Boxing atau tinju merupakan salah satu olahraga tarung yang melibatkan dua orang atlet. Terdapat aturan khusus dalam olahraga tinju terkait aspek teknik, keamanan dan juga penilaian. Sebuah pertandingan tinju akan melibatkan dua orang petinju, seorang wasit dan beberapa orang juri. Pertandingan tinju akan dibagi dalam beberapa ronde dengan interval antara satu hingga tiga menit; tergantung dari jenis atau kelas pertandingan tinju tersebut. Olahraga tinju kini dibagi dalam 2 kategori utama yaitu tinju amatir dan tinju profesional. Tinju amatir merupakan cabang olahraga yang dipertandingkan dalam turnamen olahraga resmi dunia seperti Olimpiade. Selain itu; cabang tinju amatir juga memiliki kejuaraan internasional berupa World Championship.

Sejarah olahraga tinju atau boxing diawali sejak sangat lama sebagai bentuk olahraga pertarungan dengan menggunakan kedua tangan atau hand to hand combat. Tinju sebagai olahraga yang dipertandingkan mulai tercatat dalam sejarah pada masa Yunani Kuno; tepatnya ketika dipertandingkan pada Olimpiade tahun 688 Sebelum Masehi. Olahraga tinju kemudian berkembang pada rentang waktu abad 16 hingga 18 sebagai olahraga yang memperebutkan hadiah. Olahraga tinju sempat menjadi olahraga yang sangat populer di Inggris Raya pada pertengahan abad 19. Terbukti dengan diperkenalkannya aturan yang disebut Marquess of Queensberry Rules pada tahun 1867. Pada  awalnya pertandingan tinju masih belum menggunakan sarung tinju; salah satu pertandingan yang terdokumentasi terjadi pada tahun 1681 di London Protestant Mercury belum melibatkan penggunaan sarung tinju. Pada tanggal 6 Januari 1681 terjadi pertandingan tinju pertama yang tercatat dalam sejarah dengan promotor Christopher Monck yang kemudian menjabat Gubernur di Jamaika. Pertandingan tinju tersebut mempertemukan kepala pelayan dan tukang jagal yang bekerja untuk Monck dan dimenangkan oleh sang tukang jagal.

Pada awal kemunculan pertandingan tinju atau boxing yang memperebutkan hadiah di Inggris; belum ada aturan yang mengatur sebuah pertandingan. Salah satu dokumentasi pertandingan tinju pada tahun 1713 yang ditulis oleh Sir Thomas Parkyns menyebutkan pertandingan tinju pada masa itu masih memperbolehkan petarung untuk menanduk dengan kepala, memukul, menyerang mata dengan jari, mencekik dan membanting lawan. Sebagian besar dari teknik bertarung tersebut telah dihapus pada pertandingan tinju modern saat ini. Nama James Figg disebut – sebut sebagai juara tinju pertama di Inggris pada tahun 1719.

Floyd Mayweather vs Manny PacquiaoAturan boxing atau tinju modern dimulai pada tahun 1743 dengan nama aturan Broughton; aturan tersebut dibuat oleh Jack Broughton yang merupakan juara tinju pada masa itu. Aturan tersebut dibuat untuk melindungi petinju dari kematian akibat pertarungan di atas ring. Aturan Broughton melarang petinju memukul lawan yang telah jatuh dan melakukan ranggkulan di bawah pinggang. Seorang petinju yang jatuh dan tidak dapat bangkit dalam waktu 30 detik dinyatakan kalah. Broughton juga menjadi tokoh yang mendorong petinju menggunakan sarung tinju.

Aturan Marquess of Queensberry dibuat oleh John Chambers untuk pertandingan tinju amatir pada tahun 1867. Aturan tersebut memperkenalkan tata cara pertandingan tinju atau boxing yang lebih detail; termasuk di dalamnya aturan mengenai ukuran ring atau tempat pertandingan. Penggunaan ronde dengan durasi 3 menit dan masa istirahat 1 menit di antara 2 ronde juga diperkenalkan. Sarung tinju dengan standar tertentu juga diperkenalkan dan membuat pertandingan tinju semakin melibatkan teknik, manuver dan strategi. Petinju yang jatuh akan mendapat 10 hitungan dan dinyatakan kalah jika tidak mampu bangkit dan tindakan merangkul dengan tujuan menjatuhkan lawan juga dilarang. Pada perkembangannya; aturan olahraga tinju modern kemudian melibatkan pembagian kelas hingga pembagian tinju profesional dan tinju amatir.