Muaythai bukanlah barang baru di arena pertarungan MMA karena menjadi salah satu teknik atau gaya bertarung yang paling banyak digunakan di arena octagon oleh para petarung. Olahraga bela diri yang disebut juga dengan nama thai boxing ini memadukan antara gerakan atau gaya tradisional tinju dengan menggunakan kekuatan tendangan kaki. Maka dari itu muaythai juga disebut sebagai “the art of eight limbs” karena melibatkan kombinasi serangan dan pertahanan diri dari kedua tinju tangan, sikut, lutut, dan juga tulang kering. Dengan kombinasi kedelapan bagian tubuh tersebut maka pertarungan muaythai termasuk dalam jenis full-combat yang mana juga menjadi karakter di pertarungan MMA, karena itu muaythai banyak menjadi keahlian bela diri dasar yang dimiliki oleh para petarung profesional maupun amatir MMA. Di Indonesia sendiri muaythai cukup dikenal dan menjadi salah satu kegiatan olahraga favorit untuk mendapatkan keringat yang lebih banyak terutama bagi wanita  karena melibatkan seluruh anggota badan dengan gerakan-gerakan yang dinamis.

Perbedaan antara muaythai dengan MMA

9. muaythai2Muaythai banyak digunakan dalam pertarungan MMA karena karakter gaya tekniknya yang banyak berguna ketika berada di dalam arena octagon, beda dengan seni ilmu bela diri lainnya yang hanya bisa diambil sedikit-sedikit untuk MMA. Meski begitu, muaythai yang digunakan pada saat bertarung di arena octagon berbeda dengan muaythai murni yang dipraktekkan di arena pertandingan muaythai. Apa saja bedanya? Berikut adalah beberapa perbedaan besarnya.

Beda kuda-kuda

Beda kuda-kuda antara MMA dengan muaythai disebabkan karena pada MMA, petarung harus siap atas segala kemungkinan adanya serangan menjatuhkan dari lawan, sedangkan pada muaythai petarung harus siap memberikan reflek defense untuk menangkal rangkaian serangan tendangan kilat  sehingga respon yang cepat harus diutamakan. Kuda-kuda  petarung MMA juga umumnya lebih lebar dengan posisi tangan lebih rendah jika dibandingkan dengan posisi tangan muaythai untuk mempersiapkan serangan jab. Petarung dengan dasar bela diri muaythai juga biasanya akan menyesuaikan diri ketika sudah masuk ke arena MMA dan tidak terpaku pada aturan murni muaythai.

Beda jarak kontak

Ada perbedaan besar antara jarak kontak petarung muaythai dengan MMA. Pada pertarungan muaythai tidak jarang ada banyak kontak dalam satu sesi serangan di mana kedua petarung tidak langsung mundur setelah melancarkan serangan namun keduanya akan saling bertukar pukulan, menyikut, menendang, dan terus berusaha maju ke depan. Sedangkan pada MMA, gaya pertarungannya cenderung masuk dan keluar. Umumnya petarung MMA setelah melancarkan serangan akan menghindar dari jangkauan lawan atau melakukan teknik gulat untuk menjatuhkan lawan.

Beda pergerakan

Perbedaan yang paling mencolok antara muaythai tradisional dengan yang dipraktekkan oleh petarung MMA dengan latar belakang muaythai dilihat dari caranya bergerak adalah pada petarung muaythai tradisional, petarung cenderung mempertahankan posisinya dan bertukar serangan. Bahkan ketika lawan mengambil langkah maju, tabu bagi petarung muaythai untuk mengambil langkah mundur karena dianggap seperti ingin melarikan diri. Beda dengan petarung MMA yang terus bergerak mengelilingi lawan dan juga arena octagon karena untuk mengantisipasi teknik apa yang digunakan oleh lawan karena tidak hanya berpatok pada satu ilmu bela diri saja.

Beda pertahanan diri

Muaythai tradisional tidak banyak memiliki teknik untuk defense dan memblokir serangan lawan. Teknik yang umumnya digunakan adalah memblokir dengan menggunakan tulang kering, mencondongkan tubuh ke belakang dari tendangan atas, memblokir dengan high guard, atau clinching untuk mencegah pukulan penuh dari lawan. Sedangkan pada MMA, pertahanan diri adalah hal yang cukup besar dan yang paling umum dilakukan adalah bergerak mundur dari jangkauan serangan lawan, yang hal ini tabu bagi muaythai tradisional namun lumrah di arena MMA. Teknik pertahanan diri lainnya adalah menjatuhkan lawan, dan juga melakukan gerakan kepala.