Sejarah Kompetisi Seni Bela Diri Campuran Pride FC

//Sejarah Kompetisi Seni Bela Diri Campuran Pride FC
FUN88KUIS - Kuis Berhadiah Rp 10 JUTA!

FUN88KUIS - Kuis Berhadiah Rp 10 JUTA!

Sejarah Kompetisi Seni Bela Diri Campuran Pride FC

Seni bela diri campuran atau mixed martial art merupakan salah satu jenis olahraga kontak yang memberi kebebasan bagi petarungnya untuk menggunakan segala teknik bertarung. Seorang atlet seni bela diri campuran dapat memadukan teknik pukulan, tendangan ataupun kuncian dalam sebuah pertarungan. Mixed martial art kemudian banyak disingkat dengan MMA yang menyatakan pertandingan antara dua petarung dengan melibatkan semua teknik bertarung. Setiap petarung memiliki tujuan mengalahkan lawan dengan cara melumpuhkannya dengan segala teknik yang dikuasai; bisa dengan cara memukul atau menendang lawan jatuh dan tidak mampu bangkit atau dengan kuncian hingga lawan menyatakan diri menyerah atau dinyatakan kalah oleh wasit. Pride FC merupakan salah satu kompetisi MMA yang sangat populer di dunia.

Pride FC atau Price Fighting Championship merupakan kompetisi seni bela diri campuran yang digelar oleh promotor dari Jepang. Kompetisi tersebut yang didirikan Nobuyuki Sakakibara dan Nobuhiko Takada dan pertama kali diselenggarakan di Tokyo Dome pada tanggal 11 Oktober 1997. Setelah sempat menjadi salah satu turnamen seni bela diri campuran di seluruh dunia; kompetisi tersebut kemudian dibubarkan pada tanggal 4 Oktober 2007. Dream Stage Entertainment sebagai perusahaan yang memegang hak Pride memutuskan untuk menjual Pride kepada Lorenzo Fertitta dan Frank Fertitta III yang merupakan bagian dari pemilik kompetisi Ultimate Fighting Championship atau UFC pada bulan Maret 2007. Rencana merger yang gagal memaksa Pride untuk dibubarkan dan sebagian besar dari staf Pride kemudian bergabung dengan Fighting and Entertainment Group yang merupakan pemilik K – 1 dan membentuk Dream pada bulan Februari 2008. Pada tahun 2015 lalu; Nobuyuki Sakakibara yang merupakan mantan presiden dan salah satu pendiri Pride mendirikan Rizin Fighting Federation yang menggunakan filosofi dan tujuan yang sama dengan Pride yang telah bubar.

Sejarah dari Pride FC sebenarnya diawali oleh upaya mempertemukan pegulat profesional Jepang Nobuhiko Takada dengan Rickson Gracie yang merupakan juara Brazilian Jiu Jitsu dari keluarga Gracie yang memang populer sebagai atler seni bela diri tersebut. Acara tersebut kemudian digelar oleh promotor Kakutougi Reveolutionary Spirits di Tokyo Dome pada tanggal 11 Oktober 1997 dan menarik lebih daru 47 ribu penonton dan juga media massa Jepang. Keberhasilan pertandingan tersebut kemudian memungkinkan promotor untuk menggelar seri turnamen reguler yang disiarkan oleh Fuji Television.

3. 2Aturan pada setiap pertandingan Pride FC terdiri dari pertarungan 3 ronde dengan ronde pertama berlangsung selama 10 menit dan ronde kedua serta ketiga berlangsung masing – masing 5 menit. Setiap ronde memiliki jeda istirahat selama 2 menit sebelum kedua atlet kembali menjalani pertarungan. Sedangkan pada pertandingan Pride yang digelar di Amerika Serikat; aturan bersama MMA dari NSAC yang digunakan berupa pertandingan 3 ronde dengan masing – masing ronde berlangsung selama 5 menit untuk pertarungan non gelar. Sementara pertarungan perebutan gelar akan berlangsung selama 5 ronde dengan masing – masing ronde berlangsung 5 menit. Setiap pergantian ronde memiliki jeda 2 menit.

Sebagai sebuah kompetisi yang mempertemukan atlet berbagai seni bela diri; Pride FCtidak menggunakan pembagian kelas. Setiap petarung bisa memilih siapapun sebagai lawan pada pertandingan Pride. Pembagian kelas berdasar berat badan baru dilakukan pada turnamen Grand Prix. Ring yang digunakan pada pertandingan Pride memiliki ukuran 7 x 7 meter. Setiap petarung bebas memilih seragam atau pakaian untuk bertarung; namun sarung tinju terbuka, pelindung mulut dan pelindung alat vital merupakan perangkat yang wajib dikenakan petarung.

By | 2017-08-16T16:48:56+00:00 August 16th, 2017|MMA (Mixed Martial Arts)|0 Comments

About the Author:

Penulisganteng12

Isi Komen Anda

%d bloggers like this: