Jiujitsu Yang Berpengaruh Banyak Dalam Teknik MMA

Jepang punya tradisi bela diri yang cukup solid dengan banyaknya aliran yang makin menyebar di seluruh dunia. Salah satunya adalah jiujitsu yang dalam perkembangannya punya banyak “anak” seperti judo, aikido, hapkido, dan juga Brazilian Jiujitsu atau yang dikenal dengan nama BJJ dan menjadi salah satu pondasi dari olahraga kombat MMA. Dasar atau prinsip dari bela diri jiujitsu adalah memungkinkan seseorang yang tidak memiliki senjata untuk melawan orang yang punya senjata, atau memungkinkan seseorang dengan postur tubuh yang lebih kecil untuk bisa mengalahkan orang dengan postur yang lebih besar. Oleh karena itu gerakan-gerakan dan teknik dari jiujitsu beserta dengan turunannya banyak bertumpu pada pertarungan kontak dekat dan juga gulat. Karena itulah teknik jiujitsu menjadi dasar dari olahraga MMA yang juga menggunakan banyak teknik bergulat dan berusaha untuk menjatuhkan lawan atau disebut dengan ground fighting.

Dari jiujitsu jadi Brazilian jiujitsu

Pada tahun 1914, seorang judoka profesional bernama Mitsuyo Maeda atau Otavio Maeda datang ke Brazil dengan membawa ilmu judonya dan mengajarkan judo kepada orang-orang di sekitarnya yang kemudian judo mulai menyebar di Brazil dan beradaptasi dengan gaya lokal menghasilkan aliran judo dengan nama Brazilian jiujitsu atau BJJ. Gaya jiujitsu ala Brazil ini memberikan penekanan pada gulat di atas permukaan matras karena dianggap lebih efektif dan lebih praktis dibandingkan dengan bergulat sambil berdiri.

Nick Diaz vs Evangelista SantosBJJ mempromosikan bahwa orang yang badannya lebih kecil bisa melawan orang dengan badan yang lebih besar dan lebih berat dengan teknik-teknik yang tepat. Teknik-teknik yang menjadi andalan dan ditekankan dalam praktek BJJ adalah menjatuhkan lawan kemudian mengaplikasikan kunci dan juga mengunci leher untuk melemahkan lawan. Perbedaan lain dari jiujitsu klasik dengan BJJ adalah dirubahnya beberapa aturan tradisional agar menyesuaikan dengan keamanan. Teknik-teknik seperti penguncian tulang belakang dan juga penguncian tengkuk dilarang dalam praktek BJJ dan juga menjadi aturan di pertandingan MMA.

Pemain jiujitsu di MMA

Ketika masuk ke konteks MMA, jenis jiujitsu yang umum digunakan adalah jenis BJJ yang lebih populer di kalangan barat sebagai teknik gulat yang lebih aman. Berikut adalah beberapa pemain jiujitsu yang menjadi petarung di ajang MMA:

Nick Diaz

Diaz dikenal sebagai petarung yang lebih suka untuk mempertahankan posisinya dan bertukar serangan dengan lawannya namun ia memiliki gelar sabuk hitam untuk jiujitsu. Keahliannya bertarung di permukaan alas diakui kelas atas dan mendapatk peringkat nomor satu di kalangan petarung MMA.

Ricardo Arona

Dijuluki dengan nama “The Brazilian Tiger”, Arona didaulat menjadi salah satu pemain jiujitsu terbaik di generasinya yang sebelum masuk ke MMA telah menjuarai tiga medali emas dari Abu Dhabi Combat Club Submission Wrestling World Championship. Keahliannya bermain jiujitsu ia bawa ke MMA dan menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan.

Nate Diaz

Nate merupakan adik dari Nick yang juga menerapkan teknik jiujitsu ketika bertarung di arena MMA. Meski ia tidak punya banyak pencapaian dalam cabang jiujitsu, namun teknik ground fight yang ia lakukan di MMA dinilai sebagai teknik yang indah bahkan lebih produktif dibandingkan dengan teknik kakaknya.

Ronaldo Souza

Si Jacare ini dijuluki sebagai salah satu submission guru terbaik yang pernah ada dan menjadi salah satu petarung MMA paling berbahaya. Pencapaiannya termasuk beberapa kali mendapatkan gelar juara dunia untuk pertandingan Brazilian jiujitsu, termasuk mendapatkan dua kali medali emas dan tiga kali medali perak dalam ajang Abu Dhabi Combat Club Submission Wrestling World Championship.

Isi Komen Anda