berpotensi mengalami kerugian jika ternyata nilai bunga yang dicantumkan dalam surat perjanjian ternyata lebih tinggi. Asalkan membayar DP sesuai tenggat waktu, dijamin rumah akan aman namun perhatikanlah semua syarat dan ketentuan yang dituliskan dalam surat tersebut.

Mengecek Asuransi

Biasanya pihak yang mengajukan KPR akan mengiyakan saja semua tawaran asuransi dari pihak bank. Padahal semua pihak yang mengajukannya punya hak untuk memilih asuransi ini. Bahkan ada bank yang memperbolehkan pihak pengaju KPR untuk menentukan sendiri asuransinya seperti BRI. Solusinya ialah dengan memilih jenis asuransi yang memang sesuai kebutuhan pihak yang mengajukan KPR. Misalnya merasa yakin tak akan ada risiko kebakaran, silakan melakukan negosiasi supaya tak membayar biaya premi asuransi kebakaran itu.

Mengecek Ulang Kelengkapan Dokumen

Semua persyaratan dokumen untuk pengajuan KPR mesti disiapkan dan diperiksa lebih cermat. Satu saja dokumen yang tidak disertakan bakal menghambat kelancaran proses. Akibatnya tentu bakal semakin lama untuk mengurus transaksi rumah. Lagi-lagi yang berpotensi menghambat ini adalah dokumen kelengkapan untuk asuransi. Fungsi dari asuransi ini ialah melindungi dari risiko kerugian. Misal ada dokumen yang kurang lengkap, urusan klaim uang pertanggungan akan rumit dan kemungkinannya malah bisa ditolak. Sementara pihak bank sebetulnya berperan sebagai perantara dari perusahaan asuransi dengan nasabah yang membutuhkan perlindungan asuransi itu. Oleh karena itu, persiapkan dan cek dengan hati-hati semua kelengkapan dokumen yang dibutuhkan untuk pengajuan KPR.

Biaya Notaris

Barangkali nampak sepele karena kadang sudah ditawarkan langsung oleh pihak bank untuk biaya notaris. Tapi pihak yang mengajukan KPR juga punya hak untuk mengusulkan notaris. Hal itu pula yang sangat disarankan demi menghindari pembengkakan biaya notaris. Selalu ada risiko penggelembungan biaya dari pihak notaris sementara nasabah cenderung kurang paham soal prosedur dan rinciannya. Kalau mengusulkan notaris sendiri akan jauh lebih aman dari segi rencana pembiayaan. Toh, sudah diberikan pilihan dari pihak bank untuk bisa mengusulkan sendiri notaris yang mau digunakan. Nah, demikianlah beberapa poin penting untuk dicermati selama mengajukan KPR supaya tak berpotensi mengalami kerugian.

By | 2017-09-15T15:37:10+00:00 September 16th, 2017|Investasi Properti|0 Comments

About the Author:

Penulisganteng12

Isi Komen Anda

%d bloggers like this: