Kelebihan Dan Kekurangan Taekwondo Di MMA

Taekwondo adalah ilmu bela diri yang berasal dari Korea dan menjadi salah satu ilmu bela diri yang paling banyak digunakan atau dipelajari di dunia termasuk di Indonesia. Andalan gerakan taekwondo adalah pada kekuatan menendang dengan spesialisasi tendangan di atas kepala, tendangan dengan gerakan yang cepat, dan juga tendangan memutar. Taekwondo bukan teknik atau gaya yang asing digunakan pada pertarungan MMA atau UFC meski petarung harus lebih kreatif dalam membangun pola-pola penyerangan yang lebih solid karena banyaknya teknik gulat yang digunakan pada area MMA, di mana taekwondo tidak begitu kuat di teknik gulat. Meski begitu kelebihan yang dimiliki petarung MMA dengan latar belakang taekwondo adalah elemen kecepatan dan juga gerakan-gerakan yang mengejutkan. Bagi Anda yang ingin menggunakan gaya taekwondo untuk persiapan bertarung di MMA sebaiknya pilih tempat latihan  yang memang mempersiapkan anggotanya untuk bertarung secara nyata, tidak hanya sekedar bertarung untuk mencari poin seperti yang menjadi tujuan kompetisi taekwondo resmi.

Karakter Taekwondo sebagai ilmu bela diri dan MMA

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, karakter taekwondo sangat kuat di tendangan. Tendangan dengan gerakan memutar dan melayang mendapatkan poin paling tinggi di dalam kejuaraan. Latihan-latihan taekwondo yang paling dikenal oleh masyarakat awam adalah menendang tumpukan genteng atau bata dengan menggunakan kaki yang mengandalkan kecepatan dan juga kekuatan. Untuk menghasilkan kecepatan yang tinggi maka kuda-kuda yang digunakan umumnya lebih sempit, oleh karena itu hal ini bisa jadi kelemahan ketika digunakan pada pertarungan MMA yang membutuhkan kuda-kuda lebih lebar agar posisi badan lebih stabil dan tidak mudah ditumbangkan. Selain itu ada teknik-teknik seni bela diri taekwondo yang tidak diperbolehkan di arena MMA seperti mematahkan tulang atau membuat dislokasi sendi.

8. taekwondo2Jika ditanya apakah teknik taekwondo efektif untuk digunakan dalam pertarungan MMA maka jawabannya akan menimbulkan perdebatan di kalangan praktisi dan pecinta MMA, sama seperti cabang-cabang seni bela diri yang lainnya. Tentu Anda akan sangat sulit hanya menggunakan gerakan taekwondo untuk menghadapi petarung MMA terutama karena dalam taekwondo tidak banyak mengandalkan pergulatan dan teknik-teknik serangan yang menggunakan seluruh anggota badan. Namun di sisi lain, petarung MMA yang memiliki dasar taekwondo biasanya punya kaki yang lebih stabil, footwork yang lebih lincah, dan juga keahlian menendang lebih akurat.

Atlet MMA yang memiliki dasar taekwondo

Meski sempat diragukan, seni bela diri tradisional mulai naik daun di kalangan petarung MMA dan digunakan sebagai bagian dari gaya tarung yang ditunjukkan di atas arena. Berikut adalah beberapa atlet atau petarung MMA yang diketahui menggunakan atau memiliki dasar latihan taekwondo untuk memperkaya aksinya di atas arena:

Daron Cruickshank

Petarung dengan nama julukan Detroit Superstar ini dikenal sebagai petarung yang memiliki dinamika pola serang yang cukup baik. Ia dilahirkan di keluarga yang terdiri dari praktisi taekwondo yang mana kedua orang tuanya adalah pemegang sabuk hitam tingkat 4 dan memiliki gym taekwondo-nya sendiri. Sementara itu Cruickshank adalah pemegang sabuk hitam tingkat 2.

John Makdessi

Makdessi mengawali karir MMA-nya pada tahun 2008 kemudian maju ke UFC di tahun 2010. Latar belakang taekwondo ia dapat di usianya yang 6 hingga 14 tahun. Modalnya sebagai petarung MMA dan UFC diambil dari keahliannya di ilmu taekwondo, karate, dan kickboxing.

Edson Barboza

Petarung yang cukup ditakuti di dunia MMA profesional ini mengantongi sabuk hitam untuk taekwondo. Selain itu ia juga menggunakan teknik  muay thai untuk mengalahkan lawannya di arena MMA.

Isi Komen Anda