Ingin Investasi Tanah tapi Takut Merugi? Atasi dengan Tips Mudah Di Bawah Ini!

Selain dalam bentuk bangunan seperti rumah, apartemen, atau kos-kos an, investasi barang properti bisa juga dalam bentuk lahan atau tanah. Jenis investasi tanah memang lebih banyak dilirik ketimbang bangunan karena dinilai memiliki banyak keuntungan. Terbukti dengan banyaknya lahan-lahan kosong yang sudah ada pemiliknya. Meskipun tanah tersebut berada di wilayah terpencil atau sulit dijangkau misalnya pedesaan, sekitar kaki gunung, perkebunan, dan sebagainya.

Investasi Tanah Punya Banyak Kelebihan

Alasan utama kenapa masyarakat atau para investor lebih senang membeli lahan atau tanah kosong adalah karena punya banyak kelebihan. Kelebihan pertama adalah bebas biaya pengelolaan. Dengan memiliki lahan atau tanah kosong tanpa adanya bangunan di atasnya maka Anda bisa menghemat biaya pengelolaan serta perawatan. Walaupun dibiarkan dan tidak dirawat selama bertahun-tahun maka kondisinya akan tetap sama. Berbeda dengan investasi properti lain seperti rumah atau apartemen yang harus terus dirawat secara berkala agar harga jual tidak menurun.

Kemudian, investasi tanah bisa memberikan keuntungan berlipat dari tahun ke tahun karena harga jual meningkat. Semakin bertambahnya populasi penduduk Indonesia maka kebutuhan akan lahan serta rumah makin meningkat. Jika lahan di perkotaan sudah habis maka masyarakat akan mencari alternatif lain yaitu membeli tahan di daerah lebih tinggi.

Tips Investasi Tanah Agar Tidak Rugi

Investasi tanah bisa menjadi aset kekayaan serta memberi banyak keuntungan, tapi bisa juga jadi boomerang. Terlebih lagi jika Anda terlalu sembrono atau tidak berhati-hati ketika mulai investasi tersbeut. Tergiur akan harga tanah murah biasanya menjadi faktor pemicu kegagalan dan kerugian ketika melakukan penjualan. Nah, agar terhindar dari kerugian maka Anda bisa menerapkan tips investasi tanah berikut ini!

  1. Lokasi Lahan Strategis

Pertama, tentukan lebih dulu tanah atau lahan di daerah mana yang ingin dibeli, kawasan perkotaan, pinggiran kota, pusat kota, pedesaan, perbukitan dan sebagainya. Lokasi yang strategis memang sangat mempengaruhi harga jual, misalnya dekat dengan jalan raya, pusat perbelanjaan, perumahan penduduk, dll. Akan tetapi, bukan berarti lahan di area dataran tinggi punya prospek ke depan yang buruk. Oleh sebab itulah Anda harus betul-betul jeli dalam memilih lokasi tanah agar bisa meningkatkan nilai jualnya.

  1. Kondisi dan Jenis Tanah

Hal yang satu ini sangat perlu diperhatikan karena juga bisa mempengaruhi penjualan. Contohnya begini, calon pembeli tidak akan tertarik jika lahan tersebut punya kontur buruk, kondisi tanah tidak stabil, mudah longsor, dan sebagainya. Sebaliknya, apabila lahan Anda datar, tidak berada di dataran miring, dan cocok didirikan bangunan maka bisa membuat banyak orang tertarik membeli.

  1. Siapkan Dokumen Penting

Jika berniat menjual kembali tanah kepada orang lain maka siapkan lebih dulu dokumen yang dibutuhkan. Pastikan kalau surat-surat penting tersebut sudah resmi dan jelas keabsahannya agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

  1. Lakukan Negosiasi dengan Benar

Baik ketika Anda membeli sebuah lahan atau menjualnya kembali, lakukan tawar-menawar lebih dahulu untuk mencapai kesepakatan harga. Jika Anda menjadi pembeli maka tunjukkan beberapa kelemahan dari tanah tersebut pada sang pemilik sehingga mendapatkan harga lebih murah. Namun juga berperan sebagai penjual, tunjukkan kelebihan dan prospek ke depan yang cemerlang pada orang lain.

Tidak sulit bukan melakukan investasi tanah bagi investor pemula? Memang modal yang dibutuhkan di awal cukup besar, apalagi harga lahan kosong jaman sekarang sudah makin meningkat. Dengan sedikit tips di atas, Anda bisa mencegah kerugian ketika ingin menjualnya kembali.

Isi Komen Anda