Tinju merupakan olahraga dan juga disiplin seni bela diri yang dipertandingkan dengan melibatkan dua orang petarung yang disebut petinju. Aturan pertandingan tinju modern akan mempertemukan dua orang petinju dengan kelas yang sama. Pembagian kelas dalam pertandingan tinju dibuat berdasarkan berat atlet petinju. Pada pertandingan tinju; para petinju bertanding dengan menggunakan kedua tangan untuk memukul lawan dan tidak diperkenankan memukul atau mengenai lawan dengan anggota badan lain. Pertandingan tinju pada dasarnya berlangsung dengan cara memukul lawan dan menghindari pukulan lawan. Pukulan yang sah dalam pertandingan tinju merupakan pukulan yang mengenai bagian tubuh lawan dari pinggang ke atas. Meskipun begitu; beberapa bagian tubuh dari pinggang ke atas seperti belakang kepala dan leher dilarang untuk dipukul.

Penilaian dalam pertandingan tinju dilakukan dengan menghitung nilai yang didapat dari pukulan yang mengenai lawan. Pukulan yang mengenai lawan dengan bersih dan mantap akan mendapatkan nilai lebih. Pukulan yang mengenai kepala atau dada lawan akan mendapatkan nilai lebih tinggi dibandingkan pukulan yang mengenai bagian lain. Petinju yang mengumpulkan nilai lebih tinggi saat pertandingan berakhir akan dinyatakan sebagai pemenang. Petinju dapat memenangkan pertandingan dengan status menang KO (Knock Out) tanpa menunggu pertandingan ronde terakhir selesai jika berhasil memukul jatuh lawan sehingga tidak mampu bangkit setelah hitungan ke sepuluh yang diberikan wasit. Petinju juga dapat memperoleh kemenangan jika lawan dinyatakan tidak mampu melanjutkan pertandingan dan mendapatkan kemenangan TKO atau Technical Knock Out. Wasit dapat menghentikan pertandingan tinju dan memberikan kemenangan TKO jika salah satu petinju mendominasi pertarungan hingga membahayakan kondisi lawan. Petinju yang tiga kali terjatuh dalam satu ronde akibat pukulan lawan juga dapat dinyatakan kalah dengan status TKO. Petinju ataupun tim seorang petinju bisa menyatakan diri menyerah dan tidak melanjutkan pertandingan dengan cara menyatakan menyerah secara verbal atau melemparkan handuk ke dalam ring.

Kata tinju dalam bahasa Indonesia digunakan sebagai sebutan cabang olahraga “boxing” atau “pugilism”. Olahaga tinju di Indonesia mulai menarik perhatian dan dicatat dalam sejarah ketika melahirkan seorang petinju bernama Ellyas Pical. Petinju yang akrab dipanggil Elly tersebut menjadi petinju asal Indonesia pertama yang menyandang gelar juara dunia. Ia sukses merebut gelar juara dunia kelas Bantan Junior IBF ketika mengalahkan petinju Korea Selatan, Ju Do-Chun pada tanggal 3 Mei 1985. Petinju kelahiran Saparua, Maluku tersebut sempat mempertahankan gelar dengan mengalahkan Wayne Mulholland dari Australia; namun sempat kehilangan gelar ketika kalah angka atas Cesar Polanko dari Dominika. Ellyas Pical kembali merebut gelar juara dunia Bantam Junior IBF ketka menang KO pada tanding ulang melawan petinju Dominika tersebut. Upaya menggabungkan gelar juara dunia Bantam Junior IBF dengan kelas terbang WBA gagal dilakukan Elly saat dikalahkan Khaosai Galaxy dari Thailand.

13. 2Selain Ellyas Pical di era 1990-an; Indonesia juga memiliki seorang Nico Thomas yang sempat menyandang gelar juara kelas terbang mini IBF tahun 1989. Suwito Lagola menjadi petinju asal Indonesia berikutnya yang sempat menyandang gelar juara dunia. Petinju asal Sumatra Utara tersebut berhak mengenakan sabuk juara kelas Welter WBF tahun 1995. Sayang karir Suwito berakhir tragis setelah ia memutuskan mundur dari dunia tinju untuk pulang kampung dan menjadi petani karet karena banyak janji – janji terkait prestasinya yang tidak dipenuhi. Chris John merupakan salah satu petinju terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Petinju dengan julukan The Dragon tersebut sempat menyandang gelar juara kelas Bulu WBF selama 10 tahun antara tahun 2003 hingga 2013 setelah sukses mempertahankan gelar sebanyak 18 kali.