Latihan MMA Melibatkan Berbagai Bentuk Latihan Fisik Dan Teknik

Mixed martial arts (MMA) atau seni bela diri campuran sebagai jenis olahraga kontak fisik biasanya melibatkan beberapa disiplin ilmu bela diri untuk melengkapi kemampuan bertarung seorang fighter atau petarung. Atlet seni bela diri campuran atau petarung dapat bertanding dengan menggunakan semua teknik bertarung mulai dari pukulan, tendangan maupun teknik kuncian untuk mengalahkan lawan. Keterlibatan kekuatan fisik, ketahanan tubuh dan teknik bertarung membuat seni bela diri campuran menjadi sangat menarik. Latihan MMA atau seni bela diri campuran akan melibatkan berbagai latihan untuk meningkatkan kemampuan fisik baik itu kekuatan dan ketahanan tubuh serta latihan untuk menguasai berbagai teknik bertarung.

Kekuatan fisik ditempat pada latihan MMA guna meningkatkan kemampuan dan daya serang seorang petarung. Kerasnya pukulan, kuatnya tendangan serta kekuatan kuncian bisa menjadi bagian penting dari keberhasilan mengalahkan lawan di atas ring pertandingan. Pukulan yang keras dan tendangan yang kuat bisa menjatuhkan dan memaksa lawan berhenti bertanding. Sedangkan kekuatan kuncian bisa memaksa lawan menyerah karena tidak dapat bergerak dan dihadapkan pada situasi yang membuat petarung mengalami kesakitan yang amat dan rawan mengalami cedera. Sedangkan latihan ketahanan tubuh dapat meningkatkan kemampuan seorang petarung MMA bertahan dari serangan lawan berupa pukulan dan tendangan ataupun menahan rasa sakit saat berusaha lolos dari kuncian lawan.

Bentuk lain dari latihan MMA adalah menyempurnakan teknik bertarung dan mengasah insting dalam menyerang dan menghadapi serangan lawan. Kemampuan teknik yang baik dapat menjadi modal penting dalam sebuah pertandingan MMA. Seorang petarung yang kalah dalam hal postur dan jangkauan serangan bisa memanfaatkan keunggulan teknik untuk mengalahkan lawan; terutam teknik pertarungan jarak dekat. Petarung yang memiliki kecepatan juga dapat memanfaatkan kelebihannya ketika melawan petarung dengan fisik lebih kuat namun cenderung lambat dalam bergerak. Banyaknya variabel yang dapat dimanfaatkan untuk memenangkan sebuah pertarungan membuat latihan seni bela diri campuran juga menjadi sangat kompleks. Mulai dari latihan fisik, teknik dan strategi hingga melatih insting serta naluri bertarung.

14. 2Ada beberapa disiplin seni bela diri yang seringkali dijadikan dasar teknik petarung MMA karena memiliki kelengkapan teknik bertarung seperti Jiu Jitsu ataupun Muay Thai. Petarung dengan dasar disiplin seni bela diri tersebut biasanya melatih fisiknya agar memiliki pukulan dan tendangan yang kuat serta cepat. Karena alasan itulah kebanyakan petarung MMA dengan dasar Muay Thai dan Jiu Jitsu memiliki postur yang atletis karena latihan fisik yang bertujuan menghasilkan postur tipe tersebut. Program latihan MMAberupa latihan fisik dengan dasar disiplin Muay Thai biasanya terdiri atas porsi latihan plank, crunch, barbel roll out, swing, windmill dan face pull.

Sedangkan latihan untuk keperluan melatih teknik bertarung bisa melibatkan disiplin seni bela diri di luar dasar disiplin yang telah dikuasai. Kemampuan melengkapi teknik seni bela diri bisa menjadi hal penting dalam meningkatkan kemampuan bertarung dan membaca gaya bertarung lawan. Alexander Gustafsson merupakan salah satu atlet MMA yang berusaha melengkapi kemampuan teknisnya dengan belajar pada pegulat Phil Davis yang pernah mengalahkannya di atas ring. Salah satu dokumentasi latihan MMAterbaik yang pernah direkam adalah latihan Carlos Condit menjelang laga perebutan gelar kelas Welter UFC melawan juara bertahan George Saint-Pierre. Condil menjalani latihan fisik yang ekstrim guna meningkatkan kemampuan fisik dan kekuatan mentalnya. Ternyata George Saint-Pierre yang baru saja mengalami cedera juga mempersiapkan diri dengan sangat baik sehingga Carlos Condit akhirnya gagal merebut gelar juara pada sebuah laga yang disebut – sebut sebagai salah satu pertarungan terbaik dalam sejarah UFC.

Isi Komen Anda