Sejarah Perkembangan MMA Hingga Kemunculan Turnamen Di Jepang

Seorang petarung MMA atau seni bela diri campuran biasanya menguasai beberapa disiplin bela diri. Kemampuan memadukan teknik beladiri untuk mempertahankan diri dari serangan lawan dan mengalahkan lawan menjadi modal utama pada pertarungan seni bela diri campuran. Mengingat pertarungan di ring seni bela diri campuran kebanyakan melibatkan dua petarung yang menguasai beberapa disiplin beladiri; maka tidak jarang terjadi beberapa gaya bertarung yang diperlihatkan. Faktor fisik seringkali juga mendasari teknik atau disiplin seni bela diri apa yang diandalkan seorang petarung. Pertarungan jarak dekat, pertarungan renggang dengan posisi berdiri hingga berbagai teknik kuncian bisa menguntungkan petarung dengan karakter dan fisik tertentu.

Tidak semua petarung dapat turun di ajang mixed martial art karena beberapa alasan. Salah satunya adalah alasan teknik dan kemampuan bertarung. Teknik bertarung yang didasari oleh penguasaan disiplin bela diri menjadi hal yang sangat penting selain faktor mental petarung. Nama MMA atau mixed martial art sebenarnya baru mulai populer di akhir era 1990-an; sebuah istilah yang digunakan untuk menggantikan istilah “no holds barred” yang dianggap kasar dan memiliki konotasi negatif. Komentator UFC Jeff Blatnik yang merupakan mantan pegulat dan wasit UFC Johan McCarthy merupakan beberapa orang yang mempopulerkan  penggunaan sebutan seni bela diri campuran atau mixed martial arts.

Konsep pertarungan seni bela diri campuran sebenarnya sudah ada sejak jaman dahulu; bangsa Yunani kuno termasuk salah satu yang telah melakukan praktek adu ketangkasan berupa pertarungan dengan gaya bebas. Kini turnamen seni bela diri campuran dan juga siaran pertarungan di televisi membuat MMA menjadi makin populer. Seni bela diri campuran kini didefinisikan sebagai olahraga dengan kontak fisik tanpa senjata yang melibatkan berbagai teknik bertarung seperti pukulan, tendangan dan teknik kuncian. Pada jaman Yunani kuni terdapat turnamen adu kekuatan yang disebut dengan Pankration yang berarti kekuatan penuh. Pertarungan pankration dilakukan oleh dua orang petarung dengan aturan tidak boleh melakukan gigitan dan mencolok mata lawan; cara bertarung selain kedua hal tersebut bebas dan boleh dilakukan. Olimpiade tahun 684 sebelum Masehi telah melombakan cabang pankration; salah satu bukti dari popularitas dan pengakuan olahraga seni bela diri campuran tersebut.

5. 2Jepang menjadi salah satu negara Asia yang memperlihatkan perkembangan MMAsangat baik; terutama sejak tahun 1941. Selain pertarungan Sumo; pertarungan gulat profesional menjadi tontonan yang populer. Jika pada awalnya pertarungan gulat profesional digelar dengan skenario tertentu dimana pemenang telah ditentukan sejak awal oleh pihak penyelenggara; keterlibatan seni bela diri lain membuat gulat profesional bergeser dari olahraga hiburan menjadi pertandingan yang kompetitif. Atlet beladiri Karate, Judo, Kick Boxing dan Muay Thai mulai turut serta dalam pertandingan dan menjadi cikal bakal kompetisi Pride FC yang sempat sangat populer di Jepang dan di dunia.

Beberapa atlet petarung seperti Satoru Sayama, Yoshiaki Fujiwara, Akira Meda, Karl Gotch dan Antonio Inoki memiliki jasa besar mempopulerkan dan mengembangkan MMAdi Jepang. Ketika Antonio Inoki mendirikan New Japan Pro Wrestling pada tahun 1976; konsep pertarungan gaya bebas antar disiplin seni bela diri mulai populer. Inoki mendirikan NJWP setelah dirinya diberhentikan oleh pihak Japan Wrestling Association di tahun tersebut. Pertarungan antara Inoki dengan petinju Muhammad Ali menjadi salah satu tonggak sejarah pertarungan seni bela diri campuran di Jepang. Perkembangan turnamen mixed martial arts di Jepang terus berkembang dan semakin populer ketika beberapa ajang pertarungan gaya bebas seperti Shooto, Pride dan Pancrase mulai digelar.

Isi Komen Anda